Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pemprov Kalbar Tetapkan Harga TBS Kalbar Rp3.370 per Kilogram, Simak Daftar Harga Lengkapnya

Aristono Edi Kiswantoro • Jumat, 29 Mei 2026 | 23:00 WIB
Ilustrasi sejumlah truk pengangkut Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit mengantre untuk pembongkaran di salah satu pabrik minyak kelapa sawit. (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/rwa.)
Ilustrasi sejumlah truk pengangkut Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit mengantre untuk pembongkaran di salah satu pabrik minyak kelapa sawit. (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/rwa.)

 

PONTIANAK POST — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menetapkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit periode IV Mei 2026 sebesar Rp3.370,64 per kilogram untuk tanaman usia 10 hingga 20 tahun. Namun di lapangan, petani sawit swadaya mengaku harga pembelian masih jauh di bawah angka penetapan pemerintah.

Kondisi tersebut terjadi di tengah gejolak pasar pasca munculnya kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Sejumlah petani bahkan mengaku mulai merugi karena harga jual sawit turun mendekati biaya produksi.

Harga TBS Produktif Masih di Atas Rp3.300

Tim Penetapan Indeks K dan Harga TBS Provinsi Kalbar menetapkan harga tertinggi TBS berada pada kelompok usia tanaman 10–20 tahun sebesar Rp3.370,64 per kilogram untuk pembayaran 23–31 Mei 2026.

Sementara harga TBS usia tiga tahun ditetapkan Rp2.533,78 per kilogram dan usia 25 tahun sebesar Rp3.090,18 per kilogram.

Untuk kelompok usia lainnya, harga TBS empat tahun sebesar Rp2.717,79 per kilogram, usia lima tahun Rp2.914,55 per kilogram, usia enam tahun Rp3.039,04 per kilogram, dan usia tujuh tahun Rp3.148,28 per kilogram.

Kemudian usia delapan tahun sebesar Rp3.238,51 per kilogram dan usia sembilan tahun Rp3.299,47 per kilogram.

Selain harga TBS, tim juga menetapkan harga crude palm oil (CPO) sebesar Rp13.733,24 per kilogram dan harga palm kernel (PK) sebesar Rp13.794,33 per kilogram dengan indeks K 92,40 persen.

[Tambahkan infografis harga TBS berdasarkan usia tanaman untuk meningkatkan keterbacaan dan SEO visual.]

Pemprov Kalbar Tingkatkan Pengawasan PKS

Menyusul anjloknya harga sawit di sejumlah daerah, Pemprov Kalbar menerbitkan Surat Edaran Nomor 500.8/695/DISBUNAK.C tertanggal 26 Mei 2026.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar Ignasius IK mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan kondusivitas daerah.

“Sudah kita buat edarannya,” ujar Ignasius, Jumat (29/5).

Dalam edaran tersebut, perusahaan perkebunan diminta tetap membeli TBS produksi pekebun mitra sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Dinas perkebunan kabupaten/kota juga diminta meningkatkan pengawasan di lapangan.

Perusahaan perkebunan diwajibkan melaporkan harga pembelian TBS pihak ketiga atau nonmitra secara berkala kepada Disbunnak Kalbar sebagai bagian dari pengawasan pemerintah terhadap fluktuasi harga sawit.

Petani Sawit Mulai Nombok

Ketua DPRD Kalbar Aloysius menyebut penurunan harga sawit saat ini paling dirasakan petani swadaya di wilayah pedalaman.

Ia mengatakan harga TBS petani swadaya kini turun hingga kisaran Rp1.800 sampai Rp2.200 per kilogram. Padahal biaya pokok produksi diperkirakan mencapai sekitar Rp2.000 per kilogram.

“Artinya petani sudah nombok,” ujarnya.

Menurut dia, penurunan harga rata-rata mencapai Rp600 hingga Rp1.500 per kilogram hanya dalam hitungan hari setelah pengumuman kebijakan ekspor satu pintu pada 20 Mei lalu.

Aloysius menilai penurunan harga sawit di dalam negeri tidak sejalan dengan kondisi global karena harga CPO dunia justru sedang menguat.

“Harga CPO global lagi bagus. Kalau dirupiahkan bisa sekitar Rp18 ribu per kilogram. Seharusnya harga dalam negeri masih tinggi,” katanya.

Harga di Lapangan Terus Turun

Petani sawit asal Kabupaten Landak, Ardiansyah, mengaku harga sawit di tingkat petani kini sudah turun hingga sekitar Rp1.500 per kilogram.

“Malam ini masih ada potensi turun lagi,” katanya.

Menurut dia, sebelum harga jatuh, TBS di tingkat petani masih berada di kisaran Rp2.700 per kilogram. Namun sejumlah pabrik mulai menurunkan harga pembelian sejak Kamis malam.

Kondisi itu membuat banyak petani mulai khawatir terhadap keberlangsungan ekonomi keluarga. Sawit selama ini menjadi sumber utama kebutuhan rumah tangga masyarakat desa di sejumlah wilayah Kalbar.

Apkasindo Minta Petani Tetap Tenang

Ketua DPW Apkasindo Kalbar Indra Rustandi mengatakan pihaknya menerima laporan penurunan harga TBS hingga Rp1.000 per kilogram di sejumlah daerah.

Ia menduga harga murah lebih banyak terjadi pada petani yang menjual hasil panen melalui tengkulak atau pihak ketiga.

Sementara Ketua DPP Apkasindo Gulat ME Manurung meminta petani tidak mudah terprovokasi menghadapi situasi saat ini.

“Yang namanya ibarat mobil sedang diperbaiki, sedang dicuci, tentu akan ada sedikit gangguan atau guncangan,” ujarnya.

Ia optimistis harga TBS akan kembali membaik apabila harga CPO global terus mengalami penguatan. (ars)

 

TABEL HARGA TBS SAWIT KALBAR  
Periode IV Mei 2026
Pembayaran 23–31 Mei 2026
Harga TBS Tertinggi Rp3.370,64/Kg
Usia Tanaman Tertinggi 10–20 tahun

Harga TBS Berdasarkan Umur Tanaman

Umur Tanaman Harga TBS
3 tahun Rp2.533,78/Kg
5 tahun Rp2.914,55/Kg
7 tahun Rp3.148,28/Kg
9 tahun Rp3.299,47/Kg
10–20 tahun Rp3.370,64/Kg
25 tahun Rp3.090,18/Kg

Harga CPO dan PK

Komponen Harga
CPO Rp13.733,24/Kg
PK Rp13.794,33/Kg
Indeks K 92,40%

Catatan:
Harga ditetapkan Tim Penetapan Harga TBS Kalbar yang terdiri dari unsur pemerintah, perusahaan perkebunan, dan pekebun sawit.

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#harga TBS sawit Kalbar #harga sawit Kalbar #ekspor satu pintu sawit #harga cpo #Petani Sawit Swadaya