Ekspor Kalbar Melonjak 29,16 Persen, Surplus US$96,23 Juta

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 23:46 WIB
Gubernur Kalbar Ria Norsan bersama Bupati Mempawah Erlina resmikan ekspor perdana peti kemas dari Pelabuhan Kijing.
Gubernur Kalbar Ria Norsan bersama Bupati Mempawah Erlina resmikan ekspor perdana peti kemas dari Pelabuhan Kijing.

 

PONTIANAK POST – Ekspor Kalimantan Barat Juni 2026 mencatat lonjakan signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat melaporkan nilai ekspor mencapai US$207,53 juta, meningkat 29,16 persen dibandingkan Mei 2026 yang sebesar US$160,68 juta. Di tengah kenaikan impor, Kalimantan Barat tetap membukukan surplus neraca perdagangan sebesar US$96,23 juta, menunjukkan sektor ekspor masih menjadi penopang utama perekonomian daerah.

Secara kumulatif, nilai ekspor periode Januari–Juni 2026 juga meningkat 2,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini mencerminkan tetap kuatnya permintaan pasar internasional terhadap sejumlah komoditas unggulan Kalimantan Barat.

Industri Kimia dan Sawit Menjadi Mesin Penggerak Ekspor

Tiga kelompok komoditas menjadi tulang punggung ekspor Kalimantan Barat pada Juni 2026. Bahan Kimia Anorganik (HS28) menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 51,33 persen, disusul Lemak dan Minyak Hewan/Nabati (HS15) atau produk sawit sebesar 36,07 persen, serta Berbagai Produk Kimia (HS38) sebesar 4,10 persen.

Sementara itu, komoditas karet dan barang dari karet (HS40), buah-buahan (HS08), serta ampas dan sisa industri makanan (HS23) turut menopang ekspor dengan kontribusi gabungan 5,37 persen atau senilai US$11,14 juta.

Secara keseluruhan, sepuluh golongan barang utama menyumbang 99,17 persen dari total ekspor Kalimantan Barat pada Juni 2026. Hal ini menunjukkan struktur ekspor daerah masih didominasi oleh komoditas berbasis sumber daya alam dan industri pengolahan.

Malaysia Tetap Menjadi Pasar Utama

Malaysia masih menjadi negara tujuan ekspor terbesar Kalimantan Barat dengan nilai US$79,01 juta, disusul India sebesar US$26,70 juta dan Italia US$20,47 juta.

Ketiga negara tersebut menyerap produk ekspor Kalimantan Barat senilai US$126,18 juta atau 60,80 persen dari total ekspor Juni 2026.

Menariknya, dibandingkan Mei 2026, ekspor ke Malaysia melonjak 86,34 persen, ke India meningkat 115,67 persen, sedangkan ke Italia melonjak hingga 166,19 persen. Dari sisi kawasan, pasar Asia masih mendominasi dengan kontribusi 71,44 persen terhadap total ekspor Kalimantan Barat.

Impor Ikut Naik, Didominasi Mesin dan Bahan Bakar

Di sisi lain, nilai impor Kalimantan Barat pada Juni 2026 juga meningkat 11,84 persen, dari US$99,52 juta menjadi US$111,30 juta.

Komoditas impor terbesar masih didominasi Mesin-mesin/Pesawat Mekanik (HS84) dengan kontribusi 44,49 persen, diikuti Bahan Bakar Mineral (HS27) sebesar 11,47 persen, dan Kendaraan serta Bagiannya (HS87) sebesar 11,26 persen.

Ketiga kelompok barang tersebut menyumbang 67,22 persen atau senilai US$74,82 juta dari total impor Kalimantan Barat.

Selain itu, impor juga didorong oleh Bahan Kimia Anorganik (HS28), Pupuk (HS31), dan Bahan Kimia Organik (HS29) yang secara bersama-sama menyumbang 22,78 persen dari total impor.

Tiongkok Masih Mendominasi Pasokan Impor

Tiongkok tetap menjadi pemasok utama barang impor Kalimantan Barat dengan pangsa 69,24 persen, jauh di atas Malaysia (16,19 persen) dan Uzbekistan (6,13 persen).

Secara keseluruhan, ketiga negara tersebut memasok barang senilai US$101,90 juta atau 91,56 persen dari total impor Kalimantan Barat selama Juni 2026.

Surplus Perdagangan Tetap Terjaga

Meski impor meningkat, laju ekspor yang lebih tinggi membuat Kalimantan Barat tetap menikmati surplus neraca perdagangan sebesar US$96,23 juta pada Juni 2026.

Secara kumulatif Januari–Juni 2026, surplus perdagangan Kalimantan Barat bahkan mencapai US$551,37 juta. Capaian ini menunjukkan perdagangan luar negeri masih menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
impor Kalbar neraca perdagangan Kalbar ekspor sawit Kalbar perdagangan luar negeri Kalbar bps kalbar