PONTIANAK POST – Di bulan Safar ini, umat Islam kembali diingatkan agar tidak terjebak pada berbagai mitos yang berkembang di tengah masyarakat. Islam mengajarkan tidak ada bulan yang dapat mendatangkan keberuntungan maupun kemudaratan dengan sendirinya. Yang menentukan segala sesuatu hanyalah Allah Subhanahuwata’ala.
Pesan tersebut disampaikan Muhammad DN, S.Ag., M.H.I., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, dalam khutbah Jumat yang dimuat di laman Suara Muhammadiyah.
Menurutnya, seorang muslim justru diperintahkan untuk memperbanyak ikhtiar, memperkuat tawakal, dan menyerahkan seluruh hasil kepada Allah Subhanahuwata’ala.
Baca Juga: Benarkah Bulan Safar Membawa Malapetaka? Simak Hadis Nabi Meluruskan Mitos Turun Temurun Ini
Ikhtiar Harus Disertai Tawakal
Muhammad DN menjelaskan setiap pekerjaan hendaknya direncanakan dengan matang dan diusahakan sebaik mungkin. Setelah itu, seorang muslim bertawakal kepada Allah karena hasil akhir sepenuhnya berada dalam kehendak-Nya.
Dalam kehidupan sehari-hari, Islam mengajarkan keseimbangan antara usaha dan doa. Orang yang ingin terhindar dari penyakit diperintahkan menjaga pola hidup sehat. Pedagang yang ingin usahanya berkembang harus menghitung risiko dengan cermat. Demikian pula seorang pelajar yang berharap lulus ujian harus belajar dengan sungguh-sungguh.
Baca Juga: Apa Itu Syirik? Begini Penjelasan Lengkap Berdasarkan Ajaran Islam
"Sebagai hamba, manusia diperintahkan untuk berencana, berjuang, dan berdoa. Adapun hasil akhirnya diserahkan kepada Allah Subhanahuwata’ala," tulisnya.
Dengan sikap tersebut, seseorang akan tetap bersyukur ketika memperoleh keberhasilan dan tidak mudah berputus asa ketika menghadapi kegagalan.
Musibah Bisa Terjadi Kapan Saja
Baca Juga: Waspada Syirik, Dosa Besar Paling Besar yang Menghapus Amal
Khutbah tersebut juga menegaskan kemudaratan tidak berkaitan dengan bulan tertentu, termasuk bulan Safar.
Musibah dapat terjadi kapan saja sesuai ketentuan Allah Subhanahuwata’ala. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk terus menjaga diri, melakukan berbagai ikhtiar pencegahan, serta senantiasa memohon perlindungan kepada Allah melalui doa.
Pandangan ini sekaligus meluruskan anggapan yang masih berkembang bahwa bulan Safar identik dengan datangnya berbagai kesulitan atau malapetaka.
Baca Juga: Menyambut Tahun Baru Hijriah, Ini Amalan yang Dinilai Keliru oleh Ulama
Waktu Terbaik Adalah Saat Digunakan untuk Taat
Muhammad DN mengingatkan ukuran keberuntungan dalam Islam bukan ditentukan oleh bulan atau hari tertentu, melainkan oleh bagaimana seseorang memanfaatkan waktunya untuk beribadah dan melakukan amal saleh.
Sebaliknya, kerugian yang sebenarnya adalah ketika manusia menyia-nyiakan waktu yang telah Allah karuniakan, termasuk pada bulan-bulan yang memiliki keutamaan.
Baca Juga: Tahun Baru Islam Segera Tiba, Ini Amalan yang Dianjurkan di Bulan Muharram
Karena itu, memasuki bulan Safar seharusnya menjadi momentum untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal kebajikan, serta memperkuat keyakinan kepada Allah Subhanahuwata’ala.
Jangan Biarkan Mitos Mengikis Akidah
Dalam khutbahnya, Muhammad DN mengajak umat Islam untuk menjaga kemurnian akidah dan tidak mempercayai keyakinan yang tidak memiliki dasar dalam Alquran maupun sunah.
Baca Juga: Jangan Keliru, Perhatikan Urutan dan Adab Wudhu Agar Salat Lebih Sempurna.
Ia menegaskan segala sesuatu berada dalam genggaman Allah Subhanahuwata’ala. Sehingga tidak ada bulan, waktu, ataupun makhluk yang mampu mendatangkan manfaat maupun mudarat tanpa izin-Nya.
Sebagai penguat, ia mengutip firman Allah Subhanahuwata’ala dalam Surah Al-An'am ayat 17:
وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ
Baca Juga: Berharap Dikabulkan Doa dari Amalan yang Tertolak
Artinya, "Dan jika Allah menimpakan suatu kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia sendiri."
Ayat tersebut menegaskan hanya Allah Subhanhuwata’ala yang memiliki kekuasaan penuh atas segala bentuk kebaikan maupun kemudaratan yang dialami manusia.
Jadikan Bulan Safar Momentum Memperkuat Keimanan
Menutup khutbahnya, Muhammad DN berharap agar umat Islam senantiasa diberi kekuatan untuk menghargai waktu sebagai nikmat dari Allah Subhanahuwataa'la dan menggunakannya untuk hal-hal yang membawa manfaat di dunia maupun akhirat.
Memasuki bulan Safar bukanlah alasan untuk menunda rencana, takut memulai usaha, atau mengurungkan niat melakukan kebaikan. Sebaliknya, bulan ini menjadi pengingat agar setiap muslim semakin menguatkan ikhtiar, memperbanyak doa, serta menanamkan tawakal kepada Allah Subhanahuwata’ala dalam setiap langkah kehidupan.
Wallahua'lam bishawab
Editor : Silvina