Tata Cara Salat Istisqa untuk Memohon Turunnya Hujan, Lengkap Urutannya

Silvina • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 14:04 WIB
Umat Islam melaksanakan salat istisqa secara berjemaah sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan saat kemarau panjang. (DOK PONTIANAK POST)

 
Umat Islam melaksanakan salat istisqa secara berjemaah sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan saat kemarau panjang. (DOK PONTIANAK POST)  

 

PONTIANAK POST — Ketika kemarau panjang menyebabkan persediaan air menipis, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan memohon pertolongan Allah Subhanahuwata’ala. Salah satu ibadah yang dapat dilakukan adalah salat istisqa, yakni salat sunah untuk memohon turunnya hujan.

Pelaksanaan salat istisqa memiliki tata cara yang mirip dengan salat Id. Namun, terdapat beberapa ketentuan khusus, terutama berkaitan dengan jumlah takbir tambahan, khutbah, istighfar, serta doa yang dipanjatkan.

Bagi masyarakat yang ingin melaksanakannya secara berjemaah, memahami urutan salat istisqa menjadi penting agar ibadah dapat dilakukan sesuai tuntunan.

Baca Juga: Memahami Salat Istisqa, Ibadah Memohon Hujan Saat Kemarau Panjang

Salat Istisqa Dilaksanakan Dua Rakaat

Berdasarkan penjelasan NU Online Jawa Timur, salat istisqa dikerjakan sebanyak dua rakaat. Tata caranya secara umum menyerupai salat Id, termasuk adanya takbir tambahan dalam kedua rakaat.

Perbedaannya terdapat pada beberapa bagian pelaksanaan. Salah satunya adalah penekanan pada istighfar dalam khutbah sebagai bagian dari permohonan ampun dan permohonan turunnya hujan.

Baca Juga: Hukum Sutrah atau Pembatas Salat, Wajib atau Sunnah? Simak Penjelasannya

Rakaat Pertama: Tujuh Kali Takbir

Pada rakaat pertama, setelah takbiratul ihram, imam melakukan tujuh kali takbir tambahan sebelum membaca Surah Al-Fatihah.

Setelah takbir tambahan tersebut, rangkaian shalat dilanjutkan sebagaimana shalat pada umumnya, termasuk membaca Al-Fatihah dan surah, kemudian rukuk, iktidal, sujud, hingga berdiri untuk rakaat kedua.

Baca Juga: Hukum Salat di Masjid bagi Laki-Laki, Wajib atau Sunnah? Ini Penjelasan Ulama

Rakaat  Kedua: Lima Kali Takbir

Memasuki rakaat kedua, terdapat lima kali takbir tambahan sebelum membaca Surah Al-Fatihah.

Setelah itu, salat diteruskan dengan rangkaian gerakan dan bacaan hingga salam. Dengan demikian, bagian utama shalat istisqa terdiri atas dua rakaat dengan tujuh takbir tambahan pada rakaat pertama dan lima takbir tambahan pada rakaat kedua.

Baca Juga: Lebih Utama Salat Id di Masjid atau Lapangan? Ini Penjelasan Ulama dan Sunnah Nabi

Selah Salat Dilanjutkan Khutbah

Setelah dua rakaat selesai, rangkaian ibadah dilanjutkan dengan khutbah istisqa.

Khutbah dapat dilakukan sebanyak dua kali atau satu kali. Dalam rujukan yang digunakan, khutbah setelah salat disebut lebih utama.

Baca Juga: Jangan Lewatkan Salat Sunnah Sebelum Subuh, Rasulullah Selalu Menjaganya Meski Sedang Bepergian

Khutbah salat istisqa memiliki kekhususan karena khatib memperbanyak istighfar dan doa. Hal tersebut berkaitan langsung dengan tujuan pelaksanaan salat istisqa, yakni memohon rahmat dan turunnya hujan dari Allah Subhanahuwata’ala.

Istighfar Sembilan dan Tujuh Kali

Salah satu bagian yang perlu diperhatikan dalam tata cara salat istisqa adalah bacaan istighfar sebelum khutbah.

Baca Juga: Bacaan Salat Sunnah Sebelum Subuh Sesuai Sunnah, Ini Surat yang Dicontohkan Rasulullah

Sebelum memasuki khutbah pertama, khatib membaca istighfar sebanyak sembilan kali. Kemudian sebelum khutbah kedua, istighfar dibaca sebanyak tujuh kali.

Istighfar menjadi bagian penting dalam rangkaian ini. Selain memohon hujan, jamaah juga diajak untuk menyadari keterbatasan manusia dan memohon ampun kepada Allah Subhanahuwata’ala

Memperbanyak Doa pada Khutbah Kedua

Baca Juga: Tak Sempat Salat Dua Rakaat Sebelum Subuh? Begini Cara Mengqadhanya Sesuai Sunnah

Pada khutbah kedua, doa untuk memohon hujan diperbanyak. Khatib dapat bersungguh-sungguh dalam memanjatkan doa, baik dengan suara lantang maupun dalam doa yang lebih lirih.

Dalam tata cara yang dijelaskan, khatib juga menghadap kiblat setelah melewati sepertiga khutbah kedua. Pada saat itu, khatib dan jamaah melakukan gerakan tertentu pada pakaian atau selendang sebagai bagian dari tata cara shalat istisqa yang dijelaskan dalam rujukan tersebut.

Ringkasan Tata Cara Shalat Istisqa

Baca Juga: Cara Mengerjakan Salat Tahajud Sesuai Sunnah, Lengkap Tata Cara 3 hingga 11 Rakaat

Agar lebih mudah dipahami, berikut urutan singkatnya:

1.  Salat istisqa dilaksanakan sebanyak dua rakaat.

2. Pada rakaat pertama terdapat  tujuh kali takbir tambahan sebelum membaca        Al-Fatihah.

3.  Pada rakaat kedua terdapat lima kali takbir tambahan sebelum membaca               Al-Fatihah.

4.   Setelah salat dilanjutkan dengan khutbah.

5.   Khutbah dapat dilakukan dua kali atau satu kali 

6.   Sebelum khutbah pertama, khatib membaca istighfar sembilan kali.

7.   Sebelum khutbah kedua, khatib membaca istighfar tujuh kali.

8.   Pada khutbah kedua, doa untuk memohon turunnya hujan diperbanyak.

Baca Juga: Rajin Salat Tahajud, Ini Empat Kemuliaan yang Dijanjikan Allah Menurut Ustaz Adi Hidayat

Mengapa Istighfar Menjadi Bagian Penting?

Salat istisqa bukan sekadar rangkaian gerakan salat untuk meminta hujan. Ibadah ini juga menjadi momentum untuk memperbanyak istighfar, berdoa, dan memohon rahmat Allah Subhanahuwata’ala.

Ketika hujan sangat dibutuhkan, manusia diingatkan bahwa air merupakan nikmat yang berada di luar sepenuhnya kendali manusia. Karena itu, selain melakukan berbagai ikhtiar untuk menghadapi kemarau, umat Islam juga dapat mendekatkan diri kepada Allah melalui doa dan ibadah.

Baca Juga: Ustadz Syafiq Riza Basalamah Sebut Dosa Meninggalkan Salat Lebih Berat dari Zina

Dengan memahami tata caranya, pelaksanaan shalat istisqa dapat dilakukan secara lebih tertib. Dua rakaat, takbir tambahan, khutbah, istighfar, dan doa menjadi bagian yang saling melengkapi dalam ibadah memohon hujan tersebut.

Wallahu'alam bisshawab 

 

Editor : Silvina
tata cara shalat istisqa doa minta hujan shalat istisqa Istighfar kemarau panjang