Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Perempuan Jadi Garda Depan Ekonomi Sirkular dan Pengurang Emisi Karbon KPI

Aristono Edi Kiswantoro • Kamis, 18 Desember 2025 | 16:47 WIB

Mengolah limbah tekstil dan plastik menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus berkontribusi menekan emisi karbon dan mendorong ekonomi sirkular berbasis komunitas.
Mengolah limbah tekstil dan plastik menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus berkontribusi menekan emisi karbon dan mendorong ekonomi sirkular berbasis komunitas.

PONTIANAK POST - Kilang Pertamina Internasional (KPI) menjadikan perempuan sebagai aktor utama ekonomi sirkular dan pengurang emisi karbon.

Melalui program Rumah Berdaya KPI, puluhan perempuan tak hanya memperoleh keterampilan baru dan penghasilan berlipat, tetapi juga berkontribusi langsung menekan emisi dari limbah tekstil dan plastik.

“Sejak diluncurkan pada 2023, Rumah Berdaya KPI telah memberikan dampak nyata bagi 84 perempuan dan komunitas sekitarnya,” ujar Pjs Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani. Program ini dirancang sebagai ekosistem pemberdayaan yang menghubungkan pelatihan keterampilan dengan peluang pasar berkelanjutan.

Rumah Berdaya KPI membekali peserta dengan keterampilan menjahit dan daur ulang, sekaligus membuka ruang aman bagi perempuan untuk tumbuh dan mandiri secara ekonomi.

Hingga kini, tercatat 6.178 jam kerja produktif telah tercipta, dengan peningkatan pendapatan peserta mencapai tiga hingga empat kali lipat, serta potensi pendapatan hingga Rp10 juta per kelompok per bulan.

Dari sisi lingkungan, program ini berhasil mengolah 295,5 kilogram limbah tekstil dan plastik menjadi produk bernilai tambah, sekaligus menurunkan emisi karbon sebesar 5,15 ton CO₂e.

KPI memproyeksikan pada 2026 kapasitas daur ulang meningkat hingga 1 ton limbah, dengan potensi pengurangan emisi mencapai 16 ton CO₂e.

Dampak nyata juga dirasakan langsung oleh peserta. Salah satunya Eti (44), yang kini mengelola usaha jahit rumahan meski sebelumnya tak memiliki pengalaman.

Bersama 83 perempuan lainnya, ia terlibat dalam proyek daur ulang untuk merek fesyen ternama dan telah menyelamatkan lebih dari 255 kilogram limbah kain.

Komunitas Warakas bahkan mampu memproduksi ratusan produk komersial, seperti laptop sleeve dan kertas serut plastik.

Sebagai fasilitator, KPI memadukan pelatihan, pendampingan usaha, dan pembangunan ekosistem berkelanjutan. “Kami berkomitmen memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, sejalan dengan prinsip ESG,” tegas Milla.

Program ini dijalankan bersama mitra strategis Liberty Society Foundation, social enterprise bersertifikat B Corp yang fokus pada pemberdayaan perempuan rentan berbasis ekonomi sirkular.

CEO Liberty Society Foundation, Tamara Gondo, menilai kolaborasi ini membuktikan bahwa dampak sosial dan lingkungan dapat berjalan beriringan.

“Ini bukan sekadar kegiatan amal, melainkan inisiatif berkualitas tinggi dengan dampak nyata,” ujarnya.

Program Rumah Berdaya KPI resmi ditutup pada 11 Desember 2025, menandai berakhirnya dua tahun perjalanan transformasi sosial. KPI menegaskan, jejak perubahan yang ditinggalkan program ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan perempuan dapat menjadi kunci transisi ekonomi hijau yang berkelanjutan. **

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#emisi karbon #kilang #Pertamina #kpi #CSR