Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BPM Kalbar Ingatkan Potensi Celah Korupsi Program MBG, Minta Perketat Pengawasan

D
Penulis: Deny Hamdani❯
Ketua Umum BPM Kalbar, Gusti Eddy. (DOK PRIBADI)
Ketua Umum BPM Kalbar, Gusti Eddy. (DOK PRIBADI)

Advertisement

PONTIANAK POST — Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Barat yang dinilai masih menyimpan sejumlah celah dalam tata kelola dan pengawasan. Organisasi tersebut meminta pemerintah serta aparat penegak hukum memperkuat sistem pengawasan agar program strategis nasional itu berjalan transparan dan tepat sasaran.

Ketua Umum BPM Kalbar, Gusti Eddy, mengatakan pihaknya melihat sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian serius, mulai dari mekanisme birokrasi hingga dugaan lemahnya pengawasan terhadap mitra pelaksana program MBG di daerah.

Menurutnya, mekanisme bantuan pemerintah dalam program tersebut berpotensi memperpanjang rantai birokrasi sehingga membuka peluang praktik rente dan mengurangi efektivitas penggunaan anggaran untuk kebutuhan pangan masyarakat.

“Kita bersama harus bisa menutup celah-celah yang berpotensi menjadi kelemahan sistem yang dimiliki BGN,” kata Gusti Eddy dalam keterangan resminya.

Ia menilai, pola penyaluran bantuan yang terlalu panjang dapat berdampak pada berkurangnya porsi anggaran bahan pangan akibat adanya biaya operasional maupun biaya sewa yang muncul dalam proses pelaksanaan program.

Advertisement

Selain itu, BPM juga menyoroti potensi konflik kepentingan dalam penentuan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Gusti Eddy menyebut kewenangan yang dinilai masih terpusat serta belum jelasnya standar operasional prosedur (SOP) berpotensi menimbulkan persoalan dalam implementasi di lapangan.

“Transparansi dan akuntabilitas masih dinilai lemah, terutama dalam proses verifikasi dan validasi mitra, penentuan lokasi dapur, hingga pelaporan keuangan,” ujarnya.

BPM juga menyinggung adanya sejumlah dapur MBG yang disebut belum memenuhi standar teknis SPPG. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi keamanan pangan bagi penerima manfaat program.

Menurut Gusti Eddy, persoalan tersebut menjadi penting karena sebelumnya sempat muncul kasus dugaan keracunan makanan yang viral di Kalimantan Barat dan dikaitkan dengan pelaksanaan program serupa.

Ia menambahkan, hingga kini pihaknya juga belum melihat adanya indikator keberhasilan program yang terukur secara jelas, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

Advertisement

Artikel Terkait

Mahasiswa Bakal Gelar Aksi Sore Ini, Desak Dialog Terbuka dengan Gubernur dan DPRD

Mahasiswa Bakal Gelar Aksi Sore Ini, Desak Dialog Terbuka dengan Gubernur dan DPRD

Isu karhutla, MBG, dan BBM jadi sorotan. Sekitar 300 mahasiswa Kalbar gelar aksi di Gedung DPRD sore ini dan menuntut dialog langsung.

Program MBG di 13 Sekolah Kapuas Hulu Terhenti, Ini Alasannya

Program MBG di 13 Sekolah Kapuas Hulu Terhenti, Ini Alasannya

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di 13 sekolah Kapuas Hulu terhenti. Selain persoalan izin, keterlambatan distribusi juga jadi keluhan.

Ratusan Siswa Kembali Tumbang Usai Santap MBG, 230 Korban Dapat Penanganan Medis di Pati

Ratusan Siswa Kembali Tumbang Usai Santap MBG, 230 Korban Dapat Penanganan Medis di Pati

230 siswa di Pati diduga keracunan MBG, sementara kasus serupa di Sidoarjo menemukan sampel makanan terkontaminasi bakteri.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer