Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Cek Fakta: [Hoaks] Menkeu Purbaya Buka Kotak Pandora Utang Era Jokowi Rp24 Ribu Triliun

Miftahul Khair • Jumat, 7 November 2025 | 12:50 WIB
Konten di X dengan narasi utang luar negeri Indonesia mencapai Rp24 ribu triliun.
Konten di X dengan narasi utang luar negeri Indonesia mencapai Rp24 ribu triliun.

PONTIANAK POST – Beredar di media sosial X dan Facebook unggahan yang mengklaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut utang luar negeri Indonesia mencapai Rp24 ribu triliun.

Unggahan tersebut menampilkan foto Purbaya berdampingan dengan Presiden Joko Widodo dan mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani, disertai narasi bahwa utang itu berasal dari proyek besar seperti kereta cepat Jakarta–Bandung (Whoosh).

Lantas, benarkah Menteri Keuangan Purbaya pernah menyampaikan hal tersebut? Dan apakah benar total utang Indonesia mencapai Rp 24 ribu triliun?

Konten di Facebook dengan narasi utang luar negeri Indonesia mencapai Rp24 ribu triliun.
Konten di Facebook dengan narasi utang luar negeri Indonesia mencapai Rp24 ribu triliun.

Penelusuran Pontianak Post

Hasil penelusuran Pontianak Post berdasarkan verifikasi Tempo menunjukkan bahwa Menteri Keuangan tidak pernah menyatakan utang Indonesia sebesar Rp24 ribu triliun.

Angka itu pertama kali diucapkan oleh mantan Sekretaris BUMN Said Didu dalam program talk show di iNews pada 28 Oktober 2025.

Dalam acara itu, Said menuding Menkeu Purbaya telah “membuka kotak pandora” pemerintahan Jokowi dan menyebut kebijakan Sri Mulyani membuat utang negara dari empat rumpun meningkat dari Rp 8 ribu triliun menjadi Rp24 ribu triliun.

Pembawa acara Aiman Witjaksono kemudian menanggapi pernyataan tersebut dengan mengacu pada data resmi Sri Mulyani, yang menyebut total utang pemerintah pada 2024 hanya sekitar Rp10 ribu triliun yang terdiri dari utang jangka pendek dan panjang.

Said kemudian menjelaskan bahwa angka Rp24 ribu triliun itu mencakup utang pemerintah, utang BUMN, kewajiban pensiun, serta utang yang belum dibayar. “Angka Rp 10 ribu triliun itu hanya utang negara,” ujarnya.

Data Utang Pemerintah

Kementerian Keuangan menjelaskan bahwa utang pemerintah pusat bersumber dari pinjaman luar negeri, pinjaman dalam negeri melalui BUMN dan pemda, serta surat berharga negara (SBN).

Per Desember 2024, saat masa pemerintahan bergeser dari Presiden Jokowi ke Presiden Prabowo Subianto, total utang pemerintah tercatat sebesar Rp 8.680 triliun.

Jika ditambah kewajiban lainnya, nilainya mencapai Rp10.269 triliun, seperti dilaporkan oleh Tempo.

Selama sepuluh tahun pemerintahan Jokowi, jumlah utang pemerintah naik dari Rp 3.113 triliun pada 2015 menjadi Rp 8.680 triliun pada akhir 2024.

Peningkatan rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 9,14 persen terjadi pada 2020 akibat kebijakan penanganan pandemi Covid-19.

Pemerintah juga mengambil pinjaman baru untuk membiayai pembangunan infrastruktur dan pertahanan, termasuk proyek Bandara Kertajati serta kereta cepat Jakarta–Bandung Whoosh.

Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), I Wayan Nuka Lantara, menilai klaim Said Didu tidak berdasar dan tidak memiliki sumber data yang bisa diverifikasi. “Klaim itu tidak bisa diperiksa kebenarannya,” katanya dilansir dari Tempo.

Kesimpulan

Klaim yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan utang Indonesia mencapai Rp 24 ribu triliun tidak benar alias hoaks. (*)

Editor : Miftahul Khair
#Menkeu Purbaya #hoaks #Rp24 ribu triliun #cek fakta #utang luar negeri