BPS Catat Wisman ke Kalbar Turun, Okupansi Hotel Bintang Justru Meningkat

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 23:52 WIB
TUGU: Rombongan wisatawan mengabadikan momen di Tugu Khatulistiwa.
TUGU: Rombongan wisatawan mengabadikan momen di Tugu Khatulistiwa.

 

PONTIANAK POST – Sektor wisata Kalimantan Barat Juni 2026 menunjukkan dua tren yang berbeda. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) turun menjadi 10.846 kunjungan, atau berkurang 4,33 persen dibandingkan Juni 2025. Namun, di saat yang sama, tingkat hunian hotel bintang justru meningkat tajam hingga 59,21 persen, naik 10,13 poin persentase secara tahunan.

Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas pariwisata domestik dan perjalanan bisnis masih mampu menopang industri perhotelan meskipun jumlah wisatawan asing belum sepenuhnya pulih.

Kunjungan Wisman Masih Didominasi Malaysia

Pada Juni 2026, Kalimantan Barat menerima 10.846 kunjungan wisatawan mancanegara melalui pintu masuk Entikong, Aruk, Nanga Badau, Jagoi Babang, dan Bandara Supadio.

Jumlah tersebut turun 26,49 persen dibandingkan Mei 2026 dan menurun 4,33 persen dibandingkan Juni tahun lalu.

Pintu masuk Entikong tetap menjadi gerbang utama kedatangan wisatawan asing dengan kontribusi 34,41 persen dari seluruh kunjungan.

Mayoritas wisman berasal dari kawasan ASEAN yang mencapai 95,37 persen. Berdasarkan kewarganegaraan, wisatawan asal Malaysia mendominasi sebanyak 8.132 kunjungan atau hampir 75 persen dari total wisman. Disusul Penduduk Indonesia yang tinggal di luar negeri (Penlu/Pendul) sebanyak 1.988 kunjungan, kemudian wisatawan asal Tiongkok sebanyak 222 kunjungan, serta Singapura 118 kunjungan.

Perjalanan Wisatawan Nusantara Masih Tinggi

Di tengah penurunan wisatawan mancanegara, mobilitas wisatawan domestik tetap menunjukkan aktivitas yang kuat.

Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) tujuan Kalimantan Barat pada Juni 2026 mencapai 1,29 juta perjalanan. Angka tersebut meningkat 7,98 persen dibandingkan Mei 2026, meskipun masih turun tipis 0,72 persen dibandingkan Juni 2025.

Secara kumulatif Januari–Juni 2026, jumlah perjalanan wisnus menuju Kalimantan Barat mencapai 7,62 juta perjalanan, meningkat 16,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pontianak masih menjadi destinasi favorit wisatawan domestik dengan 1,75 juta perjalanan sepanjang semester pertama 2026, atau naik 6,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Masyarakat Kalbar Semakin Aktif Berwisata

Tidak hanya menjadi tujuan wisata, masyarakat Kalimantan Barat juga semakin aktif melakukan perjalanan.

Selama Juni 2026, jumlah perjalanan wisnus yang berasal dari Kalimantan Barat mencapai 1,34 juta perjalanan, meningkat 9,03 persen dibandingkan Mei 2026 dan naik 1,64 persen dibandingkan Juni 2025.

Sepanjang Januari–Juni 2026, perjalanan masyarakat Kalimantan Barat mencapai 7,75 juta perjalanan, atau tumbuh 16,38 persen dibandingkan semester pertama 2025.

Kota Pontianak menjadi daerah asal perjalanan terbesar dengan 1,63 juta perjalanan, melonjak 42,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Hotel Bintang Menikmati Dampak Positif

Meski kunjungan wisatawan asing menurun, sektor perhotelan justru mencatat kinerja yang lebih baik.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada Juni 2026 mencapai 59,21 persen. Angka tersebut naik 2,96 poin persentase dibandingkan Mei 2026 dan meningkat 10,13 poin persentase dibandingkan Juni 2025.

Hotel bintang tiga menjadi kategori dengan tingkat hunian tertinggi, yakni 59,91 persen.

Sementara itu, hotel nonbintang juga mengalami peningkatan okupansi menjadi 30,60 persen, naik 1,64 poin persentase dibandingkan bulan sebelumnya dan meningkat 1,09 poin persentase dibandingkan Juni 2025.

Wisatawan Menginap Lebih Singkat

Di balik meningkatnya okupansi hotel, lama menginap tamu justru mengalami penurunan.

Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) di hotel bintang hanya mencapai 1,34 malam, turun 0,07 malam dibandingkan Mei 2026 dan berkurang 0,13 malam dibandingkan Juni tahun lalu.

Pada hotel nonbintang, RLMT tercatat 1,10 malam, relatif sama dibandingkan bulan sebelumnya, tetapi turun 0,02 malam secara tahunan.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa pergerakan wisatawan dan pelaku perjalanan bisnis masih tinggi, namun sebagian besar memilih kunjungan singkat sehingga dampak ekonomi terhadap sektor pariwisata belum optimal.

Fakta Cepat

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
kunjungan wisman Kalbar wisatawan nusantara TPK hotel Kalbar hotel bintang Kalbar bps kalbar