PONTIANAK POST – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus mengalami tekanan pada penutupan perdagangan hari ini.
Kurs rupiah melemah ke angka Rp17.668 per dolar AS dari posisi sebelumnya sebesar Rp17.597.
Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa memastikan pemerintah terus mengambil langkah nyata untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.
Salah satu strateginya adalah dengan terlibat lebih aktif di dalam pasar obligasi domestik.
"Kita sudah masuk ke bond market bertahap. Asing juga sudah masuk juga, jadi seharusnya ke depan, minggu-minggu ini akan lebih stabil,” ujar Menkeu Purbaya.
Pernyataan tersebut ia sampaikan usai menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/5).
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp17.668, BI Optimistis Segera Stabil
Purbaya menegaskan komitmennya untuk mengawal pasar keuangan secara harian.
"Saya akan masuk setiap hari ke bond market," kata Menkeu menambahkan.
Pemerintah berencana menjalankan skema Dana Stabilisasi Obligasi (Bond Stabilization Fund) menggunakan anggaran yang tersedia.
Terkait jumlah dana, Purbaya meminta Rp2 triliun setiap harinya mengalir ke pasar obligasi.
"Kita masih punya beberapa tempat, itu kan hanya cash management saja. Jadi tidak masalah," jelas Purbaya mengenai asal dana tersebut.
Perputaran uang ini diproyeksikan mampu mendorong sentimen positif di pasar obligasi. Sentimen positif tersebut diharapkan dapat memicu investor asing untuk kembali masuk ke pasar Indonesia.
Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp17.600, Presiden Prabowo Minta Warga Desa Tidak Perlu Khawatir
Pada Selasa pekan lalu (12/5), Purbaya juga menyatakan siap menjaga tingkat imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN). Langkah ini dinilai penting untuk meredam tekanan hebat terhadap nilai tukar rupiah.
Intervensi di pasar obligasi sengaja dilakukan guna menahan kenaikan yield SBN yang berlebihan.
Purbaya mengingatkan, kenaikan yield yang ugal-ugalan bisa memicu capital loss bagi investor asing dan mendorong arus modal keluar.(ant)
Editor : Uray Ronald