Ustaz Abdul Somad Ingatkan Nikmat bagi Orang Zalim Bisa Menjadi Istidraj

Silvina • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 13:10 WIB
Ilustrasi seorang muslim merenungkan ujian kehidupan dan makna nikmat serta penderitaan dalam pandangan Allah Subhanahuwata’ala.
Ilustrasi seorang muslim merenungkan ujian kehidupan dan makna nikmat serta penderitaan dalam pandangan Allah Subhanahuwata’ala.

 

PONTIANAK POST – Kehidupan seseorang tidak selalu dapat dinilai hanya dari banyaknya kesenangan atau kesulitan yang dialami. Orang yang taat beribadah bisa menghadapi berbagai penderitaan, sementara orang yang melakukan maksiat terkadang terlihat hidup dalam kenyamanan.

Hal tersebut dijelaskan Ustaz Abdul Somad dalam YouTube Shorts yang diunggah akun adjichusumall9766 pada 13 September 2026.

Mengapa Orang Taat Mengalami Penderitaan?

Baca Juga: Pidato UAS di HUT Kemerdekaan, Singgung Hak Rakyat, Kritik Keras Pengelola Negara

Ustaz Abdul Somad mengangkat pertanyaan mengenai orang yang taat menjalankan salat, puasa, zakat, dan mengaji, tetapi kehidupannya dipenuhi kesakitan serta penderitaan.

Di sisi lain, ia menggambarkan adanya orang yang melakukan perbuatan seperti meminum khamar, berzina, korupsi, menipu, dan berbohong, tetapi justru terlihat hidup tenang serta berkecukupan.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa semata-mata dipandang dari apa yang terlihat dalam kehidupan dunia.

Baca Juga: Ustaz Abdul Somad Bagikan Bacaan untuk Orang Sakit, Ijazah Amalan dari Guru di Sudan

Nikmat bagi Orang Zalim Disebut Istidraj

Ustaz Abdul Somad menjelaskan, kenikmatan yang diperoleh orang zalim dapat menjadi bentuk azab yang disebut istidraj. Dalam penjelasannya, seseorang dapat terus diberi kenikmatan hingga akhirnya datang azab Allah.

Ia menyampaikan bahwa Nabi pernah mengatakan Allah memberikan nikmat kepada orang-orang zalim. Orang zalim tersebut diberi kesempatan melalui nikmat yang diperolehnya hingga ketika azab datang, tidak ada lagi kesempatan baginya.

Baca Juga: Kiat Mendidik Anak di Zaman Sulit, Simak Pesan Ustaz Abdul Somad kepada Para Orang Tua

Menurut penjelasan tersebut, kenikmatan yang telah dihabiskan di dunia tidak dapat dijadikan ukuran bahwa seseorang memperoleh keselamatan di akhirat.

Penderitaan Bisa Menghapus Dosa

Sebaliknya, Ustaz Abdul Somad menjelaskan bahwa seseorang yang mengalami penderitaan di dunia tidak selalu berada dalam keadaan buruk.

Baca Juga: Pikiran Buruk Terlintas di Hati, Apakah Tetap Dihisab? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Ia menyampaikan gambaran tentang seseorang yang menjalani kehidupan penuh penderitaan hingga tidak lagi memiliki dosa. Bahkan, dosa tersebut digambarkan telah dihapuskan Allah SWT meskipun ukurannya sangat kecil.

Karena itu, kesulitan yang dialami seseorang tidak dapat langsung dimaknai sebagai bentuk kemurkaan Allah. Begitu pula kenikmatan yang diterima seseorang tidak selalu menunjukkan bahwa dirinya berada dalam keadaan yang diridai.

Melihat Kehidupan dari Cara Pandang Allah

Baca Juga: Ustaz Abdul Somad Sarankan Jeda Minum Setelah Makan dan Ikuti Sunah Nabi

Ustaz Abdul Somad kemudian mengajak untuk melihat kehidupan tidak hanya berdasarkan cara pandang manusia. Menurutnya, seseorang perlu berusaha memahami berbagai keadaan berdasarkan cara pandang Allah SWT.

Pesan tersebut menekankan bahwa kesenangan dan penderitaan yang terlihat di dunia memiliki makna yang tidak selalu sama dengan penilaian manusia terhadapnya.

Wallahua'lam bishawab 

Editor : Silvina
ujian hidup istidraj orang zalim Ustaz Abdul Somad nikmat allah