PONTIANAK POST - Fenomena "durian tsunami" di Malaysia memicu banjir pasokan buah durian hingga harga berbagai varietas premium, termasuk Musang King, anjlok drastis dan bahkan dibagikan gratis kepada masyarakat di Malaysia serta Singapura.
BBC melaporkan, antrean panjang setiap hari terlihat di kios buah Durian Ninja di kawasan Tampines, Singapura, sejak pertengahan Juni karena pemiliknya membagikan sekitar 600 kilogram durian gratis setiap hari, dengan jatah dua buah untuk setiap pengunjung, sebagai dampak melimpahnya pasokan dari Malaysia.
Melimpahnya produksi terjadi setelah ribuan pohon durian yang ditanam sekitar satu dekade lalu mulai memasuki masa panen bersamaan, menyusul besarnya investasi petani untuk memenuhi permintaan ekspor, terutama dari China.
Ledakan Produksi Tekan Harga Durian
Pemilik beberapa kebun durian di Raub, Malaysia, Lu Yuee Thing, mengatakan kepada BBC bahwa banyak petani dahulu mengganti kebun karet dan kelapa sawit menjadi kebun durian karena tingginya permintaan Musang King dari pasar China.
Baca Juga: Peluang Warga Kalbar Nikmati Durian Tsunami Malaysia, Harga Musang King Anjlok hingga Agustus
Kini, pohon-pohon tersebut menghasilkan buah secara bersamaan sehingga menciptakan kelebihan pasokan yang menekan harga di pasar domestik maupun ekspor.
Lu mengungkapkan harga jual Musang King kepada pengecer yang pada Desember lalu masih sekitar 13,50 ringgit per kilogram, kini tinggal sekitar separuhnya.
Petani sekaligus pengusaha durian Han Sing Keng menjelaskan bahwa tekanan pasar membuat sebagian pedagang menjual Musang King hanya sekitar 50 ringgit per kilogram, jauh lebih murah dibanding musim sebelumnya.
Ia mengatakan banyak durian murah yang membanjiri pasar sebenarnya tidak memenuhi standar ekspor sehingga hanya bisa dipasarkan di dalam negeri dengan harga rendah.
Menurut Han, nama Musang King tetap digunakan, tetapi kualitas buah dari banyak kebun baru belum konsisten sehingga nilainya ikut tertekan.
Petani Tertekan, Konsumen Menikmati Harga Murah
Di tengah kesulitan petani, konsumen justru menikmati durian dengan harga jauh lebih terjangkau.
Seorang warga Singapura berusia 69 tahun bernama Cherng mengatakan bahwa dirinya kini hampir setiap hari menikmati durian bersama keluarga karena kualitasnya tetap baik meski harganya hampir setengah dari musim sebelumnya.
Selain Musang King, varietas premium lain seperti Black Thorn juga ikut mengalami penurunan harga, sementara durian kampung menjadi yang paling murah di pasaran.
Beberapa kios bahkan menawarkan promosi kreatif untuk menghabiskan stok.
Salah satu kios di negara bagian Pahang menarik perhatian publik setelah menawarkan promo mengisi satu karung penuh durian hanya dengan 100 ringgit.
Pemilik kios Durian Ninja di Singapura, Kee Eng Chai, mengatakan bahwa pembagian durian gratis dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat sekaligus memperkenalkan lebih banyak jenis durian kepada generasi muda.
Menurut pegawai kios tersebut, durian gratis biasanya habis dalam waktu satu hingga dua jam setelah dibagikan.
Baca Juga: 100 Juta Warga Tiongkok Ketagihan Durian, Indonesia Siapkan Strategi Rebut Pasar Rp131 Triliun
Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Petani
Kondisi kelebihan pasokan diperparah oleh hasil panen yang tidak merata akibat cuaca yang berubah-ubah.
Petani menjelaskan hujan di luar musim serta perubahan suhu memengaruhi proses penyerbukan dan pembentukan buah sehingga kualitas panen berbeda antarwilayah.
Sekretaris Jenderal Malaysia International Durian Industry Development Association (MIDIDA), Edwyn Chiang Kyn Hoe, mengatakan bahwa kondisi geografis Malaysia menyebabkan setiap daerah mengalami pola cuaca berbeda sehingga hasil panennya tidak sama.
Melihat pendapatan petani terus tertekan, Federal Agricultural Marketing Authority (FAMA) Malaysia mulai membeli durian dari petani dengan harga dasar sebagai langkah darurat untuk menjaga pendapatan mereka.
Baca Juga: Sudah Ditanam Ratusan Tahun Lalu, Durian Diam-Diam Tumbuh di Amerika
Wakil Direktur FAMA Faisal Iswardi Ismail mengatakan kepada AFP pemerintah berharap harga durian dapat mulai pulih dalam beberapa pekan ke depan.
Di sisi lain, pelaku industri terus memperkuat promosi ke pasar China agar industri durian Malaysia tetap bersaing melalui kualitas, keaslian, dan asal produk, bukan semata-mata perang harga. (*)