PONTIANAK POST – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Barat (Kalbar) menilai capaian pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 6,14 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan I 2026 menunjukkan aktivitas investasi dan sektor usaha di Kalbar masih bergerak positif.
Ketua Umum Kadin Kalbar, Arya Rizqi Darsono, mengatakan pertumbuhan ekonomi tersebut terutama terlihat pada sektor pertambangan, industri pengolahan, dan perdagangan yang masih menjadi penopang utama aktivitas usaha di daerah.
“Pertumbuhan 6,14 persen ini menunjukkan sektor usaha di Kalbar, khususnya pertambangan, industri pengolahan, dan perdagangan, masih tumbuh positif,” ujarnya saat diwawancarai Pontianak Post, Rabu (6/5).
Meski demikian, Arya menilai tantangan terbesar ke depan adalah memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga berkualitas dan dirasakan lebih merata oleh masyarakat.
Menurutnya, tekanan terhadap daya beli masyarakat masih menjadi persoalan serius, terutama bagi kelompok menengah bawah dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Masih ada tekanan pada daya beli, dan konsumsi rumah tangga, terutama di kelompok menengah bawah, dan pelaku UMKM,” jelasnya.
Ia menilai karakter pertumbuhan ekonomi Kalbar yang masih ditopang sektor berbasis komoditas dan ekstraktif memang mampu mendorong angka pertumbuhan secara cepat.
Namun, dampak berganda terhadap ekonomi masyarakat dinilai masih perlu diperkuat.
Karena itu, Arya mendorong pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat hilirisasi industri, pengembangan UMKM, serta peningkatan kualitas tenaga kerja lokal agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas.
“Perlu didorong hilirisasi, penguatan UMKM, peningkatan tenaga kerja lokal, serta pengembangan industri turunan agar manfaatnya lebih luas,” pesannya.
Ia menambahkan bahwa arah kebijakan ekonomi daerah ke depan sebaiknya tidak hanya berorientasi pada capaian angka pertumbuhan semata, melainkan juga pada dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi harus mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat fondasi ekonomi daerah secara berkelanjutan.
“Jadi, kami melihat arah pertumbuhan Kalbar saat ini sudah positif, namun aspek inklusivitas, dan pemerataan manfaat ekonomi tetap perlu menjadi fokus bersama ke depan,” tutupnya. (bar)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro