Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Festival Durian Jadi Andalan, Pemkot Pontianak Bidik Event Wisata Agro Masuk Agenda Tahunan yang Datangkan Banyak Turis

Aristono Edi Kiswantoro • Selasa, 14 Juli 2026 | 22:25 WIB
Durian Musang King atau Mao Shan Wang kini dijual murah di Malaysia. (ist)
Ilustrasi durian. (ist)

 

PONTIANAK POST – Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) akan menggelar Festival Flora dan Fauna Bumi Khatulistiwa pada 15–19 Juli 2026 di Halaman Kolam Renang Ampera, Jalan Ujung Pandang II. Mengusung tema "Pesona Flora dan Fauna Bumi Khatulistiwa dengan Keanekaragaman Hayatinya", festival ini disiapkan sebagai ajang edukasi, promosi potensi daerah, sekaligus penggerak sektor pariwisata dan UMKM.

Kepala Disporapar Kota Pontianak, Rizal Almutahar, mengatakan festival menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat kekayaan flora dan fauna khas Kalimantan Barat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.

"Kami mengajak seluruh masyarakat Pontianak dan daerah sekitarnya untuk hadir. Festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana edukasi agar masyarakat semakin mengenal dan mencintai kekayaan hayati yang kita miliki," ujarnya, Senin (13/7).

Pameran hingga Festival Durian

Selama lima hari pelaksanaan, pengunjung dapat menikmati pameran tanaman hias, buah-buahan unggulan, satwa peliharaan, serta berbagai kegiatan edukatif yang melibatkan komunitas pecinta lingkungan, akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah.

Festival juga akan diramaikan Festival Durian yang menampilkan beragam varietas durian unggulan Kalimantan Barat. Menurut Rizal, kegiatan tersebut diharapkan menjadi daya tarik tambahan sekaligus membuka peluang promosi bagi petani dan pelaku usaha buah lokal.

"Pengunjung tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai flora dan fauna, tetapi juga dapat menikmati Festival Durian yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan," katanya.

Disporapar menilai keberhasilan festival tidak hanya diukur dari tingginya jumlah pengunjung, tetapi juga dampaknya terhadap promosi keanekaragaman hayati serta peningkatan transaksi pelaku UMKM

Target Jadi Agenda Wisata Tahunan

Rizal menilai Pontianak memiliki posisi strategis sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat untuk menjadi tuan rumah berbagai agenda berskala regional. Kegiatan seperti ini diyakini mampu meningkatkan kunjungan masyarakat yang berdampak pada sektor UMKM, perdagangan, kuliner, hingga pariwisata.

Karena itu, Disporapar menargetkan Festival Flora dan Fauna Bumi Khatulistiwa menjadi agenda wisata tahunan Kota Pontianak.

"Apabila antusiasme masyarakat tinggi, kami akan mengupayakan festival ini menjadi agenda tahunan. Harapannya, selain memperkuat citra Pontianak sebagai Kota Khatulistiwa yang kaya keanekaragaman hayati, kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.

Penguatan agenda wisata dinilai sejalan dengan tren peningkatan sektor pariwisata di Kalimantan Barat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke Kalimantan Barat mencapai 14.754 kunjungan pada Mei 2026, dengan sekitar 80 persen masuk melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong. Tren tersebut menjadi peluang bagi daerah, termasuk Kota Pontianak, untuk menarik lebih banyak kunjungan melalui penyelenggaraan berbagai event wisata.

Penyelenggaraan festival juga diharapkan memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah. BPS mencatat perjalanan wisatawan nusantara ke Kalimantan Barat mencapai 1,49 juta perjalanan sepanjang Januari–April 2025 atau meningkat 45,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Hadirkan Pakar Durian Internasional

Ketua Panitia, Priyono, mengatakan festival akan diisi berbagai kegiatan, mulai dari pameran flora dan fauna, kontes ayam serama, kontes durian, seminar, hingga edukasi mengenai pelestarian dan budidaya tanaman unggulan.

Salah satu agenda yang diperkirakan menjadi magnet pengunjung ialah Kontes Durian yang selama ini selalu mendapat antusiasme tinggi dari pecinta buah tersebut.

Festival juga menghadirkan narasumber dan dewan juri dari dalam maupun luar negeri, antara lain Dietmar Frick, pemerhati durian asal Jerman, Prof. Dr. M. Reza Tirtawinata, Ketua Yayasan Durian Nusantara, serta Prof. Dr. Amin Retnoningdih, M.Si., peneliti varietas durian unggul. Mereka akan berbagi pengetahuan mengenai pelestarian, budidaya, hingga pengembangan durian sebagai komoditas unggulan.

Dietmar Frick dikenal sebagai pemerhati durian asal Jerman yang aktif mempromosikan durian Asia Tenggara di kalangan pecinta buah tropis Eropa. Sementara itu, Prof. Dr. M. Reza Tirtawinata merupakan Ketua Yayasan Durian Nusantara yang selama bertahun-tahun terlibat dalam konservasi, pendataan, dan pengembangan varietas durian lokal Indonesia. Adapun Prof. Dr. Amin Retnoningdih, M.Si. dikenal sebagai akademisi dan peneliti yang banyak meneliti keragaman genetik, identifikasi, serta pengembangan varietas durian unggul sebagai dasar peningkatan kualitas dan daya saing komoditas hortikultura nasional.

Kehadiran para pakar tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas penilaian kontes, tetapi juga menjadi forum transfer pengetahuan bagi petani, pegiat hortikultura, dan pelaku usaha dalam mengembangkan durian Kalimantan Barat agar lebih kompetitif di pasar nasional maupun internasional.

Priyono berharap festival ini mampu memperkenalkan kekayaan hayati Kalimantan Barat kepada masyarakat luas sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha lokal. **

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Festival Flora dan Fauna Pontianak Festival Durian Kalimantan Barat Disporapar Kota Pontianak wisata Pontianak 2026 UMKM Kota Pontianak