PONTIANAK POST— Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyoroti peran penting Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, dalam mendukung program swasembada pangan nasional melalui ekspor jagung ke Malaysia.
Dalam laporannya dalam panen raya jagung serentak kuartal II/2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), Kapolri menyampaikan bahwa program penanaman jagung yang dijalankan Polri pada 2025 berhasil menghasilkan 3,9 juta ton jagung dari lahan seluas 661.112 hektare.
Capaian ini disampaikan dalam agenda panen raya jagung serentak Kuartal II tahun 2026 yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Tuban, Jawa Timur.
Produksi Jagung Polri Capai Jutaan Ton
Kapolri menjelaskan bahwa kontribusi Polri terhadap sektor pangan nasional terus meningkat.
Selain produksi 3,9 juta ton pada 2025, Polri juga mencatat peningkatan produksi jagung nasional sebesar 6,74 persen atau sekitar 1,8 juta ton dibanding tahun sebelumnya.
Untuk tahun 2026, Polri masih memiliki potensi pengembangan lahan jagung seluas 1,37 juta hektare di berbagai wilayah Indonesia.
Ekspor 100 Ton Jagung Bengkayang Jadi Sorotan
Salah satu capaian yang menjadi perhatian adalah ekspor 100 ton jagung dari Kabupaten Bengkayang ke Malaysia melalui PLBN Jagoi Babang, Kalimantan Barat.
Kapolri menyebut ekspor ini menjadi bagian dari strategi memperkuat ekosistem pangan nasional sekaligus membuka akses pasar internasional bagi petani.
“Sebanyak 100 ton jagung hasil panen tersebut akan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang,” ujar Kapolri dalam laporannya.
Bengkayang Jadi Titik Strategis Pangan Perbatasan
Ekspor jagung dari Bengkayang dilakukan melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang dengan melibatkan 10 truk pengangkut hasil panen.
Kegiatan ini juga menjadi simbol penguatan peran wilayah perbatasan sebagai pintu ekspor komoditas pertanian Indonesia.
Selain meningkatkan nilai ekonomi, pola perdagangan ini juga memberi keuntungan langsung bagi petani melalui harga pembelian jagung di tingkat lokal.
Harga Petani dan Ekosistem Pangan Nasional
Kapolri menjelaskan bahwa koperasi membeli jagung petani dengan harga Rp6.500 per kilogram dan menjualnya ke Malaysia seharga Rp7.000 per kilogram.
Selisih harga tersebut menciptakan margin keuntungan yang tetap menguntungkan petani sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem perdagangan pangan.
Model ini disebut sebagai salah satu strategi untuk memperkuat stabilitas harga dan distribusi hasil pertanian.
Bengkayang Didorong Jadi Sentra Jagung Nasional
Pemerintah daerah dan Provinsi Kalimantan Barat sebelumnya juga menargetkan Bengkayang menjadi salah satu sentra utama produksi jagung nasional.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menegaskan bahwa penguatan sektor pertanian menjadi bagian dari visi swasembada pangan nasional dan Indonesia Emas 2045.
Ia menilai pertanian kini bukan hanya sektor tradisional, tetapi telah menjadi pilar ekonomi daerah.
Momentum Swasembada Pangan Nasional
Dengan capaian produksi besar, ekspor perdana, dan penguatan peran daerah perbatasan, Bengkayang kini diposisikan sebagai salah satu wilayah strategis dalam peta ketahanan pangan Indonesia.
Pemerintah berharap model integrasi produksi, koperasi, dan ekspor ini dapat diperluas ke daerah lain untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar pangan global. (ars)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro