PONTIANAK POST - Di tengah biaya hidup yang terus berubah dan ketidakpastian ekonomi yang masih berlangsung, banyak orang mulai mencari sumber penghasilan tambahan.
Salah satu pilihan yang banyak diminati adalah passive income.
Dilansir dari Jawapos, menurut perencana keuangan Rahma Maryama CFP, passive income memang dapat menjadi salah satu solusi untuk menambah pemasukan.
Baca Juga: Tips Mengatur Keuangan untuk Generasi Sandwich, Biar Beban Finansial Lebih Ringan
Namun, masyarakat perlu memahami bahwa hampir tidak ada passive income yang benar-benar berjalan tanpa usaha.
"Namun penting dipahami bahwa hampir tidak ada passive income yang benar-benar pasif. Biasanya tetap membutuhkan modal, waktu, keahlian, atau usaha di awal untuk membangunnya," ujar Rahma.
Passive Income Kian Relevan
Rahma menilai passive income semakin relevan di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Baca Juga: Kebiasaan Kecil yang Diam-Diam Menguras Keuangan Keluarga
Kenaikan biaya hidup, ketidakpastian ekonomi global, hingga risiko kehilangan pekerjaan membuat banyak orang mulai mencari sumber pendapatan tambahan.
Menurutnya, memiliki lebih dari satu sumber penghasilan dapat membantu meningkatkan ketahanan keuangan keluarga ketika terjadi gangguan pada pendapatan utama.
Meski demikian, bukan berarti seseorang yang hanya mengandalkan gaji tetap berada dalam kondisi tidak aman.
"Gaji tetap memberikan kestabilan, tetapi belum tentu menjamin keamanan finansial jangka panjang. Risiko seperti PHK, sakit, atau perubahan kondisi industri tetap bisa terjadi," jelasnya.
Menjadi Pelengkap Strategi Keuangan
Rahma menegaskan bahwa passive income sebaiknya dipandang sebagai pelengkap strategi keuangan, bukan pengganti seluruh sumber pendapatan utama.
Dengan pengelolaan yang tepat, sumber penghasilan tambahan dapat menjadi bantalan ketika kondisi ekonomi memburuk atau terjadi gangguan pada pekerjaan utama.
Baca Juga: Menabung Jadi Cara Efektif Bangun Disiplin dan Kedekatan Orang Tua Anak
Karena itu, membangun passive income secara bertahap dinilai menjadi salah satu langkah yang semakin relevan untuk menghadapi berbagai risiko keuangan di masa depan. (*)
Editor : Chairunnisya