Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Perang Dagang Melandai, Harga Emas Terkoreksi

Miftahul Khair • Selasa, 13 Mei 2025 | 14:06 WIB
Karyawan menunjukkan produk emas BSI di Gedung BSI, Jakarta, Rabu (5/3/2025). Bank Emas menjadi new game changer bagi BSI untuk mengelola dan mengoptimalkan ekosistem dan bisnis emas.
Karyawan menunjukkan produk emas BSI di Gedung BSI, Jakarta, Rabu (5/3/2025). Bank Emas menjadi new game changer bagi BSI untuk mengelola dan mengoptimalkan ekosistem dan bisnis emas.

PONTIANAK POST - Harga emas global dan lokal pekan ini diprediksi terkoreksi. Hal tersebut terjadi saat tensi beberapa krisis geopolitik mulai melemah. Khususnya, perang dagang Amerika Serikat dengan Tiongkok yang mereda seiring masing-masing negara menurunkan tarif impor.

Analis dari Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugrah mengatakan bahwa awal pekan lalu, logam mulia melonjak signifikan dan mencetak level tertinggi dalam dua minggu terakhir di angka USD 3.357,63 per troi ons pada Selasa (6/5).

 “Kenaikan itu didorong oleh kombinasi dari melemahnya dolar AS (USD) dan meningkatnya permintaan safe haven akibat eskalasi ketegangan geopolitik India dan Pakistan serta negosiasi dagang AS – Tiongkok,’’ ucapnya, kemarin (12/5).

USD yang terkoreksi membuat emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan pun meningkat. Seiring berjalannya hari, harga logam mulia mulai menunjukkan tanda-tanda menurun.

“Koreksi ini dipicu oleh ekspektasi positif terhadap perkembangan negosiasi dagang AS-Tiongkok serta rilis data pekerjaan AS yang kuat,” ucapnya.

Secara teknikal, harga emas saat ini menunjukkan kecenderungan melemah. Berdasarkan kombinasi analisa candlestick dan indikator moving average, tren bullish pada XAUUSD mulai kehilangan momentumnya dan diperkirakan akan tetap melemah hingga pekan ini.

Meskipun demikian, peluang berbalik arah masih terbuka lebar. Andy memproyeksikan bahwa XAUUSD berpotensi mengalami rebound teknikal menuju area USD 3.500 jika tidak ada sentimen negatif yang mendominasi.

’’Level ini menjadi target atas yang realistis jika mendapatkan dukungan dari data ekonomi yang kurang solid atau meningkatnya ketegangan geopolitik,’’ paparnya.

Sementara itu, harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Senin (12/5) mengalami penurunan Rp23.000, kini harga emas menjadi Rp1.905.000 dari semula Rp1.928.000 per gram.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan turut merosot ke angka Rp1.754.000 per gram. Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP. (bil/dio/ant)

Editor : Miftahul Khair
#perang dagang #emas #Terkoreksi #harga