PONTIANAK POST – Salat malam atau salat tahajud merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi setiap Muslim. Kendati berstatus sunnah, pelaksanaannya harus tetap mengikuti apa yang telah diajarkan Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam.
Berdasarkan penjelasan laman Cara Sholat yang dikelola Yayasan Yufid Network, terdapat beberapa tata cara salat malam yang dicontohkan dalam hadis-hadis sahih Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam.
Salat Malam Dilaksanakan Dua Rakaat-Dua Rakaat
Baca Juga: Berapa Jumlah Rakaat Salat Tahajud yang Benar? Ini Penjelasan Hadis dan Pendapat Ulama
Secara umum, Rasulullah mengajarkan agar salat malam dikerjakan dua rakaat salam, kemudian dua rakaat salam, hingga diakhiri dengan shalat witir satu rakaat.
Hal tersebut berdasarkan hadis dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma. Rasulullah bersabda:
صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى، فَإِذَا خَشِيَ أَحَدُكُمُ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً، تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى
Baca Juga: Jam Berapa Waktu Terbaik Salat Tahajud ? Begini Cara Menghitung Sepertiga Malam Terakhir
Artinya:"Salat malam itu dua rakaat-dua rakaat. Jika salah seorang di antara kalian khawatir masuk waktu Subuh, maka kerjakanlah satu rakaat sehingga menjadi penutup (witir) bagi salat yang telah dikerjakan." (HR. Bukhari No. 990 dan Muslim No. 1782).
Dari hadis tersebut, para ulama menjelaskan salat malam ditutup dengan witir sehingga jumlah keseluruhannya menjadi ganjil.
Tata Cara Salat Malam 11 Rakaat
Baca Juga: Waktu Terbaik Salat Tahajud Ada di Sepertiga Malam Terakhir, Begini Penjelasannya
Menurut hadis riwayat Muslim, Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam sering melaksanakan salat malam sebanyak 11 rakaat. Pelaksanaannya dilakukan dengan pola:
- 2 rakaat, salam.
- 2 rakaat, salam.
- 2 rakaat, salam.
- 2 rakaat, salam.
- Ditutup witir 1 rakaat.
Baca Juga: Kapan Waktu Salat Tahajud Dimulai? Ini Penjelasan Lengkap Berdasarkan Sunnah
Aisyah radhiyallahu 'anha berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُصَلِّي مِنَ اللَّيْلِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُسَلِّمُ بَيْنَ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ وَيُوتِرُ بِوَاحِدَةٍ
Artinya:"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengerjakan salat malam sebanyak 11 rakaat, salam setiap dua rakaat dan menutupnya dengan satu rakaat witir." (HR. Muslim No. 736).
Baca Juga: Rajin Salat Tahajud, Ini Empat Kemuliaan yang Dijanjikan Allah Menurut Ustaz Adi Hidayat
Tata Cara Salat Malam 9 Rakaat
Salat malam sembilan rakaat juga pernah dilakukan Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam. Caranya adalah:
- Delapan rakaat dikerjakan sekaligus.
- Duduk tasyahud pada rakaat kedelapan tanpa salam.
- Berdiri kembali untuk rakaat kesembilan.
- Duduk tasyahud akhir kemudian salam.
Baca Juga: Berapa Jumlah Salat Sunnah Rawatib yang Dianjurkan? Simak Penjelasannya Berdasarkan Hadis
Tata cara ini dijelaskan dalam hadis riwayat Muslim dari Aisyah radhiyallahu 'anha (HR. Muslim No. 737).
Tata Cara Salat Malam 7 Rakaat
Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam juga pernah melaksanakan witir tujuh rakaat. Pelaksanaannya dilakukan dengan:
Baca Juga: Jangan Lewatkan Salat Sunnah Sebelum Subuh, Rasulullah Selalu Menjaganya Meski Sedang Bepergian
- Tujuh rakaat sekaligus.
- Tidak duduk tasyahud kecuali pada rakaat terakhir.
Aisyah radhiyallahu 'anha meriwayatkan:
Baca Juga: Bolehkah Salat Dhuha Dilaksanakan Berjamaah? Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
فَلَمَّا أَسَنَّ نَبِيُّ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَأَخَذَهُ اللَّحْمُ أَوْتَرَ بِسَبْعٍ... لَا يَقْعُدُ إِلَّا فِي آخِرِهِنَّ
Artinya:"Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah berusia lanjut dan tubuh beliau mulai berisi, beliau berwitir dengan tujuh rakaat dan tidak duduk kecuali pada rakaat terakhir." (HR. Muslim No. 746).
Dalam riwayat lain disebutkan, beliau juga pernah duduk tasyahud pada rakaat keenam kemudian berdiri kembali menuju rakaat ketujuh.
Baca Juga: Keutamaan Salat Dhuha Lengkap Dalil Hadis, Dari Sedekah 360 Persendian hingga Pahala Haji dan Umrah
Tata Cara Salat Malam 5 Rakaat
Apabila seseorang ingin berwitir lima rakaat, tata caranya adalah:
- Lima rakaat sekaligus.
- Hanya duduk tasyahud pada rakaat terakhir.
Baca Juga: Bolehkah Mengeraskan Suara Saat Zikir Setelah Salat? Ini Penjelasan Ulama
Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِخَمْسٍ فَلْيَفْعَلْ، وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِثَلَاثٍ فَلْيَفْعَلْ
Artinya:"Siapa yang ingin mengerjakan witir lima rakaat, silakan. Dan siapa yang ingin witir tiga rakaat, silakan." (HR. Abu Dawud No. 1422).
Baca Juga: Ini Bacaan Zikir Setelah Salat Fardhu yang Dianjurkan Rasulullah
Aisyah radhiyallahu 'anha juga meriwayatkan Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam pernah melaksanakan witir lima rakaat sekaligus dan hanya duduk pada tasyahud akhir (HR. Muslim No. 1754).
Tata Cara Salat Malam 3 Rakaat
Witir tiga rakaat dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, dua rakaat salam kemudian dilanjutkan satu rakaat witir. Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma berkata:
Baca Juga: Jangan Langsung Main HP, Ini Enam Fadhilah Zikir Setelah Salat Fardhu
كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَفْصِلُ بَيْنَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ بِتَسْلِيمٍ يُسْمِعُنَاهُ
Artinya:"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memisahkan antara rakaat genap dan rakaat ganjil dengan salam yang dapat kami dengar." (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban, dinilai kuat oleh Ibnu Hajar).
Cara kedua adalah tiga rakaat sekaligus sebagaimana diperbolehkan dalam hadis riwayat Abu Dawud.
Baca Juga: Mengapa Salat Harus Menghadap Kiblat ? Ini Penjelasan Ulama
Pilih Tata Cara yang Dicontohkan Rasulullah SAW
Berdasarkan penjelasan di atas, seluruh tata cara di atas memiliki dasar dari hadis-hadis sahih sehingga dapat diamalkan sesuai kemampuan.
Yang terpenting, salat malam dilakukan dengan penuh keikhlasan, kekhusyukan, dan diakhiri dengan witir sebagai penutup ibadah malam. Dengan memahami tata cara yang benar sesuai sunnah, umat Islam diharapkan dapat menjalankan shalat malam dengan lebih tenang dan yakin, sekaligus mengikuti tuntunan Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam sebagaimana diriwayatkan dalam hadis-hadis sahih. .
Wallahua'lam bishawab
Editor : Silvina