PONTIANAK POST –Jumlah rakaat salat tahajud masih dipertanyakan di majlis-majlis kajian Islami. Sebagian meyakini jumlahnya hanya 11 rakaat, sementara yang lain mengerjakannya lebih banyak. Lantas, bagaimana penjelasan berdasarkan hadis dan pendapat para ulama?
Rasulullah Biasa Mengerjakan Salat Malam 11 atau 13 Rakaat
Menurut media dakwah jaringan yufid carasholat.com, dalam hadis sahih yang diriwayatkan Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha dijelaskan Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam tidak pernah mengerjakan salat malam lebih dari 11 rakaat, baik pada bulan Ramadan maupun di luar Ramadan.
Baca Juga: Bolehkah Salat Dhuha Dilaksanakan Berjamaah? Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Aisyah radhiyallahu 'anha berkata:
مَا كَانَ يَزِيدُ فِى رَمَضَانَ وَلاَ غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً، يُصَلِّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ، ثُمَّ يُصَلِّى أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ، ثُمَّ يُصَلِّى ثَلاَثًا
Artinya:"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah menambah salat malam di bulan Ramadan dan bulan lainnya lebih dari 11 rakaat." (HR. Bukhari No. 3569 dan Muslim No. 738).
Baca Juga: Keutamaan Salat Dhuha Lengkap Dalil Hadis, Dari Sedekah 360 Persendian hingga Pahala Haji dan Umrah
Sementara itu, dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu disebutkan:
كَانَ صَلاَةُ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً يَعْنِى بِاللَّيْلِ
Artinya:"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam biasa melaksanakan salat malam sebanyak 13 rakaat." (HR. Bukhari No. 1138 dan Muslim No. 764).
Baca Juga: Bolehkah Mengeraskan Suara Saat Zikir Setelah Salat? Ini Penjelasan Ulama
Kedua hadis tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah terbiasa melaksanakan salat malam sebanyak 11 rakaat atau 13 rakaat sesuai keadaan beliau.
Apakah Salat Tahajud Boleh Lebih dari 11 Rakaat?
Banyak orang mengira jumlah 11 rakaat merupakan batas maksimal salat tahajud. Padahal, para ulama menjelaskan jumlah rakaat yang dilakukan Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam adalah kebiasaan beliau, bukan pembatasan yang mengikat seluruh umat Islam.
Baca Juga: Jam Berapa Waktu Terbaik Salat Tahajud ? Begini Cara Menghitung Sepertiga Malam Terakhir
Artinya, seorang Muslim diperbolehkan melaksanakan salat malam kurang dari 11 rakaat maupun lebih dari jumlah tersebut.
Al-Qadhi 'Iyadh menjelaskan:
وَلَا خِلَاف أَنَّهُ لَيْسَ فِي ذَلِكَ حَدّ لَا يُزَاد عَلَيْهِ وَلَا يَنْقُص مِنْهُ، وَأَنَّ صَلَاة اللَّيْل مِنْ الطَّاعَات الَّتِي كُلَّمَا زَادَ فِيهَا زَادَ الْأَجْر، وَإِنَّمَا الْخِلَاف فِي فِعْل النَّبِيِّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا اخْتَارَهُ لِنَفْسِهِ
Baca Juga: Bukan Sekadar Kewajiban, Ini Dahsyatnya Salat bagi Kehidupan
Artinya: "Tidak ada perbedaan pendapat bahwa tidak ada batasan jumlah rakaat salat malam, baik ditambah maupun dikurangi. Sebab salat malam termasuk ibadah yang semakin banyak dilakukan maka semakin bertambah pula pahalanya. Yang menjadi pembahasan hanyalah kebiasaan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan pilihan beliau untuk dirinya sendiri."
Keterangan tersebut dinukil dalam Syarh Shahih Muslim karya Imam An-Nawawi (6/19).
Mana yang Lebih Utama, Sedikit Rakaat atau Banyak Rakaat?
Baca Juga: Ustadz Syafiq Riza Basalamah Sebut Dosa Meninggalkan Salat Lebih Berat dari Zina
Para ulama juga berbeda pendapat mengenai amalan yang lebih utama. Sebagian berpendapat mengikuti kebiasaan Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam dengan rakaat yang sedikit tetapi bacaan yang panjang lebih utama. Sementara pendapat lain membolehkan memperbanyak rakaat dengan bacaan yang lebih pendek.
Musthafa al-'Adawi dalam kitab At-Tarsyid memberikan kesimpulan yang menjadi jalan tengah.Beliau menjelaskan seseorang yang mampu berdiri lama dan membaca ayat-ayat Al-Qur'an dengan panjang dapat memilih jumlah rakaat yang sedikit sebagaimana yang dicontohkan Nabi SAW.
Sebaliknya, apabila seseorang merasa berat berdiri terlalu lama, maka ia dapat memperbanyak jumlah rakaat dengan bacaan yang lebih singkat agar tetap dapat memperbanyak ibadah pada malam hari.
Baca Juga: Waktu Terbaik Salat Tahajud Ada di Sepertiga Malam Terakhir, Begini Penjelasannya
Yang Terpenting adalah Keikhlasan dan Kekhusyukan
Pada akhirnya, salat tahajud bukanlah ibadah yang dinilai dari banyak atau sedikitnya rakaat semata. Yang lebih utama adalah menjaga keikhlasan, kekhusyukan, serta konsisten mengerjakannya sesuai kemampuan.
Mengikuti kebiasaan Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam dengan 11 atau 13 rakaat merupakan pilihan yang sangat baik. Namun, apabila seseorang mengerjakan lebih dari jumlah tersebut berdasarkan pendapat para ulama, maka hal itu juga diperbolehkan selama tetap mengikuti tuntunan syariat.
Wallahua’lam bishawab
Editor : Silvina