Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bahan Kimia dan Minyak Nabati Jadi Pendorong Utama Ekspor Kalbar pada 2024

Miftahul Khair • Sabtu, 11 Januari 2025 | 14:58 WIB
Muhammad Saichudin
Muhammad Saichudin

 

PONTIANAK - Nilai ekspor Kalimantan Barat mengalami penurunan sebesar 2,71 persen dibandingkan Oktober 2024, yaitu dari USD192,92 juta menjadi US $ 187,70 juta. Namun, jika dibandingkan periode Januari-November 2024 dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, ekspor mencatatkan kenaikan sebesar 3,09 persen. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat, Muhammad Saichudin menyebutkan bahan kimia anorganik, lemak dan minyak hewan/nabati, serta karet dan barang dari karet menjadi tiga golongan barang unggulan ekspor Kalimantan Barat pada November 2024 dengan kontribusi masing-masing sebesar 53,58 persen, 28,96 persen, dan 7,26 persen terhadap total ekspor.

Barang lainnya seperti buah-buahan, kayu dan barang dari kayu, serta ampas/sisa industri makanan menyumbang 6,36 persen dari total ekspor dengan nilai sebesar USD11,95 juta.

“Secara keseluruhan, sepuluh golongan barang utama berkontribusi 99,05 persen terhadap total ekspor Kalimantan Barat dengan pertumbuhan bulanan sebesar 0,42 persen, dari USD185,14 juta menjadi USD185,91 juta,” kata Saichudin di Pontianak, siang kemarin.

Menurut Saichudin, India, Tiongkok, dan Oman menjadi negara tujuan ekspor terbesar dengan total kontribusi sebesar USD105,25 juta atau 56,07 persen dari total ekspor. Meskipun ekspor ke India mengalami penurunan sebesar 33,18 persen dibandingkan Oktober 2024, ekspor ke Tiongkok menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 119,13 persen.

“Delapan negara utama di kawasan Asia memberikan kontribusi sebesar 88,60 persen terhadap total ekspor Kalimantan Barat, sementara negara lainnya seperti Jerman menyumbang 2,74 persen,” kata Saichudin.

Sementara itu nilai impor Kalimantan Barat pada November 2024 juga mengalami penurunan sebesar 26,37 persen dibandingkan Oktober 2024, dari USD68,72 juta menjadi USD50,60 juta. Namun, jika dibandingkan secara tahunan, impor mencatatkan kenaikan sebesar 46,62 persen untuk periode Januari-November 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.

Saichudin menyebutkan mesin/peralatan listrik, bahan bakar mineral, dan mesin-mesin/pesawat mekanik menjadi penyumbang terbesar impor dengan kontribusi 62,13 persen terhadap total nilai impor.

Golongan barang lainnya seperti pupuk, kapal laut dan bangunan terapung, serta bahan kimia organik menyumbang 24,62 persen dengan nilai sebesar USD12,46 juta. 

Saichudin juga menyebutkan bahwa sepuluh golongan barang utama berkontribusi sebesar 95,99 persen terhadap total impor, meskipun mengalami penurunan nilai sebesar 25,14 persen dibandingkan Oktober 2024, dari USD64,88 juta menjadi USD48,57 juta.

Tiongkok, Malaysia, dan Mesir menjadi negara pemasok utama dengan kontribusi sebesar 84,70 persen dari total impor atau senilai USD42,86 juta.

“Sebagian besar impor berasal dari kawasan Asia dengan kontribusi 95,31 persen, sedangkan negara lainnya seperti Rusia dan Jerman menyumbang 3,60 persen terhadap total impor,” imbuhnya.

Meskipun terjadi penurunan pada nilai ekspor dan impor dibandingkan bulan sebelumnya, secara tahunan Kalimantan Barat menunjukkan pertumbuhan positif dalam perdagangan internasionalnya.

Barang unggulan seperti bahan kimia anorganik serta lemak dan minyak nabati tetap menjadi andalan ekspor, sementara kebutuhan terhadap mesin/peralatan listrik dan bahan bakar mineral mendominasi impor. (mse)

Editor : Miftahul Khair
#EKSPOR KALBAR