Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Modal Asing ke SRBI Dorong Kenaikan Utang Luar Negeri

Aristono Edi Kiswantoro • Kamis, 16 April 2026 | 22:15 WIB
Ilustrasi mengatur keuangan agar bisa terbebas dari utang.
Ilustrasi mengatur keuangan agar bisa terbebas dari utang.

 

PONTIANAK POST - Arus modal asing yang masuk ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) turut mendorong kenaikan utang luar negeri (ULN) Indonesia pada awal 2026.

Bank Indonesia mencatat posisi ULN Indonesia per Februari 2026 mencapai USD 437,9 miliar.

Angka tersebut meningkat dari posisi Januari yang sebesar USD 434,9 miliar.

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Anton Pitono mengatakan secara tahunan ULN tumbuh 2,5 persen.

Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan Januari yang sebesar 1,7 persen.

Menurut Anton, kenaikan ULN terutama berasal dari sektor publik, khususnya bank sentral.

Hal itu seiring meningkatnya kepemilikan investor asing pada instrumen SRBI.

“Kenaikan ini terkait aliran modal asing yang masuk ke SRBI,” ujarnya.

Sementara itu, utang luar negeri pemerintah tercatat sebesar USD 215,9 miliar.

Secara tahunan, ULN pemerintah tumbuh 5,5 persen meski laju pertumbuhannya mulai melambat dibandingkan bulan sebelumnya.

Pemerintah memanfaatkan ULN terutama untuk mendukung sektor-sektor strategis pembangunan.

Porsi terbesar dialokasikan untuk jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 22 persen.

Selanjutnya administrasi pemerintahan dan pertahanan sebesar 20,3 persen serta sektor pendidikan sebesar 16,2 persen.

Sebagian lainnya digunakan untuk sektor konstruksi, transportasi, dan pergudangan.

Di sisi lain, utang luar negeri sektor swasta justru mengalami penurunan.

Per Februari 2026, ULN swasta tercatat USD 193,7 miliar atau terkontraksi 0,7 persen secara tahunan.

Penurunan terjadi baik pada lembaga keuangan maupun perusahaan nonkeuangan.

Anton menjelaskan ULN swasta masih terkonsentrasi pada sejumlah sektor utama.

Di antaranya industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, listrik dan gas, serta sektor pertambangan.

Keempat sektor tersebut menyumbang lebih dari 80 persen total utang luar negeri swasta.

Bank Indonesia memastikan struktur ULN Indonesia masih tetap sehat dan terkendali.

Otoritas moneter juga menilai pemanfaatan utang luar negeri tetap diarahkan untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan menjaga stabilitas ekonomi. (ars)


Infografis – Fakta Penting

Poin Keterangan
Posisi ULN Februari 2026 USD 437,9 miliar
Posisi Januari 2026 USD 434,9 miliar
Pertumbuhan Tahunan 2,5%
ULN Pemerintah USD 215,9 miliar
Pertumbuhan ULN Pemerintah 5,5% YoY
ULN Swasta USD 193,7 miliar
Pertumbuhan ULN Swasta -0,7% YoY
Faktor Kenaikan Aliran modal asing ke SRBI

Perkembangan ULN 5 Bulan Terakhir

Bulan Nilai Pertumbuhan
Oktober 2025 USD 424,9 miliar 0,5% YoY
November 2025 USD 427,6 miliar 0,2% YoY
Desember 2025 USD 431,7 miliar 1,8% YoY
Januari 2026 USD 434,7 miliar 1,7% YoY
Februari 2026 USD 437,9 miliar 2,5% YoY

Sumber: Bank Indonesia

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#utang luar negeri Indonesia #SRBI Bank Indonesia #ekonomi Indonesia 2026 #utang pemerintah #Modal Asing