PONTIANAK POST –Zikir pagi dan petang merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Selain menjadi sarana mengingat Allah Subhanahuwata’ala, zikir juga menjadi benteng bagi seorang Muslim dari berbagai keburukan serta menjadi sebab datangnya ketenangan hati.
Almarhum Al-Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas dalam tulisannya di laman Almanhaj menjelaskan zikir pagi dan petang memiliki keutamaan yang sangat besar. Bahkan Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam memberikan perhatian khusus terhadap amalan tersebut dan mengajarkannya kepada para sahabat.
Keutamaan Zikir Pagi dan Petang
Baca Juga: Mengapa Salat Harus Menghadap Kiblat ? Ini Penjelasan Ulama
Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda:
"Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah sejak selesai salat Subuh hingga terbit matahari lebih aku sukai daripada memerdekakan empat orang budak dari keturunan Ismail. Dan aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah sejak selesai salat Asar hingga terbenam matahari lebih aku cintai daripada memerdekakan empat orang budak." (HR Abu Dawud).
Hadis tersebut menunjukkan betapa besar pahala yang diberikan Allah Subhanahuwata’ala kepada orang-orang yang senantiasa mengisi waktu pagi dan petangnya dengan berzikir.
Baca Juga: Keutamaan Zikir Pagi dan Petang, Amalan Ringan dengan Manfaat Luar Biasa
Waktu Zikir Pagi dan Petang
Imam Ibnu Qayyim rahimahullah menjelaskan waktu dzikir pagi dimulai sejak selesai salat Subuh hingga terbit matahari. Sedangkan zikir petang dimulai setelah salat Asar hingga matahari terbenam.
Penjelasan tersebut sejalan dengan berbagai ayat Alquran yang memerintahkan kaum Muslimin untuk memperbanyak zikir pada dua waktu yang mulia tersebut.
Baca Juga: Kenapa Dianjurkan Tidak Makan Sebelum Salat Iduladha? Ini Hikmah dan Dalilnya
Dalil Alquran Tentang Zikir Pagi dan Petang
Allah Subhanahuwata’ala berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang." (QS Al-Ahzab: 41-42).
Baca Juga: Ingin Bebas dari Neraka? Bacalah Selalu Zikir Ini dan Buktikan Melalui Amal
Dalam ayat lain Allah Subhanahuwata’ala berfirman:
"Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar. Mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Rabb-mu pada waktu petang dan pagi." (QS Al-Mu'min: 55).
Sementara dalam Surah Qaaf ayat 39 Allah Subhanahuata’ala berfirman:
Baca Juga: Ini Lima Waktu Terlarang untuk Salat yang Perlu Dipahami Umat Islam
"Maka bersabarlah terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Rabb-mu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya."
Ayat-ayat tersebut menjadi landasan kuat mengenai pentingnya zikir pagi dan petang dalam kehidupan seorang Muslim.
Bacaan Pembuka Zikir
Baca Juga: Inilah Keutamaan dan Manfaat Besar yang Dirasakan dari Zikir
Sebelum memulai rangkaian zikir pagi dan petang, dianjurkan membaca ta'awudz:
A'uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim
Artinya:"Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk."
Baca Juga: Sejak Kapan Ibadah Haji Disyariatkan? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Membaca Ayat Kursi
Setelah membaca ta'awudz, dianjurkan membaca Ayat Kursi yang terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 255 sebanyak satu kali pada pagi dan petang.
Ayat Kursi dikenal sebagai salah satu ayat paling agung dalam Al-Qur'an yang berisi penegasan tentang keesaan, kekuasaan, dan penjagaan Allah Subhanahuwata’ala terhadap seluruh makhluk-Nya.
Baca Juga: Zikir Ini Ringan di Lisan Tapi Berat di Timbangan Amal, Yuk Rutinkan
Membaca Surah Al-Ikhlas (3 Kali)
Qul huwallaahu ahad. Allaahush shamad. Lam yalid wa lam yuulad. Wa lam yakul lahu kufuwan ahad.
Artinya:"Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya."
Surah ini dibaca tiga kali pada pagi dan petang.
Membaca Surah Al-Falaq (3 Kali)
Qul a'uudzu birabbil falaq. Min syarri maa khalaq. Wa min syarri ghaasiqin idza waqab. Wa min syarrin naffaatsaati fil 'uqad. Wa min syarri haasidin idza hasad.
Baca Juga: Waspada Syirik, Dosa Besar Paling Besar yang Menghapus Amal
Artinya: "Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai subuh dari kejahatan makhluk-Nya. Dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang meniup pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki."
Membaca Surah An-Naas (3 Kali)
Qul a'uudzu birabbin naas. Malikin naas. Ilaahin naas. Min syarril waswaasil khannaas. Alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas. Minal jinnati wan naas.
Artinya: "Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi. Yang membisikkan ke dalam dada manusia. Dari golongan jin dan manusia."
Doa Ketika Memasuki Waktu Pagi
Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam mengajarkan doa berikut untuk dibaca satu kali ketika memasuki waktu pagi:
Baca Juga: Jangan Lewatkan, Ini Tujuh Amalan Sunnah di Hari Jumat yang Penuh Berkah
Ashbahnaa wa ashbahal mulku lillaah, walhamdu lillaah, laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir. Rabbi as-aluka khaira maa fii haadzal yaum wa khaira maa ba'dahu, wa a'uudzu bika min syarri maa fii haadzal yaum wa syarri maa ba'dahu. Rabbi a'uudzu bika minal kasali wa suu-il kibar. Rabbi a'uudzu bika min 'adzaabin fin naari wa 'adzaabin fil qabr.
Artinya:"Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah. Segala puji hanya milik Allah. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabb-ku, aku memohon kebaikan hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan hari ini dan keburukan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan, keburukan di masa tua, siksa neraka, dan siksa kubur."
Doa Ketika Memasuki Waktu Sore
Baca Juga: Bukan Sekadar Kewajiban, Ini Dahsyatnya Salat bagi Kehidupan
Ketika sore hari, Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam membaca:
Amsainaa wa amsal mulku lillaah, walhamdu lillaah, laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir. Rabbi as-aluka khaira maa fii haadzihil lailah wa khaira maa ba'dahaa, wa a'uudzu bika min syarri maa fii haadzihil lailah wa syarri maa ba'dahaa. Rabbi a'uudzu bika minal kasali wa suu-il kibar. Rabbi a'uudzu bika min 'adzaabin fin naari wa 'adzaabin fil qabr.
Artinya:"Kami telah memasuki waktu sore dan kerajaan hanya milik Allah. Segala puji hanya milik Allah. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi selain Allah Yang Maha Esa. Bagi-Nya kerajaan dan segala puji. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabb-ku, aku memohon kebaikan malam ini dan kebaikan sesudahnya serta berlindung dari keburukan malam ini dan keburukan sesudahnya."
Baca Juga: Waspadai Hadits Dhaif dan Palsu Seputar Amaliyah Haji yang Tidak Boleh Dipercaya
Doa Memulai Hari dan Mengakhiri Hari
Dibaca Pagi Hari
Allaahumma bika ashbahnaa wa bika amsainaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.
Baca Juga: Musafir Wajib Tahu, Ini Ketentuan dan Syarat Qashar Salat
Artinya: "Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dengan-Mu kami memasuki waktu sore, dengan-Mu kami hidup, dengan-Mu kami mati, dan kepada-Mu kebangkitan."
Dibaca Sore Hari
Allaahumma bika amsainaa wa bika ashbahnaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikal mashiir.
Baca Juga: Jangan Lewatkan 10 Hari Pertama Dzulhijjah, Ini Amalan Utama yang Dianjurkan
Artinya:"Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore, dengan-Mu kami memasuki waktu pagi, dengan-Mu kami hidup, dengan-Mu kami mati, dan kepada-Mu tempat kembali."
Bersambung ke Bagian Kedua
Pada bagian kedua akan dibahas Sayyidul Istighfar, doa memohon kesehatan, keselamatan dunia dan akhirat, perlindungan dari kejahatan diri, serta berbagai doa yang dianjurkan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam untuk dibaca setiap pagi dan petang.
Wallahua'lam bishawab
Editor : Silvina