Istri Sering Ngomel? Ini Cara Menghadapinya Menurut Ustaz Muhammad Nuzul Dzikri

Silvina • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 15:15 WIB
Ustaz Muhammad Nuzul Dzikri menyampaikan kajian tentang kehidupan rumah tangga dan cara menghadapi pasangan.(DOK WIKIPEDIA)
Ustaz Muhammad Nuzul Dzikri menyampaikan kajian tentang kehidupan rumah tangga dan cara menghadapi pasangan.(DOK WIKIPEDIA)

 

PONTIANAK POST – Menghadapi pasangan yang sering mengomel menjadi salah satu dinamika dalam kehidupan rumah tangga. Dalam kondisi tersebut, suami disarankan tidak terus-menerus menekan atau berusaha meluruskan setiap perkataan istrinya.

Ustaz Muhammad Nuzul Dzikri menyampaikan hal tersebut dalam kajian di Masjid Nurul Iman, Blok M Square, Jakarta. Kajian itu direkam dalam sebuah video dan beredar di whatsapp group.   

Menurutnya, kehidupan rumah tangga membutuhkan kesabaran. Ia mengingatkan pesan Nabi bahwa seseorang yang terus berusaha meluruskan pasangannya tanpa mempertimbangkan cara yang tepat justru dapat membuat keadaan menjadi semakin sulit.

Baca Juga: Rezeki Terasa Sulit atau Cepat Pergi? Ustaz Hilman Fauzi Beri 5 Pesan Ini

Karena itu, menurut Ustaz Muhammad Nuzul Dzikri, mengingatkan pasangan tidak harus dilakukan dengan tekanan terus-menerus. Namun, bukan berarti semua persoalan dibiarkan tanpa penyelesaian.

Perlu Tegas, tetapi Tidak Terus Menekan

Dalam menghadapi pasangan, diperlukan pola tarik-ulur. Artinya, ada saatnya suami bersikap tegas, tetapi ada pula waktu untuk memberikan jeda.

Baca Juga: Ustaz Adi Hidayat Jelaskan Makna Maulid Nabi dan Cara Menyikapinya

Ia mencontohkan, ketika terjadi pertengkaran atau kemarahan, suami tidak harus terus membawa persoalan tersebut sepanjang hari. Ada waktunya untuk berhenti membahas masalah dan kembali membangun suasana yang lebih baik bersama pasangan.

Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua hal dalam rumah tangga perlu dipersoalkan.

Hal-hal yang bersifat mubah atau dibolehkan, menurutnya, sebaiknya dibiarkan. Misalnya, persoalan mengenai pakaian atau pilihan makanan yang sebenarnya tidak menyangkut perkara besar.

Baca Juga: Tiga Cara Allah Menjawab Doa Menurut Ustaz Adi Hidayat, Tidak Selalu Sesuai Permintaan

Daripada memperpanjang persoalan kecil, suami dinilai lebih baik mengikuti alur dan menjaga komunikasi agar tidak berubah menjadi pertengkaran.

Jangan Terlalu Meresapi Setiap Ucapan

Ustaz Muhammad Nuzul Dzikri juga mengingatkan para suami agar tidak terlalu meresapi seluruh perkataan yang keluar ketika istri sedang mengomel.

Baca Juga: Ustazah Aisyah Dahlan: Perempuan Berkarya Bukan Berarti Ikut Mencari Nafkah

Menurutnya, pola omelan tetap perlu dibahas jika menjadi persoalan dalam rumah tangga. Namun, setiap kalimat yang diucapkan ketika emosi tidak perlu terus-menerus dipikirkan dan dimasukkan ke dalam hati.

Jika setiap ucapan dipikirkan secara berlebihan, suami dapat merasa tidak dihargai sebagai kepala rumah tangga atau merasa harga dirinya direndahkan.

Ia kemudian mengibaratkan bahwa jika seseorang ingin melakukan tadabbur, sebaiknya yang ditadabburi adalah ayat-ayat Alquran, seperti Surah Al-Fatihah, bukan setiap ucapan pasangan ketika sedang marah.

Baca Juga: Tidak Menghargai Suami Bisa Jadi Dosa yang Tak Disadari, Ini Penjelasan Ustaz Syafiq

Jangan Menuntut Pasangan Sempurna

Persoalan lain yang dapat membuat suami kecewa dan frustrasi, menurutnya, adalah ekspektasi terhadap pasangan.

Suami terkadang menginginkan istrinya sempurna. Padahal, tidak ada manusia yang sempurna, termasuk dirinya sendiri.

Baca Juga: Sudah Berusaha tapi Belum Berhasil? Ustaz Abdul Somad Ingatkan Pentingnya Tawakal dan Husnuzan

Karena itu, karakter dan keunikan perempuan tidak seharusnya dianggap sebagai penghalang kebahagiaan dalam rumah tangga.

Kebahagiaan suami tidak bergantung pada kesempurnaan istrinya. Begitu pula kebahagiaan istri tidak bergantung pada kesempurnaan suaminya.

Menurutnya, dasar kebahagiaan rumah tangga adalah iman dan tauhid kepada Allah serta bagaimana keduanya diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Ustaz Abdul Somad Sarankan Jeda Minum Setelah Makan dan Ikuti Sunah Nabi

Fokus pada Urusan yang Lebih Besar

Daripada terus memikirkan setiap perkataan pasangan, suami dinilai perlu mengarahkan perhatian pada hal-hal yang lebih penting dalam keluarga.

Di antaranya adalah memikirkan ketakwaan keluarga, visi dan misi rumah tangga ke depan, serta masa depan anak-anak.

Baca Juga: Ingin Selamat dari Siksa Kubur dan Neraka? Ini Amalan yang Dianjurkan

Dengan demikian, persoalan kecil tidak mengambil terlalu banyak energi dalam kehidupan rumah tangga.

Nasihat tersebut pada akhirnya menekankan pentingnya kesabaran, ketegasan yang tepat, kemampuan memberi jeda, serta tidak menuntut pasangan menjadi manusia sempurna.

Rumah tangga, menurut pesan yang disampaikan dalam kajian tersebut, bukan tentang mencari pasangan yang tanpa kekurangan, melainkan bagaimana iman dan tauhid menjadi dasar dalam menjalani kehidupan bersama.

Wallahua'lam bishawab 

Editor : Silvina
Ustaz Muhammad Nuzul Dzikri istri sering ngomel suami istri rumah tangga keluarga