PONTIANAK POST - Bandara Internasional Supadio dinilai memiliki peran strategis yang jauh lebih besar dari sekadar melayani lalu lintas penumpang dan penerbangan.
Dengan posisi geografis Kalimantan Barat yang berada di jalur perdagangan regional dan internasional, Supadio berpeluang menjadi pintu masuk investasi asing sekaligus memperkuat posisi daerah dalam jaringan perdagangan global.
Pengamat transportasi intermoda Kalimantan Barat, Syarif Usmulyani Alqadrie, mengatakan potensi tersebut perlu didukung dengan pembangunan infrastruktur transportasi yang terintegrasi agar Kalbar mampu bersaing di tengah perubahan peta ekonomi dunia yang berlangsung cepat.
Supadio Punya Posisi Strategis Tarik Investor
Menurut Syarif, keberadaan Bandara Internasional Supadio sebagai airport of entry menjadi salah satu modal penting bagi Kalbar untuk menarik investasi langsung dari luar negeri.
Dengan status itu, Kalbar memiliki pintu masuk resmi bagi pelaku usaha, investor, dan wisatawan mancanegara yang ingin beraktivitas di wilayah tersebut.
“Bandara internasional di Kalbar memiliki peluang besar untuk mendatangkan investasi langsung dari luar negeri karena posisi geografisnya sangat strategis,” ujarnya dikutip dari Antara (9/5).
Ia menilai, posisi Kalbar yang berbatasan langsung dengan Malaysia serta berada di jalur penerbangan regional menjadi keuntungan tersendiri yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.
Kalbar Berpeluang Jadi Pusat Distribusi dan Perdagangan
Selain itu Syarif juga menjelaskan, Kalimantan Barat memiliki keunggulan geostrategis karena didukung jalur transportasi darat, laut, dan udara yang menghubungkan kawasan domestik maupun internasional.
Menurutnya, keunggulan tersebut dapat menjadikan Kalbar sebagai salah satu pusat distribusi dan perdagangan penting di wilayah barat Pulau Kalimantan.
“Kalbar memiliki posisi yang sangat strategis, baik dari sisi jalur darat, laut maupun udara. Ini menjadi peluang besar agar Kalbar mampu menjadi pusat distribusi dan perdagangan internasional,” katanya.
Ia menambahkan, perpindahan pusat pemerintahan ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur juga membuka peluang baru bagi Kalbar untuk memperkuat perannya dalam aktivitas ekonomi nasional maupun internasional.
Konektivitas Transportasi Jadi Kunci
Meski memiliki potensi besar, Syarif menilai pengembangan sektor transportasi di Kalbar masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait kualitas dan keterhubungan infrastruktur.
Menurutnya, sistem transportasi harus dibangun secara terintegrasi mulai dari jalan kabupaten dan kota, jalan provinsi hingga jalan nasional agar distribusi barang dan mobilitas masyarakat berjalan lebih efisien.
Baca Juga: Resmi Internasional Lagi, Ini Profil Terbaru Bandara Supadio Kubu Raya
Ia mencontohkan, jalur distribusi logistik yang digunakan untuk angkutan kontainer harus memiliki spesifikasi jalan kelas satu agar mampu menahan beban kendaraan berat dan tidak cepat mengalami kerusakan.
“Konektivitas antarmoda harus diperkuat. Jalan, pelabuhan, dan bandara harus saling terhubung sehingga aktivitas ekonomi bisa berjalan lebih efektif,” pungkasnya. (*)
Editor : Miftahul Khair