Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Sektor Furnitur Gandeng Perusahaan Australia

Miftahul Khair • Sabtu, 5 April 2025 | 14:05 WIB

 

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

PONTIANAK POST - Kementerian Perindustrian memacu kinerja industri furnitur dalam negeri. Tujuannya meningkatkan kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sekaligus memperluas pasar ekspor. Salah satu strateginya adalah memfasilitasi ketersediaan sumber daya manusia (SDM) industri yang terampil dan kompeten.

”SDM terampil di sektor furnitur menjadi salah satu kunci utama untuk mendorong kinerja industri furnitur dalam negeri. Terlebih lagi, Kemenperin memiliki Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal yang aktif mencetak SDM kompeten di sektor tersebut,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, kemarin (4/4).

Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak.

”Kerja sama dengan mitra merupakan satu hal penting yang dapat mendukung peningkatan kompetensi dan daya saing SDM industri. Kami sedang merintis banyak kerja sama dengan mitra luar negeri untuk mencetak SDM industri yang berdaya saing global,” urai Kepala BPSDMI Masrokhan.

Terbaru, Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) Kendal telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan CAD+T Australasia Pty/Ltd dan Universitas Pradita terkait peningkatan keterampilan SDM industri furnitur.

CAD+T Australasia Pty/Ltd adalah sebuah perusahaan di Sydney, Australia, yang bergerak di bidang perangkat lunak. Spesialisasinya adalah desain interior dan bisnis produksi sebagai solusi kebutuhan perusahaan manufaktur furnitur dengan memungkinkan metode kerja yang efisien dan produktif.

 “Kerja sama ini mencakup pengembangan kurikulum akademik yang menerapkan industri 4.0, peningkatan kompetensi dosen melalui pelatihan bersertifikat internasional, hingga fasilitasi lisensi perangkat lunak untuk kebutuhan pembelajaran,” beber Masrokhan

General Manager CAD+T Australasia Pty/Ltd William Dedella menyatakan, pihaknya membantu Polifurneka memperkuat penerapan industri 4.0 dalam pembelajaran mahasiswa di kampus. “Kami akan bantu mengintegrasikan perangkat lunak kami dalam kurikulum akademik untuk tiga tahun ke depan dan membuka peluang untuk pelaksanaan kuliah dari tenaga ahli kami di politeknik ini,” urai William. (agf/dio)

Editor : Miftahul Khair
#perusahaan #australia #Kerja sama #furnitur #industri