Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Buya Yahya Ungkap Tanda Ahli Surga Sejak Hidup di Dunia, Bukan Hanya Rajin Beribadah

Silvina • Selasa, 14 Juli 2026 | 11:08 WIB
Ustaz Buya Yahya (DOK JAWA POS)
Ustaz Buya Yahya (DOK JAWA POS)

 

PONTIANAK POST--Banyak orang beranggapan ahli surga hanya dapat diketahui setelah kehidupan akhirat. Namun, menurut Ustaz Buya Yahya, seseorang yang kelak menjadi penghuni surga telah memperlihatkan tanda-tandanya sejak masih hidup di dunia melalui akhlak, sikap, dan cara menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Hal tersebut disampaikan Buya Yahya dalam tayangan YouTube Shorts @albahjah-tv. Ia menjelaskan kehidupan seorang ahli surga di dunia sudah dipenuhi dengan ketenangan hati, kesabaran, rasa syukur, dan kasih sayang kepada sesama.

Ahli Surga Membawa Kedamaian dalam Kehidupan

Baca Juga: Ustaz Hilman Fauzi Bagikan Empat Sikap yang Menjadi Jalan Menuju Surga

Menurut Buya Yahya, kehidupan ahli surga di dunia ibarat sudah merasakan sebagian keindahan surga. Bukan karena mereka selalu hidup berkecukupan, melainkan karena hati mereka dipenuhi ketenangan.

Sebaliknya, orang yang gemar menyakiti sesama, berbuat zalim, memendam hasad, dan terus memelihara dendam perlu berhati-hati. Sikap-sikap tersebut dapat menjauhkan seseorang dari sifat penghuni surga.

"Ahli surga di akhirat nanti ternyata hidupnya di dunia seperti hidup di surga," ujar Buya Yahya dalam ceramahnya.

Baca Juga: Rahasia Meraih Surga Berawal dari Ridha Allah, Simak Penjelasan dan Doanya

Mudah Memaafkan dan Senang Berbagi Rezeki

Buya Yahya menjelaskan salah satu ciri penghuni surga adalah memiliki hati yang lapang. Mereka mudah memaafkan kesalahan orang lain dan tidak berat untuk berbagi rezeki meski dalam keadaan terbatas.

Baginya, kebahagiaan bukan diukur dari banyaknya harta yang disimpan, melainkan dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada orang lain.

Baca Juga: Sayyidul Istighfar, Bacaan Istimewa yang Mengantarkan ke Surga

Orang yang hidup dengan semangat berbagi akan merasakan kebahagiaan yang tidak dapat dibeli dengan kekayaan dunia.

Rumah Tangga Dipenuhi Kasih Sayang

Dalam ceramah tersebut, Buya Yahya juga menyinggung pentingnya menjaga keharmonisan keluarga. Hubungan suami istri yang dipenuhi kasih sayang menjadi salah satu gambaran indahnya kehidupan seorang mukmin.

Baca Juga: Ingin Dapat Istana di Surga ? Baca Surah Ini 10 Kali dalam Sehari   

Sebaliknya, pertengkaran yang terus-menerus disertai kezaliman menjadi peringatan agar setiap pasangan segera memperbaiki diri dan memperkuat akhlak dalam rumah tangga.

Sabar Saat Diuji dan Syukur Ketika Lapang

Buya Yahya menegaskan ahli surga bukan berarti tidak pernah menghadapi kesulitan. Mereka juga merasakan sakit, kehilangan, maupun kekurangan harta.

Baca Juga: Keistimewaan Umar bin Khattab, Sahabat Nabi yang Dijamin Surga  

Perbedaannya terletak pada cara menyikapi ujian. Seorang mukmin meyakini setiap rasa sakit yang Allah berikan akan menghapus dosa dan menghadirkan pahala apabila dijalani dengan sabar.

Ia mengibaratkan rasa sakit itu seperti seseorang yang disuntik. Memang terasa tidak nyaman, tetapi di baliknya terdapat kesembuhan yang diharapkan. Demikian pula ujian kehidupan, di balik kesabaran terdapat pahala yang besar dari Allah Subhanahuwata’ala.

Belajar Menjalani Hidup dengan Sabar dan Syukur

Baca Juga: Ternyata Ini Manfaat Salat Ketika Dikerjakan dengan Benar Menurut Ustaz Adi Hidayat

Buya Yahya juga mengingatkan kehidupan seorang mukmin selalu berada di antara dua keadaan, yaitu sabar dan syukur.

Saat memperoleh nikmat, ia bersyukur kepada Allah Subhanahuwata’ala. Ketika mendapat ujian, ia bersabar karena yakin setiap kesulitan mengandung hikmah dan balasan yang lebih baik.

Ia mencontohkan teladan Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam yang tidak memilih hidup bergelimang kemewahan. Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam lebih memilih menjalani kehidupan yang membuat beliau dapat merasakan nikmat bersyukur ketika diberi kelapangan dan bersabar ketika menghadapi kekurangan.

Baca Juga: Sulit Bangun Salat Tahajud? Ini 4 Tips Ulama yang Bisa Dicoba

Tidak Terpesona oleh Gemerlap Dunia

Di akhir ceramahnya, Buya Yahya mengingatkan salah satu ciri para kekasih Allah adalah tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama.

Mereka memanfaatkan harta, kesehatan, dan kesempatan hidup untuk beribadah serta menebarkan manfaat kepada sesama. Fokus mereka bukan pada kemewahan dunia, melainkan pada kehidupan akhirat yang kekal.

Baca Juga: Rajin Salat Tahajud, Ini Empat Kemuliaan yang Dijanjikan Allah Menurut Ustaz Adi Hidayat

Karena itu, setiap muslim diajak untuk memperbaiki akhlak, memperbanyak syukur, melatih kesabaran, menjaga hubungan baik dengan sesama, dan tidak mudah terpesona oleh kenikmatan dunia. Dengan akhlak seperti itulah, tanda-tanda ahli surga dapat mulai terlihat sejak seseorang masih menjalani kehidupan di dunia.

Wallahua'lam bishawab 

Editor : Silvina
kajian ustaz tanda ahli surga tentang surga ibadah dalam islam buya yahya