Ustaz Adi Hidayat Jelaskan Makna Maulid Nabi dan Cara Menyikapinya

Silvina • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 14:12 WIB
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan makna Maulid Nabi dan pentingnya menghadirkan tuntunan Rasulullah dalam kehidupan.(DOK WIKIPEDIA)
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan makna Maulid Nabi dan pentingnya menghadirkan tuntunan Rasulullah dalam kehidupan.(DOK WIKIPEDIA)

 

PONTIANAK POST – Ustaz Adi Hidayat menjelaskan makna Maulid Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam serta bagaimana umat Islam menyikapi kelahiran dan kehadiran Rasulullah dalam kehidupan.

Penjelasan tersebut disampaikan Ustaz Adi Hidayat melalui video YouTube Shorts yang diunggah akun @mqislam. Dalam kajiannya, ia mengawali pembahasan dengan makna kegembiraan atas hadirnya Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam.

Bergembira dengan Kehadiran Nabi

Baca Juga: Salat Fardhu Jadi Penentu Amal Akhirat, Ini  Penjelasannya Menurut UAH  

Ustaz Adi Hidayat mengatakan, umat Islam tentu bergembira dengan hadirnya Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam.termasuk dengan kelahiran beliau. Menurutnya, orang yang menolak kehadiran Nabi merupakan persoalan yang berkaitan dengan keyakinan.

Ia kemudian menjelaskan istilah Maulid dan Maulud dari sisi bahasa. Menurut Ustaz Adi Hidayat, Maulid merujuk pada waktu Nabi dilahirkan, sedangkan Maulud merujuk pada bayi yang dilahirkan.

Dengan pemahaman tersebut, ia mengatakan bahwa secara bahasa umat Islam mengakui adanya Maulid dan Maulud. Persoalan berikutnya, menurut dia, adalah bagaimana umat Islam menyikapi makna tersebut dalam kehidupan.

Baca Juga: Benarkah Hewan Kurban Jadi Kendaraan di Akhirat? Ini Penjelasan UAH

Menghadirkan Tuntunan Nabi

Ustaz Adi Hidayat menekankan bahwa kegembiraan atas kelahiran Nabi tidak berhenti pada perasaan bahagia. Menurutnya, umat Islam perlu menghadirkan tuntunan Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menyampaikan bahwa tuntunan tersebut perlu dijalankan sesuai dengan hal-hal yang diperkenankan dalam syariat. Dengan demikian, kecintaan dan kegembiraan terhadap Nabi dapat diwujudkan melalui kehidupan yang mengikuti tuntunan beliau.

Baca Juga: Rajin Salat Tahajud, Ini Empat Kemuliaan yang Dijanjikan Allah Menurut Ustaz Adi Hidayat

Budaya Bisa Berbeda

Dalam penjelasannya, Ustaz Adi Hidayat juga membedakan antara tuntunan agama dan budaya yang berkembang di masyarakat. Ia mengatakan budaya dapat berbeda-beda di setiap tempat.

Menurutnya, budaya dapat digunakan apabila mengantarkan seseorang pada wasilah atau sarana untuk mendekatkan diri kepada Aquran dan sunah.

Baca Juga: Bolehkah Memperbanyak Doa Saat Sujud? Simak Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Karena itu, ia menyampaikan bahwa budaya yang mengantarkan kepada kebaikan dapat menjadi bagian yang benar untuk digunakan. Hal tersebut menjadi cara pandang yang ia sampaikan dalam menjelaskan bagaimana umat Islam menyikapi budaya dalam kehidupan keagamaan.

Kebaikan sebagai Sarana

Ustaz Adi Hidayat juga menyampaikan prinsip bahwa segala sesuatu yang mengantarkan kepada kebaikan yang bersifat wajib dapat menjadi perangkat yang benar untuk digunakan.

Baca Juga: Ternyata Ini Manfaat Salat Ketika Dikerjakan dengan Benar Menurut Ustaz Adi Hidayat

Penjelasan tersebut menjadi bagian dari pembahasannya mengenai cara menyikapi Maulid Nabi. Menurutnya, hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana tuntunan Nabi dapat dihadirkan dalam kehidupan sesuai dengan syariat.

Dengan demikian, pembahasan Maulid Nabi menurut Ustaz Adi Hidayat tidak hanya berkaitan dengan istilah atau peringatan kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam.Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan tuntunan Rasulullah dalam kehidupan.

Penjelasan tersebut memberikan penekanan bahwa kegembiraan atas kelahiran Nabi perlu disertai upaya menghadirkan tuntunan beliau dalam kehidupan, dengan tetap memperhatikan syariat dan konteks budaya yang berkembang di masyarakat.

 

Wallahua'lam bishawab 

Editor : Silvina
maulid nabi makna Maulid tuntunan Nabi Al-Qur'an dan sunah Ustaz Adi Hidayat