Jangan Buka Pintu Utang, Ustaz Khalid Basalamah Ingatkan Ancaman Utang bagi Muslim

Silvina • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 14:11 WIB
Ilustrasi seseorang mempertimbangkan utang untuk memenuhi kebutuhan rumah, kendaraan, dan barang lainnya
Ilustrasi seseorang mempertimbangkan utang untuk memenuhi kebutuhan rumah, kendaraan, dan barang lainnya

 

PONTIANAK POST- Jangan membuka pintu utang jika belum memiliki kebutuhan yang mendesak. Pesan tersebut disampaikan Ustaz Khalid Basalamah saat mengingatkan umat Islam mengenai beratnya tanggungan utang.

Dalam video yang dibagikan melalui YouTube Shorts @penyejuksunnah pada 20 September 2026, ia menyoroti kebiasaan berutang untuk berbagai kebutuhan, mulai dari rumah, motor, mobil hingga HP.

Utang Jangan Dipaksakan

Baca Juga: Ustaz Khalid Basalamah Ingatkan Foto Profil Media Sosial Bisa Menjadi Media Sihir, Ini Penjelasannya

Menurut Ustaz Khalid, umat Islam tidak boleh membuka utang kecuali terdapat uzur. Ia juga mengingatkan mengenai hadis Nabi yang menyebutkan bahwa orang yang mati syahid diampuni seluruh dosanya kecuali utangnya.

Dalam hadis lain, disebutkan bahwa ruh seorang mukmin bergantung antara langit dan bumi selama utangnya belum dibayar. Hal itu menjadi gambaran mengenai beratnya tanggungan utang yang belum diselesaikan.

Pilih Sesuai Kemampuan

Baca Juga: Gaji Besar tapi Jauh dari Keluarga, Ustaz Khalid Basalamah Sarankan Pilihan Ini

Ustaz Khalid  juga mengingatkan agar seseorang tidak memaksakan diri memiliki rumah apabila memang belum mampu. Menurutnya, menyewa atau mengontrak rumah tidak menjadi persoalan ketika belum memiliki kemampuan untuk membeli rumah sendiri.

Hal serupa berlaku untuk kendaraan. Jika kemampuan seseorang baru sebatas menggunakan sepeda, maka tidak perlu memaksakan diri membeli motor. Jika sudah mampu membeli motor, kebutuhan tersebut juga tidak perlu dipaksakan lebih jauh.

Menabung Sebelum Membeli

Baca Juga: Bukan Sekadar Ujian, Ustaz Khalid Basalamah Ungkap Hikmah Sakit dalam Islam

Ustaz Khalid Basalamah lantas  mengingatkan bahwa memaksakan pembayaran utang setiap bulan memiliki risiko, terutama jika seseorang meninggal sebelum utang tersebut selesai dibayar.

Selain itu, keterlambatan pembayaran juga dapat menimbulkan bunga riba yang disebutnya dapat membuka persoalan dosa lainnya.

Karena itu, ia mengajak umat Islam untuk menyesuaikan kebutuhan dengan kemampuan, disertai doa, usaha, dan ikhtiar. Menabung hingga memiliki uang tunai sebelum membeli sesuatu disebut sebagai pilihan yang lebih aman dalam memenuhi kebutuhan.

Editor : Silvina
Khalid Basalamah nasihat Islam bahaya utang utang dalam Islam hukum utang