PONTIANAK POST – Wacana pembangunan jaringan kereta api di Pulau Kalimantan kembali mendapat dukungan dari kalangan legislatif daerah. DPRD Provinsi Kalimantan Barat menilai transportasi berbasis rel dapat menjadi instrumen penting dalam memperkuat konektivitas wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Ketua Fraksi Golkar Heri Mustamin, Heri Mustamin, menyebut Kalimantan Barat memiliki posisi strategis sebagai gerbang perbatasan Indonesia di Pulau Kalimantan. Karena itu, Kalbar dinilai layak menjadi titik awal pembangunan jaringan kereta api di kawasan Borneo.
“Kalbar merupakan gerbang perbatasan Indonesia di Pulau Kalimantan. Dari sisi distribusi dan konektivitas, posisi Kalbar sangat strategis untuk menjadi titik awal pembangunan jalur kereta api,” ujarnya kepada Pontianak Post, Rabu (3/6/2026).
Menurut Heri, keberadaan jalur kereta api tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga sebagai penghubung utama arus barang dan jasa di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia. Infrastruktur ini dinilai dapat membuka akses ekonomi baru di kawasan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan konektivitas.
Ia menilai penguatan transportasi berbasis rel akan berdampak langsung pada efisiensi distribusi barang, penurunan biaya logistik, serta pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terluar.
Heri menjelaskan, Kalimantan Barat memiliki potensi besar di sektor perkebunan, pertanian, perikanan, hingga pertambangan. Namun, potensi tersebut masih menghadapi tantangan infrastruktur yang berdampak pada tingginya biaya distribusi.
“Apa artinya pertanian maju, perkebunan luas, dan sumber daya alam melimpah kalau akses infrastrukturnya belum memadai. Akhirnya masyarakat kesulitan menjangkau pasar dan biaya distribusi menjadi tinggi,” katanya.
Menurutnya, kehadiran transportasi rel dapat menjadi solusi jangka panjang untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pemerataan pembangunan ekonomi.
Selain aspek ekonomi, penguatan infrastruktur di kawasan perbatasan juga dinilai memiliki nilai strategis dalam menjaga kedaulatan negara. Wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia di Kalimantan Barat membutuhkan dukungan konektivitas yang kuat agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat berkembang lebih optimal.
Heri menilai pembangunan kereta api juga dapat memperkuat kehadiran negara di wilayah terdepan Indonesia, sekaligus mengurangi ketimpangan pembangunan antarwilayah.
Heri Mustamin mendorong pemerintah pusat untuk melakukan kajian komprehensif terkait rencana pembangunan jaringan kereta api di Pulau Kalimantan. Ia menekankan pentingnya koordinasi antarprovinsi agar proyek strategis tersebut dapat berjalan terarah dan berkelanjutan.
Ia juga mengusulkan agar Kalimantan Barat diprioritaskan sebagai titik awal pembangunan jika proyek tersebut benar-benar direalisasikan.
“Kalau jalur kereta api ini bisa diwujudkan dari Kalimantan Barat, saya yakin akan menjadi pengungkit besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan membantu masyarakat mengejar ketertinggalan pembangunan,” ujarnya.
Wacana pembangunan kereta api di Kalimantan terus berkembang sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas regional. Dukungan dari DPRD Kalbar menunjukkan adanya dorongan politik daerah agar pembangunan infrastruktur tidak hanya terpusat, tetapi juga menyentuh wilayah perbatasan yang memiliki nilai strategis nasional.
Jika terealisasi, transportasi rel diharapkan menjadi tulang punggung baru konektivitas Indonesia–Malaysia di Pulau Kalimantan serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. (den)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro