Secara tidak sadar korban melihat bahwa alamat website yang dikunjungi benar, sehingga masuk ke dalam jebakan.
Akibatnya, perangkat milik korban terinfeksi oleh malware yang dapat mengirimkan data-data pribadi korban ke si hacker.
Dengan mencuri data pribadi korban, pelaku kejahatan dapat menguras seluruh uangnya.
Baca Juga: CEK FAKTA: [Hoaks] Sri Mulyani Resmi Hentikan Gaji ke-13 Pegawai Negeri Sipil (PNS)
Karena itu, kita wajib cari tahu modus kejahatan ini untuk meminimalkan risiko menjadi korbannya.
Dikutip dari situs resmi BCA, berikut ciri-ciri situs palsu kejahatan siber.
1. Jika di-copy paste ke WhatsApp atau aplikasi media sosial lain, keduanya terlihat sama. Tetapi jika di-paste ke browser terpercaya, website palsu tidak akan terbaca sebagai URL website resmi. Misalnya klikbca.com palsu akan terbaca sebagai URL yang lain.
2. Pada perangkat tertentu, website palsu bisa terlihat sama persis dengan website aslinya. Alamat website yang menggunakan punycode tidak muncul hyperlink-nya hanya terlihat sebagai teks biasa atau berwarna hitam, bukan teks hyperlink yang bisa diklik atau berwarna biru.
Baca Juga: CEK FAKTA: [Hoaks] Beredar Uang Rupiah Baru Redenominasi Senilai 1.0
Tips terhindar dari website palsu
Mengetahui modusnya saja bisa jadi kurang untuk menghindarinya. Sebab itu diperlukan kewaspadaan dalam melakukan segala transaksi perbankan.
Berikut tips untuk terhindar dari penipuan ini:
1. Tidak mengklik link mencurigakan
Pelaku kejahatan biasanya mengirim link ini melalui email, pesan singkat atau WhatsApp.
Hal ini dilakukan supaya mengarahkan korban untuk mengakses link tersebut dengan cara klik link tersebut.
Untuk itu, sebaiknya kamu tidak sembarangan mengklik atau mengakses link atau tautan yang diberikan oleh sumber yang tidak dikenal.
2. Kenali situs resmi bank
Supaya terhindar dari pelaku kejahatan yang mengatasnamakan bank, kamu perlu lebih kenal lagi dengan beberapa website resmi.
Website resmi diawali dengan https:// (ada huruf ‘s’ yang berarti secured), sedangkan website palsu tidak ada. Abaikan website yang menyerupai atau mengaku dari bank BCA.
Baca Juga: CEK FAKTA: [Hoaks] Bank Indonesia Beri Bantuan Produktif Rp125 Juta untuk Pelaku UMKM
3. Cek kembali link apakah mengandung punycode
Untuk menguji link yang diberikan asli atau palsu, kamu bisa meng-copy paste-nya di browser terpercaya.
Website yang menggunakan punycode, misalnya Cyrillic, akan muncul URL yang tidak beraturan formatnya berubah dari yang semula mirip URL website resmi (lihat contoh pada ciri-ciri website palsu point 1).
Kalau kamu menemukan link seperti itu, sudah dipastikan bahwa itu palsu.
Baca Juga: CEK FAKTA: [Hoaks] Presiden FIFA Minta Laga Indonesia Vs Guinea di Piala Asia U-23 Diulang
Alih-alih menyalin atau mengakses secara langsung dari link orang lain, ada baiknya kamu mengetik sendiri alamat website secara langsung pada browser atau gunakan bookmark terpercaya untuk mengakses situs tersebut.
Langkah ini lebih baik daripada klik langsung dari link yang diberikan.
5. Gunakan browser terpercaya, update secara rutin
Selalu gunakan browser terpercaya keamanan kamu.
Selalu update versi browser mu untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan dalam melakukan akses website di internet.
Langkah ini bisa meminimalkan kamu mengunjungi website palsu. (sya)
Editor : Syahriani Siregar