PONTIANAK POST– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, investor asing membukukan aksi beli bersih (net buy) Rp12,96 triliun sepanjang Oktober 2025, menandai kembalinya minat global ke Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Kinerja pasar modal domestik melanjutkan tren positif, didukung sentimen global yang membaik dan stabilitas ekonomi nasional,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi, Jumat (7/11).
Sepanjang Oktober, investor asing membeli saham senilai Rp179,61 triliun dan menjual Rp166,63 triliun, meski secara year to date (ytd) masih tercatat net sell Rp41,79 triliun.
Euforia pasar juga tercermin dari kapitalisasi pasar yang menembus Rp15.560 triliun, serta rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) Rp25,06 triliun, didorong investor individu domestik.
Jumlah investor baru melonjak tajam. Oktober saja menambah 520.000 investor, sehingga total sepanjang 2025 mencapai 4,31 juta orang, dan total investor hingga akhir Oktober 19,18 juta, naik 29 persen dibanding tahun lalu.
Data perdagangan Jumat (7/11) menunjukkan IHSG menguat 57,53 poin (0,69%) ke 8.394,59, menorehkan rekor tertinggi sepanjang sejarah BEI. Indeks LQ45 juga naik 0,69 persen ke 853,50.
Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menekankan, peningkatan jumlah investor menjadi bukti meningkatnya literasi dan kepercayaan publik.
Sepanjang Maret–Oktober 2025, BEI menggelar 101 kegiatan Road to CMSE di berbagai daerah, menjangkau lebih dari 185 ribu peserta, dan menambah 184 ribu investor baru.
CMSE 2025 sendiri menarik lebih dari 48 ribu pengunjung, meningkat 12,3 persen dibanding tahun lalu. Secara total, hingga Oktober, 14.993 kegiatan edukasi telah menjangkau 14,3 juta peserta, dengan 319.177 membuka rekening efek baru.
Dari sisi instrumen, pekan ini tercatat dua obligasi, satu sukuk, dan satu saham baru. Salah satunya, Obligasi Berkelanjutan II OKI Pulp & Paper Mills Tahap III dan Sukuk Mudharabah masing-masing senilai Rp750 miliar.
PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk menjadi emiten ke-24 tahun ini dengan dana IPO Rp158,4 miliar. Secara mingguan, kapitalisasi pasar BEI naik 3,09% menjadi Rp15.316 triliun, sementara IHSG melesat 2,83% ke 8.394,59 yang menjadi harga all time high atau tertinggi sepanjang sejarah. (ars/ant)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro