PONTIANAK POST - Di tengah maraknya penipuan berkedok investasi, Ismail Cawidu mengingatkan pentingnya membekali diri dengan kecerdasan finansial, terutama di era digital yang penuh dengan tawaran menggiurkan namun sering kali menjebak.
Ia pun memberikan beberapa tips membedakan investasi legal dan ilegal, agar masyarakat tidak mudah terjerumus dalam jebakan investasi bodong
- Cek legalitas perusahaan
Langkah pertama sebelum berinvestasi adalah memastikan legalitas perusahaan melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Kalau ingin berinvestasi, ceklah perusahaan tersebut di OJK.
Mengecek legalitas bisa menjadi tameng awal agar tidak mudah tergoda oleh penawaran-penawaran yang belum tentu memiliki dasar hukum.
Layanan ini bisa diakses secara online melalui situs resmi OJK.
- Waspadai iming-iming keuntungan tinggi
Banyak investasi ilegal memikat korban dengan menjanjikan keuntungan yang terlalu tinggi dan tidak masuk akal.
“Kalau sudah dijanjikan keuntungan tinggi tidak masuk akal, sudah pasti ini adalah sebuah investasi bodong,” katanya.
Investasi yang sehat justru membutuhkan waktu, perencanaan, dan analisis risiko yang matang. Tidak ada keuntungan besar yang datang dalam semalam.
- Perhatikan transparansi perusahaan
Perusahaan yang legal biasanya akan terbuka mengenai struktur organisasi, sumber pendapatan, dan mekanisme pengelolaan dana.
Selain itu, penting pula memahami bagaimana pengembalian dana akan dilakukan. Skema pengembalian yang tidak logis, sangat cepat, atau tidak dijelaskan secara rinci, patut diwaspadai.
Ia mengingatkan bahwa penting untuk mempelajari betul bagaimana produk investasi itu bekerja, dari mana keuntungan diperoleh, dan apa risikonya.
Kejelasan informasi adalah salah satu indikator legalitas.
- Hindari tekanan untuk segera berinvestasi
Salah satu tanda khas dari praktik ilegal adalah tekanan untuk segera mengambil keputusan tanpa waktu berpikir.
“Kalau ditekan terus, patut dicurigai perusahaan itu ilegal,” ujar Ismail.
Calon investor semestinya diberi ruang untuk menimbang, meneliti, dan berdiskusi sebelum menaruh uangnya.
Baca Juga: Danantara Dukung Penuh Sektor Perumahan, Menteri PKP: Arahan Langsung Presiden Prabowo
- Periksa rekam jejak
Menurut Ismail penting untuk melakukan penelusuran tentang sejarah perusahaan, siapa pendirinya, bagaimana ulasan masyarakat, serta apakah pernah terlibat kasus hukum.
Sebab, investasi yang sehat dan legal biasanya memiliki rekam jejak yang jelas, serta bisa diverifikasi dari berbagai sumber resmi. (sti)
Editor : Miftahul Khair