Penelitian Ungkap Zikir dan Rasa Syukur Punya Manfaat bagi Kesehatan Jantung

Silvina • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:24 WIB
Potongan video Dr. Asep Saefudin LC sedang menjelaskan manfaat zikir dan rasa syukur untuk kesehatan jantung
Potongan video narasumber (dokter) yang sedang menjelaskan manfaat zikir dan rasa syukur untuk kesehatan jantung

 

PONTIANAK POST - Zikir selama ini dikenal sebagai salah satu bentuk ibadah untuk mengingat Allah sekaligus menenangkan hati. Namun, praktik tersebut ternyata juga menjadi perhatian dalam pembahasan mengenai kesehatan, khususnya kaitannya dengan kondisi jantung.

Dalam sebuah video yang beredar di WhatsApp, seorang dokter menjelaskan adanya penelitian yang membahas pengaruh intervensi zikir terhadap pasien dengan gangguan jantung. Ia menyampaikan bahwa penelitian tersebut dilakukan dengan membandingkan dua kelompok pasien.

Pasien Dibagi dalam Dua Kelompok

Baca Juga: Jangan Langsung Main HP, Ini Enam Fadhilah Zikir Setelah Salat Fardhu

Menurut narasumber tersebut, kelompok sama-sama mendapatkan pengobatan standar untuk penyakit jantung. Perbedaannya, salah satu kelompok juga mendapatkan intervensi berupa zikir.

Para peneliti kemudian mengukur sejumlah indikator pada pasien, termasuk ambang nyeri. Hasil yang disampaikan dalam video menunjukkan kelompok yang mendapatkan intervensi zikir mengalami penurunan ambang nyeri dibandingkan kelompok yang hanya mendapatkan pengobatan standar.

Temuan semacam ini kemudian memunculkan pertanyaan apakah manfaat tersebut hanya berkaitan dengan sugesti atau ketenangan psikologis. Menurut dokter ini, pembahasan mengenai hubungan kondisi psikologis, spiritualitas, dan kesehatan jantung telah menjadi bagian dari penelitian medis.

Baca Juga: Ini Bacaan Zikir Setelah Salat Fardhu yang Dianjurkan Rasulullah

Rasa Syukur Juga Jadi Perhatian

Dalam penjelasannya, narasumber tersebut mengaitkan zikir dengan rasa syukur atau gratitude. Ia menyebut rasa syukur sebagai salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam pembahasan kesehatan jantung.

Ia juga menyampaikan bahwa American Heart Association (AHA) pernah membahas hubungan gratitude dengan kesehatan kardiovaskular. Namun, klaim mengenai pengakuan atau persetujuan AHA terhadap zikir sebagai terapi medis perlu dibaca secara hati-hati karena konteks penelitian dan rekomendasi medis harus merujuk langsung pada publikasi ilmiah yang relevan.

Baca Juga: Bolehkah Mengeraskan Suara Saat Zikir Setelah Salat? Ini Penjelasan Ulama

Yang menarik, pembahasan mengenai rasa syukur tidak hanya ditempatkan sebagai persoalan spiritual. Dalam kajian kesehatan modern, kondisi psikologis seperti stres, kecemasan, dan kesejahteraan emosional memang menjadi perhatian karena dapat berkaitan dengan kesehatan kardiovaskular.

Zikir Tidak Menggantikan Pengobatan Medis

Dalam konteks tersebut, zikir dapat dipandang sebagai aktivitas spiritual yang berpotensi membantu seseorang mencapai kondisi lebih tenang. Ketenangan dan pengelolaan stres pada akhirnya dapat menjadi bagian dari pola hidup yang mendukung kesehatan secara umum.

Baca Juga: Zikir Ini Ringan di Lisan Tapi Berat di Timbangan Amal, Yuk Rutinkan  

Namun, zikir tidak seharusnya dipahami sebagai pengganti obat-obatan atau terapi medis bagi pasien penyakit jantung. Orang yang mengalami keluhan atau memiliki risiko penyakit jantung tetap membutuhkan pemeriksaan dan penanganan dari tenaga kesehatan.

Dokter ini kemudian menjelaskan bahwa zikir dapat dilakukan melalui zikir dengan lisan. Praktik sederhana tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah sekaligus menjaga ketenangan batin.

Pembahasan ini menunjukkan bahwa hubungan antara spiritualitas dan kesehatan masih menjadi bidang yang menarik untuk diteliti lebih lanjut. Diperlukan penelitian dengan metode yang kuat untuk mengetahui sejauh mana zikir, rasa syukur, dan aktivitas spiritual lainnya memberikan dampak terhadap indikator kesehatan jantung.

Baca Juga: Ingin Bebas dari Neraka? Bacalah Selalu Zikir Ini dan Buktikan Melalui Amal    

Pada akhirnya, pesan yang dapat diambil adalah menjaga kesehatan jantung tidak hanya berkaitan dengan pengobatan ketika seseorang sudah sakit. Pola hidup sehat, pengelolaan stres, aktivitas fisik, pemeriksaan kesehatan, serta ketenangan psikologis juga penting diperhatikan.

Zikir dan rasa syukur dapat menjadi bagian dari kehidupan spiritual seseorang. Sementara itu, manfaat medisnya perlu terus dikaji melalui penelitian ilmiah agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan tidak keliru dalam memahami hubungan antara ibadah dan kesehatan.

Wallahua'lam Bishawab 

Editor : Silvina
zikir kesehatan jantung gratitude kesehatan jantung rasa syukur penyakit jantung