Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Fundamental Kuat, J Trust Bank Bukukan Pertumbuhan Kredit dan DPK

Hanif PP • Selasa, 23 September 2025 | 19:36 WIB

 

Paparan Publik J Trust Bank ungkap kinerja positif dan strategi bisnis, Jakarta, 22 September 2025.
Paparan Publik J Trust Bank ungkap kinerja positif dan strategi bisnis, Jakarta, 22 September 2025.

PONTIANAK POST – PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank/Perseroan) menegaskan fundamental perusahaan berada dalam kondisi kuat. Hal itu disampaikan dalam Paparan Publik yang digelar pada Senin (22/9/2025) dengan agenda pemaparan kinerja Tahun Buku 2024 dan Semester I tahun 2025. Acara tersebut dihadiri jajaran direksi, di antaranya Direktur Keuangan dan Perencanaan Helmi A Hidayat serta Direktur Bisnis Widjaja Hendra.

Helmi mengungkapkan, J Trust Bank berhasil mencatatkan laba positif pada Tahun Buku 2024 dengan laba bersih sebesar Rp2,83 miliar. Kinerja itu semakin meningkat pada Semester I tahun 2025 dengan perolehan laba bersih mencapai Rp112,86 miliar.
“Katalis dalam peningkatan kinerja tersebut dipicu oleh pertumbuhan kredit sebesar 11,09 peresen (YoY) pada tahun 2024, menjadi Rp26,53 triliun dari sebelumnya Rp23,87 triliun. Pada Semester I 2025, pertumbuhan kredit juga masih berlanjut dengan kenaikan 8,59 persen (YTD) menjadi Rp28,81 triliun,” jelas Helmi.

Selain itu, dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami kenaikan. Tercatat DPK tumbuh 5,92 persen (YoY) pada 2024 menjadi Rp33,89 triliun dari Rp32,01 triliun, serta meningkat tipis 0,19 persen (YTD) pada Semester I 2025 menjadi Rp33,96 triliun.
Pertumbuhan kredit dan DPK tersebut berdampak pada meningkatnya Loan to Funding Ratio (LFR) Perseroan, dari 74,61 persen pada 2023 menjadi 78,25 persen pada 2024, serta mencapai 84,82 persen pada Semester I 2025.

Dari sisi efisiensi, J Trust Bank juga mampu menekan biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO). Rasio BOPO yang sebelumnya 99,12 persen di tahun 2023, turun menjadi 97,26 persen pada 2024, dan kembali turun signifikan menjadi 93,33 persen pada Semester I 2025.

“Ke depan, Perseroan menyiapkan beberapa strategi penguatan modal. Di antaranya melalui peningkatan keuntungan berbasis pendapatan biaya, pinjaman sindikasi, serta digitalisasi jaringan. Selain itu, kami juga tengah mengembangkan produk berbasis giro dan tabungan sebagai sumber dana murah untuk menekan cost of fund, serta memperluas ekspansi ke segmen komersial, korporasi, dan retail,” papar Helmi.

Sementara itu, Direktur Bisnis J Trust Bank, Widjaja Hendra, menekankan bahwa ekspansi bisnis yang dijalankan sejalan dengan arah kebijakan pemerintah. “J Trust Bank terus berfokus pada pengembangan segmen Commercial, Corporate, dan Retail. Kami bersemangat untuk mendukung pelaku usaha, khususnya di sektor pertanian, manufaktur, infrastruktur, dan energi terbarukan,” ujarnya.

Komitmen J Trust Bank terhadap pembiayaan berwawasan lingkungan juga ditunjukkan dengan portofolio kredit hijau. Per Juni 2025, nilai pembiayaan tersebut mencapai Rp2,7 triliun atau 9,36 persen dari total portofolio kredit perseroan. (ser)

Editor : Hanif
#pertumbuhan kredit #Penguatan Modal #Fundamental #J Trust Bank #strategi #laba semester I 2025