PONTIANAK POST – Mobilitas masyarakat melalui jalur udara di Kalimantan Barat menunjukkan tren positif pada Juni 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat mencatat jumlah penumpang angkutan udara yang datang mencapai 123.504 orang, meningkat 22,55 persen dibandingkan Mei 2026 yang sebanyak 100.778 orang.
Kenaikan arus penumpang ini menjadi sinyal menguatnya aktivitas ekonomi, perjalanan dinas, hingga sektor pariwisata yang mulai kembali bergairah di Kalimantan Barat. Secara tahunan, jumlah kedatangan penumpang juga meningkat 11,55 persen dibandingkan Juni 2025.
Bandara Supadio Tetap Menjadi Gerbang Utama
Bandara Supadio di Kabupaten Kubu Raya masih menjadi pintu masuk utama transportasi udara di Kalimantan Barat.
Sepanjang Juni 2026, bandara ini melayani 107.417 penumpang datang, atau sekitar 86,97 persen dari seluruh kedatangan penumpang di Kalimantan Barat. Jumlah tersebut meningkat 24,06 persen dibandingkan Mei 2026.
Selain Supadio, peningkatan jumlah penumpang juga terjadi di Bandara Rahadi Oesman (Ketapang), Bandara Pangsuma (Kapuas Hulu), Bandara Tebelian (Sintang), dan Bandara Singkawang. Sementara Bandara Nanga Pinoh di Kabupaten Melawi belum mencatat aktivitas kedatangan penumpang pada Juni 2026.
Keberangkatan Penumpang Ikut Bertambah
Mobilitas masyarakat juga tercermin dari meningkatnya jumlah penumpang yang berangkat dari Kalimantan Barat.
Pada Juni 2026, jumlah penumpang yang berangkat melalui enam bandara mencapai 112.637 orang, naik 17,72 persen dibandingkan Mei 2026. Dibandingkan Juni tahun lalu, kenaikannya relatif stabil, yakni 0,57 persen.
Bandara Supadio kembali menjadi kontributor terbesar dengan 96.805 penumpang atau 85,94 persen dari total keberangkatan di Kalimantan Barat.
Keberangkatan dari Bandara Rahadi Oesman, Pangsuma, Tebelian, dan Singkawang juga meningkat secara bulanan. Bandara Pangsuma mencatat pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 47,58 persen, disusul Rahadi Oesman 20,37 persen, Tebelian 16,42 persen, dan Singkawang 9,64 persen.
Transportasi Udara Menjadi Penopang Aktivitas Daerah
Enam bandara yang beroperasi di Kalimantan Barat memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi bisnis, pelayanan pemerintahan, hingga sektor pariwisata.
Bandara Supadio saat ini menjadi satu-satunya bandara di Kalimantan Barat yang melayani penerbangan domestik sekaligus internasional. Sementara Bandara Rahadi Oesman, Pangsuma, Tebelian, Nanga Pinoh, dan Singkawang masih melayani rute domestik.
Meningkatnya arus penumpang menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi udara terus tumbuh seiring meningkatnya aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Angkutan Laut Ikut Mengalami Lonjakan
Tidak hanya transportasi udara, angkutan laut juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Jumlah penumpang yang datang melalui Pelabuhan Sintete, Suka Bangun, dan Dwikora mencapai 12.150 orang, naik 47,24 persen dibandingkan Mei 2026.
Sementara jumlah penumpang yang berangkat melalui pelabuhan-pelabuhan tersebut melonjak menjadi 15.736 orang, atau meningkat 120,64 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Di sektor logistik, aktivitas bongkar muat juga tumbuh pesat. Volume barang yang dibongkar mencapai 6,27 juta ton, naik 76,50 persen, sedangkan barang yang dimuat mencapai 740.043 ton, meningkat 25,76 persen dibandingkan Mei 2026.
Mobilitas yang Meningkat Menjadi Sinyal Pemulihan Ekonomi
Peningkatan jumlah penumpang udara dan laut menunjukkan bahwa aktivitas masyarakat semakin pulih setelah berbagai sektor ekonomi kembali bergerak.
Bagi pelaku usaha, kenaikan mobilitas ini berpotensi meningkatkan permintaan jasa transportasi, perhotelan, kuliner, hingga perdagangan. Sementara bagi pemerintah daerah, tren tersebut menjadi indikator penting untuk memperkuat konektivitas antardaerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis jasa serta pariwisata.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro