Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Masyarakat Transportasi Indonesia Dorong Percepatan Kereta Api Kalimantan

Aristono Edi Kiswantoro • Minggu, 14 Juni 2026 | 22:14 WIB
Ilustrasi pemerintah tengah menyiapkan rencana jalur kereta api di Pulau Kalimantan. (GEMINI AI)
Ilustrasi pemerintah tengah menyiapkan rencana jalur kereta api di Pulau Kalimantan. (GEMINI AI)

PONTIANAK POST – Rencana pembangunan jaringan kereta api sepanjang 2.772 kilometer di Pulau Kalimantan dinilai dapat memperkuat sistem logistik nasional, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi jangka panjang.

Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno mengatakan keberadaan jalur kereta api di Kalimantan berpotensi mengurangi kepadatan lalu lintas jalan sekaligus memperkuat distribusi barang yang selama ini banyak mengandalkan transportasi sungai.

"Yang jelas ya mengurangi kepadatan jalan. Kalimantan selama ini banyak menggunakan sungai sebagai jalur logistik," kata Djoko Setijowarno yang juga pengamat transportasi ini, dilansir dari ANTARA dari Jakarta, Minggu (14/06/2026).

Djoko menjelaskan, transportasi sungai telah menjadi tulang punggung distribusi barang di sejumlah wilayah Kalimantan selama puluhan tahun. Kondisi geografis yang didominasi sungai membuat moda angkutan air berkembang secara alami dan menjadi bagian penting aktivitas ekonomi masyarakat.

Namun, meningkatnya kebutuhan distribusi barang dan pertumbuhan ekonomi membuat Kalimantan membutuhkan moda transportasi tambahan yang mampu mengangkut muatan besar dengan waktu tempuh yang lebih terukur.

Menurut Djoko, kereta api dapat melengkapi sistem transportasi sungai yang sudah ada. Kehadiran jaringan rel akan menciptakan sistem logistik multimoda yang menghubungkan pusat produksi, kawasan industri, pelabuhan, dan pusat distribusi secara lebih efisien.

"Kalimantan memiliki potensi logistik yang besar, terutama dari sektor sumber daya alam seperti batu bara dan komoditas unggulan lainnya. Kereta api dapat memperkuat rantai pasok dan memperlancar distribusi barang antarkawasan," ujarnya.

Dari sisi ekonomi, pengembangan jaringan kereta api berpotensi mendukung efisiensi logistik nasional. Data Kementerian Perhubungan menunjukkan biaya logistik Indonesia masih berada di kisaran 14 persen dari PDB, sementara pemerintah menargetkan penurunan biaya logistik melalui penguatan konektivitas dan sistem transportasi multimoda. Pada saat yang sama, sektor transportasi dan pergudangan telah berkontribusi sekitar 6,16 persen terhadap PDB nasional, menunjukkan peran strategis infrastruktur transportasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan distribusi barang.

Selain meningkatkan efisiensi distribusi, pembangunan jalur kereta api juga dinilai dapat mengurangi kepadatan angkutan barang di jalan raya. Sebagian muatan logistik dapat dialihkan ke moda kereta api sehingga membantu menjaga kualitas infrastruktur jalan dan meningkatkan keselamatan transportasi.

Djoko menegaskan pembangunan jaringan rel di Kalimantan harus diawali dengan studi kelayakan dan perencanaan teknis yang matang. Langkah tersebut diperlukan agar jalur yang dibangun sesuai kebutuhan logistik, karakteristik geografis, serta potensi ekonomi setiap wilayah.

Ia juga menilai dukungan pendanaan menjadi faktor penting dalam merealisasikan proyek tersebut. Karena itu, pemerintah didorong memberikan perhatian lebih besar terhadap pembangunan infrastruktur transportasi nasional.

Djoko bahkan mengusulkan alokasi anggaran infrastruktur mencapai 10 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurut dia, anggaran tersebut dapat digunakan untuk mempercepat pembangunan jalan, jembatan, perumahan, hingga jaringan perkeretaapian yang mendukung konektivitas nasional.

Pembangunan jalur kereta api di Kalimantan juga diyakini dapat mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru. Konektivitas yang semakin baik berpotensi menarik investasi, membuka peluang usaha, serta menciptakan pemerataan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Kehadiran jaringan kereta api juga dinilai akan mendukung pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan. Data Otorita IKN menunjukkan nilai investasi yang telah berjalan mencapai Rp62,08 triliun hingga April 2025 dengan keterlibatan 42 perusahaan dari berbagai sektor. Bertambahnya investasi di kawasan IKN dan wilayah penyangga diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan transportasi logistik dan konektivitas antarkawasan, sehingga keberadaan jalur kereta api dapat menjadi infrastruktur strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan pemerintah saat ini masih melakukan perhitungan dan perencanaan secara matang terkait pembangunan jaringan rel di Kalimantan.

"Rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan masih kami hitung dan rencanakan secara matang," kata AHY usai rapat koordinasi pengembangan jaringan kereta api nasional di Jakarta.

AHY menjelaskan pemerintah akan membentuk komite yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga guna menyerap masukan serta menyempurnakan perencanaan jaringan perkeretaapian nasional.

Komite tersebut juga akan berperan dalam penyempurnaan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas) agar selaras dengan kebutuhan pembangunan dan potensi ekonomi Kalimantan.

Menurut AHY, hingga saat ini Kalimantan masih menjadi satu-satunya pulau besar di Indonesia yang belum memiliki jaringan kereta api. Panjang jalur kereta api di wilayah tersebut masih tercatat nol kilometer.

Padahal, Kalimantan memiliki potensi sumber daya alam yang besar, termasuk sektor mineral, perkebunan, dan energi yang membutuhkan dukungan infrastruktur transportasi yang andal dan efisien.

Melalui pembangunan jaringan rel sepanjang 2.772 kilometer, pemerintah menargetkan terciptanya konektivitas antardaerah di seluruh Kalimantan, mulai dari wilayah utara, timur, selatan, tengah, hingga barat. Kehadiran kereta api diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi logistik sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan dalam jangka panjang. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#konektivitas Kalimantan #kereta api kalimantan #logistik Kalimantan #Djoko Setijowarno #ibu kota nusantara