“Selain melaksanakan tugas pokok menjaga perbatasan RI-Malaysia, Satgas Pamtas Yonif 407/PK juga turut membantu pemerintah dalam penanganan pekerja migran Indonesia (PMI) yang masuk melalui PLBN maupun jalur tidak resmi,” kata Dansatgas Pamtas Yonif 407/PK, Letkol Inf Catur Irawan di Pos Kotis Badau.
Catur menambahkan, personel Satgas bekerja sama dengan stakeholder lainnya mengawasi dan mendata PMI dari mulai kedatangan sampai dinyatakan bahwa PMI dalam keadaan sehat dan siap melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan. “Kalau PMI nya ada permasalahan baik dokumen maupun kesehatan, pihak imigrasi dan karantina kesehatan PLBN akan menindaklanjutinya,” uyar dia.
Dia menambahkan, personel Satgas di lapangan agar mengingatkan para PMI, apabila setibanya di tempat tujuan agar melakukan isolasi mandiri, dan melaporkan diri ke Ketua RT/RW atau petugas kesehatan setempat.
Sementara itu, Dansatgas Pamtas Yonif 642/Kps, Letkol Inf Alim Mustofa, juga telah melakukan kegiatan serupa di Pos Kotis Gabma Entikong, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau. Alim menyebutkan Pos Lintas Batas Negara tersebut banyak dilakui PMI dengan tujuan Kalbar, yang lainnya melanjutkan ke wilayah Jawa Timur, DKI, Banten, Jawa Tengah, Jawa Barat, NTT, NTB, Lampung dan wilayah Sulawesi.
“Sejak dari kedatangan PMI sudah kita lakukan protokol kesehatan, mulai dari cuci tangan, pemeriksaan suhu tubuh, penyemprotan disinfektan terhadap barang bawaan maupun rapid test,” kata Alim.
Untuk yang lainnya, Satgas Pamtas tetap memberikan imbauan kepada para PMI untuk melakukan karantina mandiri dan melapor kepada aparat desa setempat setibanya di tempat tujuan. “Selain itu kita imbau apabila PMI merasa kesehatannya terganggu untuk segera melakukan pemeriksaan kepada petugas kesehatan, agar dapat segera dilakukan upaya-upaya penanganan,” pungkas dia. (sti/r) Editor : Siti