Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Fakta Menarik Ka’bah, Dari Kiblat Umat Islam hingga Dikaitkan dengan Pusat Bumi

Silvina • Rabu, 3 Juni 2026 | 10:42 WIB
Ka
Ka'bah di Tanah Suci yang memiliki fakta menarik (DOK JAWA POS)

 

PONTIANAK POST – Ka’bah bukan sekadar bangunan suci bagi umat Islam. Bangunan yang berada di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi itu memiliki makna spiritual mendalam sekaligus menjadi simbol persatuan umat Muslim di seluruh dunia.

Dilansir dari laman Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Ka’bah memiliki sejumlah keutamaan yang menjadikannya begitu istimewa dalam peradaban Islam. Selain sebagai arah kiblat, Ka’bah juga disebut memiliki hubungan dengan pusat bumi hingga dikaitkan dengan teori angka Fibonacci.

Allah Subhanahuwata’ala berfirman:   "وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ"

Baca Juga: Mengapa Salat Harus Menghadap Kiblat ? Ini Penjelasan Ulama  

“Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah wajahmu ke arah Ka’bah.” (QS. Al-Baqarah: 144)

Ka’bah Menjadi Kiblat dan Pusat Ibadah Umat Islam

Dalam buku “Magnet Umrah”, Mind Muhammad menyebutkan terdapat tiga keutamaan utama Ka’bah bagi umat Islam.

Baca Juga: Andalusia dan Warisan Peradaban Islam yang Mencerahkan Eropa hingga Kini

Pertama, Ka’bah menjadi kiblat shalat umat Islam di seluruh dunia. Setiap Muslim yang melaksanakan salat akan menghadap ke arah bangunan suci tersebut sebagai simbol kesatuan dan ketundukan kepada Allah Subhanahuwata’ala.

Kedua, terdapat ibadah tertentu yang hanya bisa dilakukan di Ka’bah, yakni thawaf dalam rangkaian ibadah haji maupun umrah.

Ketiga, Ka’bah memiliki tempat-tempat penuh keberkahan seperti Hajar Aswad, Maqam Ibrahim, dan Hijr Ismail yang selalu menjadi perhatian jamaah dari berbagai negara.

Baca Juga: Siapakah Sebenarnya Orang Indonesia Pertama yang Menunaikan Haji ke Tanah Suci ?   

Allah Subhanhuwata’ala juga berfirman:

"إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا"

“Sesungguhnya rumah pertama yang dibangun untuk manusia ialah Baitullah di Bakkah yang diberkahi.” (QS. Ali Imran: 96)

Baca Juga: Alhamdulillah, 32 Jemaah Asal Sintang Selesai Melaksanakan Rukun Haji di Tanah Suci

Ka’bah dan Kajian tentang Pusat Bumi

Ka’bah juga sering dikaitkan dengan teori pusat bumi. Dalam berbagai kajian Islam disebutkan  bangunan yang telah ada sejak zaman Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam itu dianggap sebagai titik sentral bumi.

Mind Muhammad menjelaskan, sejumlah ilmuwan Muslim berusaha mengaitkan hal tersebut dengan firman Allah Subhanahuwata’ala  dalam Surat Al-Maidah ayat 97.

Baca Juga: Kabar Duka dari Tanah Suci, Jemaah Haji Asal Pontianak Wafat di Mekkah

"جَعَلَ اللَّهُ الْكَعْبَةَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ قِيَامًا لِلنَّاسِ"

“Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu, sebagai pusat bagi manusia.” (QS. Al-Maidah: 97)

Kajian tersebut kemudian berkembang dengan berbagai teori, termasuk anggapan bahwa pusat nol derajat seharusnya berada di Makkah, bukan di Greenwich, Inggris.

Baca Juga: Sempat Tertunda, Satu Jemaah Haji Asal Pontianak Akhirnya Berangkat ke Tanah Suci

Meski begitu, pembahasan mengenai Ka’bah sebagai pusat bumi masih menjadi perdebatan dan lebih banyak dipandang sebagai bagian dari kajian spiritual maupun pendekatan ilmiah umat Islam.

Hubungan Ka’bah dan Angka Fibonacci

Hal menarik lainnya adalah hubungan Ka’bah dengan deret Fibonacci atau yang sering disebut sebagai “angka Tuhan”.

Deret Fibonacci merupakan susunan angka yang setiap bilangannya berasal dari penjumlahan dua angka sebelumnya, seperti 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, dan seterusnya.

Baca Juga: Umrah Sunah di Tanah Suci, Menunggu Puncak Haji

Mind Muhammad menjelaskan rasio Fibonacci banyak ditemukan di alam semesta, mulai dari bentuk galaksi, susunan daun tumbuhan, spiral kerang, hingga struktur tubuh manusia.

Dalam sejumlah teori populer, posisi Ka’bah disebut memiliki keterkaitan dengan rasio Fibonacci yang dianggap mencerminkan harmoni alam semesta ciptaan Allah Subhanahuwata’ala.

Meski demikian, para ahli menilai teori tersebut lebih tepat dipahami sebagai bentuk refleksi spiritual dan kekaguman manusia terhadap keteraturan ciptaan Tuhan.

Baca Juga: Aila Afifah Jemaah Calon Haji Termuda Asal Pontianak Hadapi Dilema, antara Ujian dan Panggilan ke Tanah Suci

Simbol Peradaban dan Persatuan Umat Islam

Ka’bah hingga kini tetap menjadi simbol besar dalam sejarah dan peradaban Islam. Jutaan umat Muslim dari seluruh dunia berkumpul di tempat yang sama setiap tahun untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah.

Selain menjadi pusat ibadah, Ka’bah juga menyimpan nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang sangat kuat bagi umat Islam.

Karena itu, memahami keutamaan Ka’bah bukan hanya menambah wawasan keislaman, tetapi juga memperkuat rasa cinta terhadap sejarah dan syiar Islam yang telah diwariskan sejak zaman para nabi.

Wallahu’alam bishawab.

Editor : Silvina
#ka'bah di tanah suci #pusat bumi #arah kiblat salat #fakta menarik ka'bah #simbol persatuan