5 Catatan Penting Qadha Puasa Ramadan, Jangan Lupa Niat Sejak Malam

Silvina • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 10:01 WIB
Ilustrasi seorang muslim menunaikan qadha puasa Ramadan dengan niat sejak malam hari.
Ilustrasi seorang muslim menunaikan qadha puasa Ramadan dengan niat sejak malam hari.

 

PONTIANAK POST – Qadha puasa Ramadan memiliki sejumlah ketentuan yang perlu diperhatikan, mulai dari waktu pelaksanaan hingga niat dan aturan ketika puasa qadha dibatalkan.

Berikut lima catatan penting qadha puasa yang diringkas dari Rumaysho.

1. Sebaiknya Segera Mengqadha

Baca Juga: Utang Puasa Ramadan Belum Lunas? Ini 7 Aturan Qadha yang Perlu Diketahui

Qadha puasa Ramadan sebaiknya dilakukan segera dan tidak ditunda-tunda. Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahuwata’ala:

أُولَئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ

“Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.”

Baca Juga: Puasa Sunnah Tak Sekadar Menahan Lapar, Ini Pengaruhnya bagi Kedekatan Hamba kepada Allah

Ayat tersebut terdapat dalam QS. Al-Mu’minun ayat 61.

2. Qadha Tidak Boleh Sembarangan Dibatalkan

Puasa qadha merupakan puasa wajib. Karena itu, puasa yang sedang dijalankan tidak boleh dibatalkan kecuali terdapat uzur yang dibolehkan, sebagaimana halnya puasa Ramadan.

Baca Juga: Macam-Macam Puasa dalam Islam, Ada yang Wajib, Sunnah, Makruh hingga Haram

3. Tidak Harus Berturut-turut

Qadha puasa tidak wajib dilakukan secara berturut-turut. Jika memiliki beberapa hari utang puasa, pelaksanaannya boleh dilakukan secara terpisah.

Allah Subhanahuwata’ala berfirman:

Baca Juga: Ustaz Adi Hidayat Ungkap Ciri Orang Bangkrut di Akhirat Meski Rajin Salat dan Puasa

فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

“Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.”

Ketentuan tersebut terdapat dalam QS. Al-Baqarah ayat 185. Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma juga menyatakan tidak mengapa qadha puasa dilakukan tidak berurutan.

Baca Juga: Puasa Arafah Bisa Hapus Dosa Dua Tahun, Begini Cara Memahaminya

4. Wajib Berniat pada Malam Hari

Qadha puasa Ramadan wajib disertai niat pada malam hari sebelum Subuh. Ketentuan ini berbeda dengan puasa sunnah yang boleh diniatkan pada pagi hari hingga sebelum zawal.

Dari Hafshah Ummul Mukminin radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Baca Juga: Pahala Besar Dibalik Puasa Syawal dan Cara Menunaikannya Menurut Ulama

مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

“Barangsiapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa untuknya.”

Hadis tersebut diriwayatkan oleh Abu Daud, Tirmidzi, An-Nasai, dan Ibnu Majah. Sementara itu, puasa sunnah dapat diniatkan pada siang hari sebelum waktu zawal.

Baca Juga: Bolehkah Puasa Qadha dan Syawal Digabung ? Ini Penjelasan UAS dan Buya Yahya

5. Berhubungan Intim Saat Qadha Tidak Wajib Kafarah

Jika seseorang sedang menjalankan qadha puasa kemudian berhubungan intim pada siang hari, ia tidak dikenai kafarah berat. Kewajibannya adalah mengqadha kembali puasa tersebut dan bertaubat.

Kafarah berat, yaitu memerdekakan budak atau, jika tidak mampu, berpuasa dua bulan berturut-turut atau memberi makan 60 orang miskin, berlaku untuk pelanggaran puasa Ramadan.

Wallahua'lam bishawab 

Editor : Silvina
puasa wajib aturan qadha qadha puasa Ramadan niat qadha puasa kafarah puasa