PONTIANAK POST – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni mengangkut 335.415 metrik ton batu bara sepanjang semester I 2026 untuk memasok kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di berbagai wilayah Indonesia.
Distribusi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memastikan pasokan listrik tetap andal bagi masyarakat dan dunia usaha.
Direktur Utama Pelni Budi Setyawan Wijaya mengatakan pengangkutan batu bara menjadi salah satu layanan strategis dalam bisnis angkutan barang komersial perusahaan. Komoditas energi tersebut didistribusikan ke sejumlah PLTU di Pulau Jawa, Sumatra, dan Papua.
"Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Pelni berhasil mengangkut sebanyak 335.415 metrik ton (MT) batubara menuju sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU)," kata Budi dilansir Antara, Jumat (3/7).
Baca Juga: Di Tengah Isu Pemadaman Bergilir, PLN Pastikan Tarif Listrik Juli–September 2026 Tidak Naik
Distribusi Tepat Waktu Jaga Operasional PLTU
Menurut Budi, ketepatan waktu distribusi batu bara menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan operasional pembangkit listrik. Pasokan energi primer yang terjaga berdampak langsung terhadap kontinuitas layanan listrik bagi masyarakat maupun sektor industri.
"Pengangkutan batubara menjadi salah satu layanan strategis dalam bisnis angkutan barang komersil kami," ujarnya.
Pelni menempatkan penguatan layanan logistik maritim sebagai bagian dari transformasi bisnis perusahaan. Selain melayani angkutan penumpang, perusahaan terus memperluas layanan distribusi berbagai komoditas strategis nasional.
Baca Juga: Cegah Pemadaman Listrik Bergilir, PLN Modifikasi PLTU agar Bisa Pakai Batu Bara Kalori Rendah
Volume Pengangkutan Batu Bara Melonjak 505 Persen
Pelni mencatat volume pengangkutan batu bara sepanjang semester I 2026 meningkat 505,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut didorong oleh bertambahnya kebutuhan distribusi energi serta meningkatnya kepercayaan pengguna jasa terhadap layanan logistik maritim perusahaan.
Sepanjang periode tersebut, Pelni juga mempertahankan tingkat ketepatan waktu pengiriman (on time delivery) dengan mengedepankan budaya safety first dan zero accident dalam setiap kegiatan operasional.
Menurut Budi, capaian tersebut menjadi modal penting bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan logistik nasional.
"Pertumbuhan volume pengangkutan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan logistik maritim," ucapnya.
Perkuat Rantai Pasok dan Ketahanan Energi Nasional
Ke depan, Pelni menyatakan akan terus memperkuat kapabilitas operasional serta memperluas kontribusi dalam mendukung distribusi berbagai komoditas strategis nasional.
Melalui penguatan layanan usaha barang komersial, perusahaan optimistis dapat menjaga kelancaran rantai pasok nasional, mendukung ketahanan energi, dan memperkuat peran transportasi laut sebagai tulang punggung distribusi logistik Indonesia.
Editor : Uray Ronald