Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Jumlah Investor Saham RI Capai 7 Juta Orang

Aristono Edi Kiswantoro • Selasa, 3 Juni 2025 | 13:24 WIB

INVESTASI : Bupati Sambas terus dorong masuknya investasi di Kabupaten Sambas, diantaranya bertemu langsung dengan Ketum Kadin di Jakarta. IST
INVESTASI : Bupati Sambas terus dorong masuknya investasi di Kabupaten Sambas, diantaranya bertemu langsung dengan Ketum Kadin di Jakarta. IST

PONTIANAK POST - Jumlah investor saham di Indonesia resmi menembus angka 7 juta pada awal pekan ini, menandai tonggak penting dalam pertumbuhan pasar modal domestik.

Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah Single Investor Identification (SID) tercatat mencapai 7.001.268 per Senin, 26 Mei 2025.

Capaian ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 9,7% dibandingkan akhir 2024, ketika jumlah SID masih berada di angka 6,38 juta.

Kenaikan ini terjadi di tengah tekanan ekonomi global dan gejolak pasar yang cukup tajam, termasuk koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level 5.967 pada April lalu, sebelum kembali menguat ke posisi 7.175,819 per 28 Mei 2025.

Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, menyebut bahwa lonjakan jumlah investor menunjukkan ketahanan optimisme masyarakat terhadap prospek jangka panjang perekonomian nasional.

Bahkan ketika kebijakan tarif impor Amerika Serikat mulai memberi tekanan pada pasar global di awal 2025, minat masyarakat terhadap saham domestik tetap tinggi.

“Selama periode libur panjang Idul Fitri, misalnya, kami mencatat penambahan lebih dari 38.000 investor baru hanya dalam waktu dua minggu,” ungkap Jeffrey. Tepatnya, jumlah SID melonjak dari 6,7 juta pada 27 Maret menjadi 6,74 juta per 8 April 2025.

BEI menggarisbawahi bahwa peningkatan partisipasi harus diimbangi dengan penguatan infrastruktur informasi dan literasi keuangan.

Aplikasi IDX Mobile, yang kini telah diunduh oleh lebih dari 287.000 pengguna, bersama dengan kanal media sosial resmi BEI, menjadi sarana utama untuk memperluas edukasi pasar modal secara cepat dan inklusif.

Selain itu, jaringan Galeri Investasi BEI hampir mencapai 1.000 lokasi di seluruh Indonesia, didukung oleh lebih dari 6.000 Duta Pasar Modal yang aktif menyelenggarakan kegiatan edukatif di berbagai wilayah.

Program seperti Sekolah Pasar Modal (SPM), seminar, workshop, dan webinar juga terus digelar secara daring maupun luring, menjangkau seluruh lapisan masyarakat—dari pelajar hingga profesional dan pelaku industri.

Baca Juga: Pontianak Jadi Kota ke-15 Program Digitalisasi UMKM “Kota Masa Depan” dari Grab dan OVO

Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menegaskan bahwa pertumbuhan pasar modal tidak hanya bertumpu pada investor ritel.

“Kami juga berorientasi pada peningkatan partisipasi investor institusi dengan memperkuat keterlibatan domestik di transaksi pasar,” ujarnya. Menurut Iman, hal ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang BEI untuk membangun pasar modal yang transparan, dinamis, dan inklusif.

Dengan pertumbuhan jumlah investor yang solid, pasar modal Indonesia diposisikan untuk memainkan peran lebih besar dalam mendukung pembiayaan pembangunan nasional sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi terhadap ketidakpastian global.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#saham #asing #ihsg #investor #Domestik