PONTIANAK POST – Peta konektivitas Indonesia-Malaysia di Pulau Kalimantan segera memasuki babak baru. Indonesia dan Pemerintah Sarawak menyepakati pembukaan rute bus internasional Kuching–Putussibau melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Nanga Badau di Kabupaten Kapuas Hulu dan Gerbang Perbatasan Lubok Antu, Sarawak, Malaysia.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan Konsul Jenderal Republik Indonesia di Kuching, Abdullah Zulkifli, dengan Menteri Transportasi Sarawak Dato Sri Lee Kim Shin di Sarawak, Senin (13/7). Rute baru itu diharapkan memperluas akses transportasi lintas negara bagi masyarakat, pelaku usaha, dan wisatawan di kawasan perbatasan Kalimantan Barat-Sarawak.
Perkuat Konektivitas Perbatasan
Selama ini, jalur darat Indonesia-Malaysia di Kalimantan lebih dikenal melalui Entikong. Kehadiran trayek Kuching–Putussibau diproyeksikan membuka simpul konektivitas baru yang memperkuat peran Kapuas Hulu sebagai pintu gerbang Indonesia di wilayah timur Kalimantan Barat.
Perbatasan Kalimantan Barat-Sarawak juga merupakan kawasan dengan mobilitas lintas batas darat tertinggi di Indonesia. Penambahan layanan bus internasional dinilai akan semakin memperkuat arus perjalanan masyarakat sekaligus mendukung aktivitas perdagangan dan jasa di kawasan perbatasan.
Rute tersebut akan menghubungkan Kota Kuching dengan Putussibau melalui Lubok Antu di Sarawak dan PLBN Nanga Badau di Kabupaten Kapuas Hulu.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Dalam pertemuan itu, Abdullah Zulkifli menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Sarawak atas semakin eratnya kerja sama di bidang transportasi, baik melalui jalur darat maupun udara.
Menurutnya, peningkatan konektivitas menjadi faktor penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan sekaligus mempererat hubungan sosial masyarakat Indonesia dan Malaysia yang selama ini telah terjalin.
Sementara itu, Menteri Transportasi Sarawak Dato Sri Lee Kim Shin menegaskan komitmen pemerintahannya untuk terus memperkuat kerja sama dengan Indonesia agar layanan transportasi lintas negara berjalan aman, nyaman, dan memenuhi standar keselamatan.
Selain membahas aspek keselamatan, kedua pihak juga menyepakati mekanisme penanganan berbagai persoalan yang mungkin dihadapi pengguna transportasi lintas batas. Masyarakat nantinya dapat menyampaikan keluhan kepada KJRI Kuching maupun otoritas terkait di Sarawak agar dapat segera ditindaklanjuti.
Tahap Teknis Segera Dibahas
Sebagai tindak lanjut, Menteri Transportasi Sarawak dijadwalkan meninjau langsung kawasan perbatasan Indonesia-Sarawak yang akan dilalui rute baru tersebut. Kunjungan itu bertujuan mempercepat pembahasan aspek teknis sehingga operasional bus internasional dapat segera direalisasikan.
Apabila mulai beroperasi, trayek Kuching–Putussibau diperkirakan tidak hanya meningkatkan mobilitas masyarakat perbatasan, tetapi juga membuka peluang baru bagi perdagangan, pariwisata, investasi, serta pengembangan ekonomi di Kabupaten Kapuas Hulu.
Keberadaan jalur ini juga diproyeksikan mengubah peran Putussibau, dari sekadar pusat aktivitas di wilayah timur Kalimantan Barat menjadi gerbang baru hubungan ekonomi dan sosial Indonesia dengan Sarawak, Malaysia. (ars)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro