
PONTIANAK POST – Ekspor Kalimantan Barat Juni 2026 mencatat lonjakan signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat melaporkan nilai ekspor mencapai US$207,53 juta, meningkat 29,16 persen dibandingkan Mei 2026 yang sebesar US$160,68 juta. Di tengah kenaikan impor, Kalimantan Barat tetap membukukan surplus neraca perdagangan sebesar US$96,23 juta, menunjukkan sektor ekspor masih menjadi penopang utama perekonomian daerah.
Secara kumulatif, nilai ekspor periode Januari–Juni 2026 juga meningkat 2,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini mencerminkan tetap kuatnya permintaan pasar internasional terhadap sejumlah komoditas unggulan Kalimantan Barat.
Industri Kimia dan Sawit Menjadi Mesin Penggerak Ekspor
Tiga kelompok komoditas menjadi tulang punggung ekspor Kalimantan Barat pada Juni 2026. Bahan Kimia Anorganik (HS28) menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 51,33 persen, disusul Lemak dan Minyak Hewan/Nabati (HS15) atau produk sawit sebesar 36,07 persen, serta Berbagai Produk Kimia (HS38) sebesar 4,10 persen.
Sementara itu, komoditas karet dan barang dari karet (HS40), buah-buahan (HS08), serta ampas dan sisa industri makanan (HS23) turut menopang ekspor dengan kontribusi gabungan 5,37 persen atau senilai US$11,14 juta.
Secara keseluruhan, sepuluh golongan barang utama menyumbang 99,17 persen dari total ekspor Kalimantan Barat pada Juni 2026. Hal ini menunjukkan struktur ekspor daerah masih didominasi oleh komoditas berbasis sumber daya alam dan industri pengolahan.
Malaysia Tetap Menjadi Pasar Utama
Malaysia masih menjadi negara tujuan ekspor terbesar Kalimantan Barat dengan nilai US$79,01 juta, disusul India sebesar US$26,70 juta dan Italia US$20,47 juta.
Ketiga negara tersebut menyerap produk ekspor Kalimantan Barat senilai US$126,18 juta atau 60,80 persen dari total ekspor Juni 2026.
Menariknya, dibandingkan Mei 2026, ekspor ke Malaysia melonjak 86,34 persen, ke India meningkat 115,67 persen, sedangkan ke Italia melonjak hingga 166,19 persen. Dari sisi kawasan, pasar Asia masih mendominasi dengan kontribusi 71,44 persen terhadap total ekspor Kalimantan Barat.
Impor Ikut Naik, Didominasi Mesin dan Bahan Bakar
Di sisi lain, nilai impor Kalimantan Barat pada Juni 2026 juga meningkat 11,84 persen, dari US$99,52 juta menjadi US$111,30 juta.

