Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Cegah Pemadaman Listrik Bergilir, PLN Modifikasi PLTU agar Bisa Pakai Batu Bara Kalori Rendah

Uray Ronald • Jumat, 3 Juli 2026 | 22:38 WIB
Dirut PLN Darmawan Prasodjo memastikan kesiapan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik dengan melakukan rangkaian inspeksi SPKLU di Trans Jawa.
Dirut PLN Darmawan Prasodjo. (Dok PLN)

PONTIANAK POST – PT PLN (Persero) akan memodifikasi atau retrofit pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) agar dapat menggunakan batu bara kalori rendah. Langkah ini disiapkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi keterbatasan pasokan batu bara berkalori menengah sekaligus mencegah terulangnya pemadaman listrik bergilir.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan program tersebut mengacu pada keberhasilan modifikasi PLTU Suralaya Unit 6 dan 7 yang kini mampu beroperasi menggunakan batu bara dengan nilai kalori lebih rendah dibanding spesifikasi awal.

“Mengacu pada sistem di Pulau Jawa, kami masih harus melakukan retrofit terhadap PLTU kami,” ujar Darmawan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Kamis (2/7).

Baca Juga: Edi Kamtono: Pemadaman Listrik Rugikan Warga, Minta Percepat Pemulihan

Keberhasilan PLTU Suralaya Jadi Acuan

Darmawan menjelaskan retrofit memungkinkan pembangkit memanfaatkan batu bara dengan nilai kalori sekitar 4.100–4.300 kcal per kilogram, lebih rendah dibanding spesifikasi sebelumnya yang membutuhkan 4.600–4.800 kcal per kilogram.

Keberhasilan tersebut mendorong PLN melakukan kajian kelayakan untuk menerapkan modifikasi serupa di pembangkit lain milik perusahaan.

“Nah, suksesnya retrofit di Suralaya 6 dan 7 saat ini langsung kami melakukan kajian kelayakan proyek di seluruh pembangkit PLN,” kata Darmawan dilansir Antara.

Baca Juga: Cegah Pemadaman Terulang, Pemerintah Benahi Pasokan Energi dan PLTU

Produksi Batu Bara Kalori Rendah Lebih Melimpah

Menurut Darmawan, produksi batu bara nasional saat ini didominasi batu bara berkalori rendah. Sebaliknya, pasokan batu bara kalori menengah hingga tinggi semakin terbatas sehingga memengaruhi operasional pembangkit yang belum dimodifikasi.

Kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab terjadinya pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Pulau Jawa pada pertengahan Juni 2026.

“Permasalahan mismatch antara produksi batu bara nasional yang didominasi dengan batu bara kalori rendah dan produksi batu bara kalori menengah dan tinggi semakin menipis, kami selesaikan dengan melakukan retrofit terhadap pembangkit-pembangkit kami,” ucap Darmawan.

Pasokan Batu Bara Bertambah Mulai Juli

Selain menyiapkan solusi jangka panjang, PLN juga memastikan pasokan batu bara berkalori di atas 4.500 kcal per kilogram bertambah untuk memenuhi kebutuhan operasional pembangkit.

Pada Juli 2026, PLN memperoleh tambahan pasokan sekitar 1,8 juta ton. Selanjutnya, periode Agustus hingga Desember 2026 akan tersedia tambahan sekitar 3 juta ton dari kontrak yang telah berjalan.

Baca Juga: 5.096 Pekerja di Kaltim Kena PHK, Pengurangan Produksi Batu Bara Jadi Pemicu Utama

"Adanya tambahan batu bara dengan spesifikasi 4.500 (kcal) ke atas. Juli ini ada tambahan 1,8 juta ton, kemudian Agustus sampai Desember ada tambahan sekitar 3 juta ton dari existing," ujar Darmawan.

Dengan tambahan pasokan tersebut, PLN memastikan sistem kelistrikan di Pulau Jawa kembali stabil sehingga tidak diperlukan lagi pemadaman bergilir.*

Editor : Uray Ronald
#batu bara kalori rendah #retrofit PLTU #pemadaman listrik Jawa #pasokan batu bara #pln