Orang Beriman Tak Kekal di Neraka, Ini Dalil dan Penjelasannya

Silvina • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 09:30 WIB
Ilustrasi perjalanan orang beriman dari siksa Neraka menuju keselamatan dan Surga
Ilustrasi perjalanan orang beriman dari siksa Neraka menuju keselamatan dan Surga

 

PONTIANAK POST – Penghuni Neraka yang masih memiliki keimanan di dalam hatinya disebut tidak akan kekal di Neraka. Berdasarkan riwayat-riwayat yang dinilai mutawatir, mereka pada akhirnya akan dikeluarkan dan masuk Surga.

Materi yang diterbitkan Almanhaj dan ditulis Ustadz Ahmas Faiz bin Asifuddin menjelaskan, ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah bersepakat bahwa orang beriman yang masuk Neraka karena dosa tidak akan menetap di dalamnya selamanya.

Keimanan tersebut bahkan disebut tetap menjadi pembeda meskipun kadarnya sangat kecil. Dalam kesimpulan pembahasan, orang yang memiliki iman meskipun hanya seberat biji sawi pada akhirnya akan keluar dari Neraka.

Baca Juga: Neraka dalam Alquran: Api yang Menggelegak hingga Minuman Mendidih

Keluar dari Neraka dengan Syafa’at

Salah satu dasar yang disebutkan adalah hadis Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘anhu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَنَّ اللهَ يُخْرِجُ قَوْمًا مِنَ النَّارِ بِالشَّفَاعَةِ

Baca Juga: Neraka Memiliki Tujuh Pintu, Alquran Sebut Tiap Golongan Mendapat Bagian

“Sesungguhnya Allah mengeluarkan sekelompok orang dari Neraka dengan syafa’at.” (HR Bukhari dan Muslim).

Hadis lain dari Anas bin Malik juga menjelaskan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi izin memberikan syafa’at. Setelah itu, beliau mengeluarkan orang-orang tertentu dari Neraka dan memasukkannya ke dalam Surga.

Kebaikan Sekecil Apa Pun Tidak Diabaikan

Baca Juga: Mengerikan! Zaqqum Jadi Santapan Penghuni Neraka, Minuman Panasnya Menghanguskan Wajah  

Dalam hadis Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu, disebutkan bahwa kaum Mukminin juga diberi wewenang memberikan syafa’at. Mereka meminta kepada Allah agar saudara-saudara mereka yang berada di Neraka dikeluarkan.

Allah kemudian memerintahkan agar orang yang masih memiliki kebaikan dalam hatinya dikeluarkan, hingga ukuran kebaikan tersebut disebut mencapai seberat biji dzarrah.

Hal itu sejalan dengan firman Allah Ta’ala:

Baca Juga: Siapa yang Kekal di Neraka? Alquran Jelaskan tentang Kafir dan Munafik

إِنَّ اللهَ لاَ يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ وَإِن تَكُ حَسَنَةً يُضَاعِفْهَا وَيُؤْتِ مِن لَّدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak menzalimi seseorang meskipun sebesar dzarrah, dan jika ada kebajikan sebesar dzarrah, niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.” (QS An-Nisa: 40).

Dengan demikian, pembahasan tersebut menegaskan bahwa orang beriman yang masuk Neraka karena dosa tidak akan kekal di dalamnya. Mereka dapat dikeluarkan melalui syafa’at atau langsung dengan rahmat Allah.

 

Wallahua'lam bishawab 

 

Editor : Silvina
masuk surga penghuni neraka orang beriman Rahmat Allah Syafaat