PONTIANAK POST – PT Danantara Asset Management (DAM) resmi mengambil alih kendali empat perusahaan manajer investasi milik BUMN dengan total dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) lebih dari Rp170 triliun. Setelah akuisisi, Danantara menargetkan keempat perusahaan tersebut melebur menjadi satu entitas dalam waktu sekitar satu bulan.
Akuisisi ditandai dengan penandatanganan Share Purchase Agreement (SPA) atas PT Mandiri Manajemen Investasi, PT BRI Manajemen Investasi, PT BNI Asset Management, dan PT PNM Investment Management, Kamis (23/7).
Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan konsolidasi tersebut merupakan bagian dari strategi membangun perusahaan manajemen aset berskala besar yang mampu bersaing di tingkat regional.
"Ini merupakan langkah besar untuk memperkuat industri manajemen investasi nasional. Keempat perusahaan ini memiliki pengalaman, jaringan, dan kapabilitas yang kuat, serta secara kolektif mengelola dana lebih dari Rp170 triliun," ujarnya.
Targetkan Merger Rampung dalam Sebulan
Menurut Dony, proses penggabungan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu bulan sebagai bagian dari program penyederhanaan struktur (streamlining) yang dijalankan Danantara Indonesia.
Merger tersebut diharapkan menghasilkan efisiensi operasional, memperkuat kapasitas investasi, sekaligus meningkatkan daya saing industri pengelolaan aset nasional.
Fokus Perluas Pasar Ritel dan Institusi
Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi Hardiyanto Pilia mengatakan perusahaan hasil konsolidasi akan mengembangkan berbagai produk investasi tematik bagi investor ritel sekaligus memperluas distribusi melalui jaringan bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Strategi tersebut dinilai sejalan dengan pertumbuhan jumlah Single Investor Identification (SID) yang kini telah melampaui 20 juta investor di Indonesia.
"Dengan basis investor ritel yang terus bertumbuh dan kepercayaan institusi yang semakin kuat, sinergi keempat entitas ini akan menjadikan perusahaan hasil konsolidasi sebagai mitra investasi pilihan," ujarnya.
Di segmen institusi, perusahaan juga akan memperluas basis investor dan menyediakan solusi investasi yang lebih beragam.
Gabungkan Kekuatan Empat Manajer Investasi
Direktur Utama PT BRI Manajemen Investasi Arief Budiman menyebut penggabungan tersebut menjadi momentum memperluas penetrasi pasar ritel. Hingga Juni 2026, BRI Manajemen Investasi mengelola dana sebesar Rp52,61 triliun.
Sementara itu, Direktur Utama PT BNI Asset Management Ari Adil mengatakan BNI AM memiliki dana kelolaan Rp29,59 triliun per Juni 2026 dengan kekuatan pada segmen ritel maupun institusi.
"Kami optimistis penggabungan ini akan memperkuat kapasitas pengelolaan investasi nasional melalui sinergi keahlian investasi, inovasi produk, penguatan tata kelola, serta skala usaha yang semakin solid dan kompetitif," katanya.
Adapun PT PNM Investment Management membawa pengalaman dalam pengembangan investasi inklusif dengan dana kelolaan mencapai Rp10,31 triliun.
Empat Manajer Investasi yang Bergabung
| Perusahaan | Dana Kelolaan (Juni 2026) |
|---|---|
| PT Mandiri Manajemen Investasi | ±Rp77 triliun* |
| PT BRI Manajemen Investasi | Rp52,61 triliun |
| PT BNI Asset Management | Rp29,59 triliun |
| PT PNM Investment Management | Rp10,31 triliun |
| Total AUM | > Rp170 triliun |
*Estimasi berdasarkan total AUM yang disampaikan Danantara.
Dorong Industri Investasi Nasional
Konsolidasi ini diharapkan memperkuat posisi industri manajemen investasi Indonesia di tengah meningkatnya jumlah investor domestik dan kebutuhan pembiayaan jangka panjang.
Perusahaan hasil merger juga diproyeksikan menjadi salah satu pengelola aset terbesar di Indonesia dengan jaringan distribusi yang lebih luas, skala usaha yang lebih besar, dan kapasitas investasi yang semakin kuat. (ars)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro