Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Ekspor Impor Kalbar Turun, Dominan Bahan Kimia Anorganik

Miftahul Khair • Sabtu, 5 Oktober 2024 | 11:55 WIB
KETERANGAN PERS: Kapolres Kayong Utara, AKBP Bambang Sukmo Wibowo, Wakil Bupati Kayong Utara Effendi Ahmad,  dan Kasat Reskrim Polres Kayong Utara,  AKP David Dino Sipahutar saat press release kasus pembunuhan di Dusun Tanjung Ru,  Desa Padang,  Kepulauan
KETERANGAN PERS: Kapolres Kayong Utara, AKBP Bambang Sukmo Wibowo, Wakil Bupati Kayong Utara Effendi Ahmad,  dan Kasat Reskrim Polres Kayong Utara,  AKP David Dino Sipahutar saat press release kasus pembunuhan di Dusun Tanjung Ru,  Desa Padang,  Kepulauan

PONTIANAK – Nilai ekspor Kalimantan Barat pada Agustus 2024 mengalami penurunan sebesar 6,60 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Berdasarkan data terbaru, nilai ekspor Kalimantan Barat turun dari USD177,33 juta pada Juli 2024 menjadi USD165,62 juta pada Agustus 2024.

“Nilai ekspor Kalimantan Barat Agustus 2024 turun 6,60 persen dibanding Juli 2024, yaitu dari USD177,33 juta menjadi USD165,62 juta. Jika dibandingkan periode Januari-Agustus 2024 terhadap periode yang sama tahun 2023, turun 1,71 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat Muhammad Saichudin dalam berita resmi statistik kemarin.

Tiga komoditas utama yang tetap mendominasi ekspor Kalimantan Barat pada bulan Agustus 2024 adalah bahan kimia anorganik, lemak dan minyak hewan/nabati, serta karet dan barang dari karet. Kontribusi dari ketiga golongan barang tersebut masing-masing mencapai 56,32 persen, 13,31 persen, dan 7,49 persen terhadap total nilai ekspor.

Tiongkok, Mesir, dan India menjadi tiga negara tujuan ekspor terbesar bagi Kalimantan Barat pada Agustus 2024. Ekspor ke Tiongkok tercatat sebesar USD47,14 juta, disusul Mesir dengan USD30,72 juta, dan India sebesar USD30,12 juta. Secara keseluruhan, ketiga negara ini menyumbang nilai ekspor sebesar USD107,98 juta, atau 65,20 persen dari total ekspor Kalimantan Barat.

Sebagian besar ekspor Kalimantan Barat pada Agustus 2024 masih didominasi oleh negara-negara Asia, dengan delapan negara utama yang berkontribusi sebesar 93,61 persen dari total ekspor. Sementara itu, ekspor ke negara lain seperti Jerman menyumbang 2,77 persen, dan sisanya, sebesar 3,62 persen, berasal dari negara lainnya.

Sementara itu, nilai impor Kalimantan Barat pada Agustus 2024 mengalami penurunan sebesar 19,72 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Berdasarkan data terbaru, impor Kalimantan Barat turun dari USD76,41 juta pada Juli 2024 menjadi USD61,34 juta pada Agustus 2024.

“Nilai impor Kalimantan Barat Agustus 2024 turun 19,72 persen dibanding Juli 2024, yaitu dari USD76,41 juta turun menjadi USD61,34 juta. Jika dibandingkan periode Januari-Agustus 2024 terhadap periode yang sama tahun 2023, naik 58,35 persen,” kata Saichudin.

Tiga golongan barang utama yang menyumbang terbesar pada impor Kalimantan Barat bulan ini adalah mesin-mesin/pesawat mekanik, bahan bakar mineral, dan kapal laut serta bangunan terapung. Ketiga kategori barang ini memberikan kontribusi masing-masing 34,02 persen, 15,90 persen, dan 14,36 persen, dengan total sumbangan mencapai 64,28 persen dari keseluruhan nilai impor.

Tiongkok, Malaysia, dan Singapura tetap menjadi tiga negara pemasok terbesar bagi Kalimantan Barat pada Agustus 2024. Impor dari Tiongkok mencapai 54,19 persen dari total impor, diikuti Malaysia dengan 31,87 persen, dan Singapura sebesar 6,11 persen. Secara keseluruhan, ketiga negara ini menyumbang USD56,54 juta atau 92,17 persen dari total impor Kalimantan Barat.

Sebagian besar impor Kalimantan Barat masih berasal dari negara-negara Asia, dengan lima negara utama menyumbang USD57,08 juta atau 93,06 persen dari total impor.

Sementara itu, impor dari negara lain seperti Rusia, Amerika Serikat, Ghana, dan Jerman berkontribusi sebesar 6,49 persen, dengan 0,45 persen sisanya berasal dari negara lainnya. (mse)

Editor : Miftahul Khair
#Ekspor Impor