Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Berapa Jumlah Salat Sunnah Rawatib yang Dianjurkan? Simak Penjelasannya Berdasarkan Hadis

Silvina • Selasa, 30 Juni 2026 | 16:37 WIB
Ilustrasi muslimah sedang menunaikan salat sunah rawatib sebelum salat zuhur
Ilustrasi muslimah sedang menunaikan salat sunah rawatib sebelum salat zuhur

 

PONTIANAK POST – Salat sunnah rawatib merupakan ibadah sunnah yang mengiringi salat fardhu lima waktu. Meski hukumnya tidak wajib, amalan ini memiliki keutamaan besar karena menjadi salah satu ibadah yang paling sering dicontohkan Rasulullah shallallahu 'alaihwasallam.

Melansir penjelasan dari laman Muhammadiyah, salat sunnah rawatib terbagi menjadi dua kategori, yaitu rawatib muakkadah (sangat dianjurkan) dan rawatib ghairu muakkadah (dianjurkan, tetapi tidak seintens muakkadah). Pembagian tersebut didasarkan pada hadis-hadis sahih mengenai kebiasaan Rasulullah dalam melaksanakan salat sunnah.

Salat Rawatib Lebih Utama Dikerjakan di Rumah

Baca Juga: Fadhilah Istighfar yang Jarang Disadari, Amalan Sederhana dengan Keutamaan Besar

Salat sunnah rawatib yang berkaitan dengan salat Magrib, Isya, dan Jumat lebih utama dikerjakan di rumah apabila jarak masjid dengan rumah tidak terlalu jauh.

Namun, apabila seseorang sedang berada di tempat kerja, bepergian, atau masjid berada jauh dari rumah, maka shalat sunnah tersebut dapat langsung dikerjakan di masjid atau musala.

Sementara itu, bagi orang yang sedang melakukan safar, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak membiasakan mengerjakan seluruh salat sunnah rawatib, kecuali salat sunnah sebelum Subuh (fajar) dan salat witir, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim.

Baca Juga: Menyambut Tahun Baru Hijriah, Ini Amalan yang Dinilai Keliru oleh Ulama

Apa Perbedaan Muakkadah dan Ghairu Muakkadah?

Muhammadiyah menjelaskan pembagian ini didasarkan pada intensitas Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam mengamalkannya.

Baca Juga: Tahun Baru Islam Segera Tiba, Ini Amalan yang Dianjurkan di Bulan Muharram

Pembagian ini membantu umat Islam memahami tingkatan keutamaan setiap salat sunnah.

Pilihan Pertama, Rawatib Muakkadah 10 Rakaat

Mengutip hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah mencontohkan salat sunnah rawatib sebanyak 10 rakaat.

Baca Juga: Keutamaan Zikir Pagi dan Petang, Amalan Ringan dengan Manfaat Luar Biasa

Dalam hadis tersebut disebutkan:

"Aku menjaga amalan dari Rasulullah berupa 10 rakaat salat sunnah, yaitu dua rakaat sebelum Zuhur, dua rakaat sesudah Zuhur, dua rakaat sesudah Magrib, dua rakaat sesudah Isya, dan dua rakaat sebelum Subuh." (Muttafaq 'alaih).

Dari hadis ini, umat Islam dapat mengamalkan salat sunnah rawatib sebanyak 10 rakaat setiap hari.

Baca Juga: Ingin Bebas dari Neraka? Bacalah Selalu Zikir Ini dan Buktikan Melalui Amal    

Pilihan Kedua, Rawatib Muakkadah 12 Rakaat

Selain hadis dari Ibnu Umar, terdapat pula riwayat dari Ummu Habibah radhiyallahu 'anha yang menyebutkan 12 rakaat salat sunnah rawatib.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

Baca Juga: Zikir Ini Ringan di Lisan Tapi Berat di Timbangan Amal, Yuk Rutinkan  

"Tidaklah seorang Muslim mengerjakan salat sunnah sebanyak 12 rakaat selain shalat fardhu karena Allah, melainkan Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga." (HR. Muslim).

Dalam riwayat lain yang diriwayatkan At-Tirmidzi dan An-Nasa'i dijelaskan 12 rakaat tersebut terdiri atas:

Baca Juga: Ini Tujuh Amalan Berpahala Seperti Ibadah Haji yang Bisa Dilakukan Setiap Hari

Hadis ini menjadi dasar bagi banyak kaum Muslimin yang memilih mengerjakan 12 rakaat salat sunnah rawatib setiap hari.

Ada Riwayat Lain Tentang Salat Sebelum Ashar

Muhammadiyah juga menjelaskan adanya riwayat lain yang menyebut jumlah 12 rakaat dengan susunan berbeda.Dalam beberapa hadis riwayat Aisyah radhiyallahu 'anha, Muslim, Abu Dawud, dan An-Nasa'i disebutkan bahwa Rasulullah juga pernah mengerjakan dua rakaat sebelum Ashar.

Baca Juga: Ustaz Adi Hidayat Sebut Doa Lebih Cepat Dikabulkan Ketika Beristighfar di Waktu Ini

Riwayat tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah terkadang melakukan variasi dalam pelaksanaan shalat sunnah rawatib sehingga umat Islam memiliki keluasan dalam mengamalkannya sesuai tuntunan hadis.

Memilih Sesuai Kemampuan

Seluruh riwayat mengenai salat sunnah rawatib tersebut sama-sama bersumber dari hadis-hadis sahih. Oleh karena itu, seorang Muslim dapat memilih dan mengamalkannya sesuai kemampuan.

Baca Juga: Jangan Lewatkan, Ini Saat-Saat Doa Paling Mustajab Menurut Ajaran Islam

Bagi yang mampu menjaga 10 rakaat rawatib setiap hari, hal itu sudah termasuk mengikuti sunnah Rasulullah. Begitu pula bagi yang ingin menyempurnakannya menjadi 12 rakaat sebagaimana dijelaskan dalam hadis Ummu Habibah. Maka amalan tersebut memiliki keutamaan besar, termasuk janji Allah berupa rumah di surga bagi orang yang istiqamah mengerjakannya.

 

Editor : Silvina
#hadis shahih #salat sunnah rawatib #jumlah rakaaat rawatib #posisi salat rawatib #hukum salat rawatib