PONTIANAK POST – Hubungan antara menantu dan mertua sering menjadi pembahasan di tengah kehidupan rumah tangga. Tidak sedikit yang bertanya, apakah seorang menantu yang berselisih dengan mertua dapat disebut durhaka sebagaimana anak kepada orang tua kandungnya?
Pertanyaan tersebut dijawab oleh Oki Setiana Dewi dan Ustaz Firanda Andirja dalam tayangan yang beredar di YouTube Shorts. Keduanya menjelaskan istilah durhaka memiliki pengertian khusus dalam Islam.
Oki Setiana Dewi: Tidak Ada Istilah Menantu Durhaka kepada Mertua
Baca Juga: Buya Yahya Ingatkan Bahaya Durhaka kepada Orang Tua, Hidup Bisa Dipenuhi Berbagai Ujian
Dalam penjelasannya, Oki Setiana Dewi mengatakan istilah durhaka tidak digunakan untuk hubungan antara menantu dan mertua.
"Tidak ada istilah menantu durhaka kepada mertua, karena kata durhaka diberikan kepada orang tua kandungnya," ujar Oki Setiana Dewi dalam tayangan YouTube Shorts @sevelinkeyfp.
Meski demikian, Oki menegaskan bukan berarti seorang menantu boleh bersikap semena-mena kepada mertua. Menurutnya, apabila terjadi perselisihan, yang muncul adalah hilangnya rasa hormat kepada mertua, bukan status sebagai anak yang durhaka.
Baca Juga: Ustaz Das'ad Latif Sebut Istri Durhaka Termasuk Golongan yang Amal Ibadahnya Tidak Diterima
"Kalau seorang menantu berselisih dengan mertuanya, urutannya adalah menantu yang hilang rasa hormat. Dan itu pasti ada sebabnya, tidak mungkin ada asap jika tidak ada api," katanya.
Tetap Wajib Menjaga Adab kepada Mertua
Oki Setiana Dewi mengingatkan hubungan dengan mertua tetap harus dijaga dengan baik. Sikap saling menghormati menjadi salah satu kunci keharmonisan dalam rumah tangga.
Baca Juga: Rahasia Meraih Surga Berawal dari Ridha Allah, Simak Penjelasan dan Doanya
Menurutnya, setiap persoalan sebaiknya diselesaikan dengan komunikasi yang baik dan tidak saling menyakiti, meskipun hubungan menantu dan mertua berbeda dengan hubungan anak terhadap orang tua kandung.
Ustaz Firanda: Hubungan Menantu dan Mertua Berbeda
Penjelasan senada disampaikan Ustaz Firanda Andirja. Ia menegaskan hubungan antara menantu dan mertua tidak sama dengan hubungan anak kandung dan orang tua.
Baca Juga: Empat Golongan Ini Tidak Akan Tersentuh Api Neraka, Apakah Anda Memiliki Salah Satunya?
"Menantu dengan mertua itu bukan hubungan anak dengan orang tua. Beda," jelas Ustaz Firanda dalam tayangan YouTube Shorts @expemudatersesat.
Karena itu, apabila seorang menantu berselisih dengan ibu mertuanya, perbuatan tersebut tidak otomatis masuk dalam kategori durhaka kepada orang tua.
"Kalaupun dia kemudian ribut sama ibu kita, dia tidak mendapatkan dosa durhaka kepada ibunda karena dia bukan anak kandung ibu kita. Tapi mungkin dia salah," ujar Ustaz Firanda.
Baca Juga: Kemuliaan Salat Fardhu Tepat Waktu, Dari Dicintai Allah hingga Selamat dari Api Neraka
Bersalah Bukan Berarti Durhaka
Dari penjelasan tersebut, dapat dipahami seorang menantu tetap bisa melakukan kesalahan apabila bersikap kasar, menyakiti hati, atau tidak menghormati mertua.
Namun, kesalahan itu tidak dikategorikan sebagai dosa durhaka kepada orang tua, karena istilah durhaka dalam syariat ditujukan kepada hubungan anak dengan ayah atau ibu kandung.
Baca Juga: Jangan Sakiti Ibu, Kisah Alqamah Ini Jadi Pelajaran Bagi Umat Muslim
Meski demikian, Islam tetap mengajarkan pentingnya menjaga akhlak kepada seluruh anggota keluarga, termasuk kepada mertua. Sikap santun, menghormati yang lebih tua, serta menyelesaikan perbedaan dengan bijaksana merupakan bagian dari adab yang dianjurkan dalam kehidupan berumah tangga.
Dengan menjaga hubungan yang baik antara menantu dan mertua, diharapkan tercipta keluarga yang harmonis, saling menghargai, serta dipenuhi kasih sayang sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam Islam.
Wallahua’lam bishawab
Editor : Silvina