Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Kemenperin-Apple Negosiasi Lagi Pekan Depan, Pemerintah Dorong Skema Investasi Fasilitas Produksi

Miftahul Khair • Sabtu, 4 Januari 2025 | 14:20 WIB
BARU: Tampilan iPhone 16 yang dirilis dengan desain baru dan warna yang makin cerah.
BARU: Tampilan iPhone 16 yang dirilis dengan desain baru dan warna yang makin cerah.

JAKARTA – Rencana investasi Apple di Indonesia terus bergulir. Rencananya, pekan depan, akan ada pembahasan lanjutan antara Kementerian Perindustrian dengan raksasa gawai dari AS itu.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan, Apple memang dikabarkan sudah menyampaikan wacana langkah investasi mereka. Namun, hal itu tidak serta merta menjadi alasan bagi pemerintah untuk kembali membuka keran impor bagi iPhone, termasuk produk terbarunya.

”Proposal masih belum sampai ke meja menteri. Kalau hanya sebatas wacana dan tidak disampaikan ke kementerian, kami tidak bisa menanggapi,” paparnya dalam keterangan tertulis.

Terkait wacana yang beredar, Agus mengaku mempunyai catatan. Catatan itu bakal disampaikan saat dirinya bertemu langsung dengan perwakilan Apple. Kemenperin sudah mengundang pewakilan Apple untuk datang ke Indonesia dan melakukan negosiasi. Pertemuan diagendakan pada 7–8 Januari. ”Kami jelas ingin berbicara langsung dengan (perwakilan) kantor pusat Apple dari AS,” paparnya. 

Dia menegaskan bahwa ⁠Apple masih harus menyelesaikan komitmen utang investasi sebesar USD 10 juta yang seharusnya disalurkan pada siklus 2020–2023.

Saat ini, produsen gawai itu punya dua opsi. Pertama, meningkatkan  tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dengan membangun fasilitas produksi di Indonesia. Artinya, Apple harus bernegosiasi dengan Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani.

Atau, mengikuti skema 3 TKDN, yakni inovasi. Namun, Apple harus menyerahkan proposal setiap tiga tahun untuk dinegosiasikan kepada Menperin. Skema itu pun diakui memperhatikan banyak faktor.

”Kami punya empat faktor dengan prinsip berkeadilan. Yakni, investasi Apple di negara lain; investasi produsen HKT (handphone, komputer genggam, dan tablet) di luar Apple di Indonesia; nilai tambah dan income bagi Indonesia; dan penyerapan tenaga kerja dalam ekosistem,” paparnya.

Pemerintah Indonesia juga sudah berkoordinasi dengan produsen HKT lain berkaitan dengan rencana menaikan nilai TKDN dari 35 persen ke 40 persen. Menurut dia, manfaat dari peningkatan nilai TKDN sangat terasa bagi manufaktur. Itu terlihat dari berkurangnya importasi produk-produk HKT masuk Indonesia. 

Agus menegaskan, pemerintah mendorong Apple untuk menggunakan skema 1, yaitu investasi fasilitas produksi atau pabrik. Hanya saja, Kemenperin mengingatkan bahwa komitmen membangun pabrik tidak bisa disamakan dengan global value chain.

”Tapi, kalaupun Apple tetap memilih menggunakan skema tiga (investasi inovasi), kami sudah siapkan perhitungan secara teknokratis mengenai nilai Apple perlu siapkan agar izin edar bisa terbit,” terang dia. (bil/fal)

Editor : Miftahul Khair
#Kemenperin #investasi #apple