Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kopi Liberika Kalbar Tembus Pasar Dunia, Mulai Melirik Pembeli dari Dubai hingga Swedia

Novantar Ramses Negara • Senin, 11 Mei 2026 | 15:40 WIB
Kopi Kojal mengikuti World of Coffee Bangkok 2026. (ISTIMEWA)
Kopi Kojal mengikuti World of Coffee Bangkok 2026. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST – Kopi Kojal asal Kabupaten Kayong Utara, kembali menembus pasar internasional setelah tampil pada ajang World of Coffee Bangkok 2026. Keikutsertaan tersebut menjadi bukti penguatan daya saing kopi Liberika Kalimantan Barat di pasar specialty coffee global.

Keberhasilan Kopi Kojal, dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, ialah hasil dari program pembinaan dan pengembangan UMKM yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Bank Indonesia.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa UMKM Kalimantan Barat mampu naik kelas dan bersaing di pasar internasional melalui penguatan kualitas, inovasi, dan akses promosi global,” ujarnya Doni, di Pontianak, kemarin. 

Baca Juga: AVC Men’s Champions League 2026 Jadi Momentum Promosi Kopi Liberika Kayong Utara

Menurut Doni, Kopi Kojal berhasil lolos dalam kurasi nasional kopi binaan Bank Indonesia dan masuk dalam jajaran 20 kopi terbaik Indonesia. Bahkan, kopi tersebut menjadi kopi Liberika dengan nilai tertinggi se-Kalimantan.

Peningkatan kualitas itu terlihat dari skor cupping Kopi Kojal yang naik dari 84,42 pada 2025 menjadi 85,58 pada 2026. Karakter rasa yang semakin kuat dinilai mampu memenuhi standar pasar specialty coffee internasional.

Bank Indonesia Kalbar, lanjut Doni, tidak hanya fokus pada peningkatan penjualan UMKM, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan mulai dari sektor hulu hingga hilir.

“Pendampingan dilakukan melalui pembinaan petani, pengembangan metode pasca panen, standardisasi mutu, peningkatan nilai tambah produk, hingga pembukaan akses pasar internasional,” jelasnya.

Baca Juga: Kopi Liberika Jadi Identitas Kalbar, Pengembangan dari Hulu hingga Hilir Terus Digenjot

Partisipasi Kopi Kojal pada World of Coffee Bangkok 2026 juga menghasilkan Letter of Intent (LoI) dari sejumlah buyer internasional asal Singapura, Dubai, Thailand, dan Swedia, serta buyer nasional. Potensi transaksi yang dihasilkan diperkirakan mencapai 84.875 dolar AS per tahun atau sekitar Rp1,4 hingga Rp1,7 miliar.

Doni menilai capaian tersebut membuktikan kopi Liberika Kayong Utara memiliki peluang besar menjadi komoditas unggulan baru Kalimantan Barat di pasar global.

Ia menambahkan, keberhasilan Kopi Kojal juga memperlihatkan efektivitas pendekatan pengembangan UMKM berbasis riset dan inovasi yang dijalankan Bank Indonesia sejak 2019. Salah satunya melalui pengembangan protokol pasca panen Liberika yang mampu meningkatkan kualitas cita rasa kopi secara signifikan.

“Ke depan, kami akan terus memperluas pembinaan UMKM melalui penguatan produktivitas, digitalisasi, akses pembiayaan, business matching, dan promosi internasional agar semakin banyak UMKM Kalimantan Barat mampu menembus pasar ekspor,” pungkasnya. (mse)

Editor : Miftahul Khair
#kopi kojal #World of Coffee Bangkok 2026 #UMKM #bank indonesia #kopi liberika